Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,98% pada level 23.716.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 2,38% pada level 2.332.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,29% pada level 3.274.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,91% pada level 2.463.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,09% pada level 5.799.
  • 16:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,27% terhadap Yuan pada level 6,78 CNY/USD.
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,58% terhadap Dollar AS pada level 14.785 IDR/USD.

Terkait Peluncuran Rudal AS, Putin Perintahkan Pelajari Tingkat Ancaman

Terkait Peluncuran Rudal AS, Putin Perintahkan Pelajari Tingkat Ancaman
WE Online, Moskow -

Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan Kementerian Pertahanan dan badan-badan lainnya menanggapi secara menyeluruh uji coba rudal Amerika Serikat (AS).

Putin meminta bawahannya untuk mempelajari tingkat ancamam yang ditimbulkan oleh tindakan AS ini dan mengambil langkah-langkah menyeluruh untuk menyiapkan tanggapan simetris.

Perintah itu datang beberapa hari setelah militer AS melakukan uji coba rudal jelajah Tomahawk versi darat yang menempuh jarak 500 km sebelum mengenai sasaran. 

Jenis senjata, yang ditembakkan dari sistem peluncuran Mk-41 universal di California, dilarang di bawah Perjanjian Rudal Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987, yang secara resmi ditarik oleh AS pada 2 Agustus lalu.

"Washington dengan keras membantah kemungkinan rudal Tomahawk yang berbasis di laut ditembakkan dari Mk-41 yang berbasis di darat," kata Putin. 

"Oleh karena itu, seseorang tidak dapat menyangkal pelanggaran perjanjian yang sekarang sudah tidak berlaku," tambahnya. 

"Itu bukan rahasia bagi Rusia bahwa AS telah mengembangkan senjata terlarang untuk waktu yang cukup lama," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia secara konsisten menyuarakan kegelisahan atas sistem rudal AS, yang ditempatkan di negara-negara seperti Rumania, atau yang berpotensi diletakkan di negara-negara seperti Polandia, yang digunakan untuk tujuan ofensif.

Moskow menjadi semakin khawatir tentang jenis-jenis peluncur ini, tetapi Washington selalu menutup telinga terhadap kekhawatiran ini.

"Sekarang, muncul pertanyaan, bagaimana kita tahu apa yang akan terjadi di Rumania dan Polandia? Fasilitas pertahanan rudal atau sistem serangan roket jarak jauh?" tanya Putin.

Sebelum penarikan dari INF, Washington menuduh Moskow melanggar perjanjian dengan mengembangkan rudal 9M729 serta peluncur dan peralatan terkait yang dilarang oleh perjanjian tersebut.

Rusia pada gilirannya mengatakan Washington gagal membuktikan bahwa rudal itu melanggar kesepakatan dan menyatakan bahwa AS hanya mencari alasan untuk menarik diri dari perjanjian.

"Karena AS tidak lagi terikat oleh perjanjian penting itu, Moskow akan melakukan segala sesuatu untuk melindungi dirinya dari ancaman yang muncul atau yang ada," Putin memperingatkan.

Putin mengakui jika militer Rusia mencari sistem senjata terbaru dan tak tertandingi. Namun upaya itu telah diperkuat oleh penarikan Washington dari kesepakatan kontrol senjata lainnya yaitu Perjanjian Rudal Anti-Balistik (ABM) pada tahun 2003.

"Kami terpaksa memastikan keamanan rakyat dan negara kami. Kami melakukannya sekarang dan akan melakukannya di masa depan," tegas Putin.

Meski begitu, Putin menegaskan jika Rusia tidak menginginkan adanya perlombaan senjata. Hal ini terkait dengan anggaran militernya yang lebih kecil daripada AS, China, Arab Saudi, Inggris, Prancis, dan Jepang.

"Rusia tidak pernah menginginkan, tidak mau, dan tidak ingin terlibat dalam perlombaan senjata mahal yang akan merusak ekonomi kita," tukasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Vladimir Putin, Rusia, Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,960.94 3,921.43
British Pound GBP 1.00 19,033.39 18,841.06
China Yuan CNY 1.00 2,187.72 2,165.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,855.91 14,708.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,721.51 10,607.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,916.99 1,897.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,906.62 10,794.14
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,475.01 17,299.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,593.59 3,555.26
Yen Jepang JPY 100.00 14,216.18 14,073.38
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4934.093 -65.267 707
2 Agriculture 1156.958 -29.674 24
3 Mining 1340.548 -15.994 47
4 Basic Industry and Chemicals 702.870 -6.150 80
5 Miscellanous Industry 849.133 -3.159 53
6 Consumer Goods 1846.211 -22.465 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.139 -2.692 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 813.187 -6.744 79
9 Finance 1061.669 -21.366 94
10 Trade & Service 626.543 -4.189 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 88 113 25 28.41
2 MTPS 376 470 94 25.00
3 KBAG 68 84 16 23.53
4 EPAC 336 398 62 18.45
5 NFCX 1,690 2,000 310 18.34
6 SGER 324 382 58 17.90
7 HELI 169 194 25 14.79
8 MTLA 354 400 46 12.99
9 DPNS 228 254 26 11.40
10 HOMI 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 100 93 -7 -7.00
2 SSTM 406 378 -28 -6.90
3 SINI 466 434 -32 -6.87
4 SQMI 176 164 -12 -6.82
5 PSGO 132 123 -9 -6.82
6 ROCK 1,395 1,300 -95 -6.81
7 DSFI 59 55 -4 -6.78
8 AGRO 326 304 -22 -6.75
9 DPUM 89 83 -6 -6.74
10 MASA 595 555 -40 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,025 27,250 -775 -2.77
2 BBRI 3,190 3,130 -60 -1.88
3 BRIS 825 770 -55 -6.67
4 BBNI 4,590 4,540 -50 -1.09
5 BEST 169 168 -1 -0.59
6 PURA 136 144 8 5.88
7 TLKM 2,810 2,780 -30 -1.07
8 DEAL 132 144 12 9.09
9 BMRI 5,475 5,300 -175 -3.20
10 TOWR 1,025 1,020 -5 -0.49