Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,16% pada penutupan sesi II.
  • 13:29 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 42,41 USD/barel.
  • 13:27 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 45,14 USD/barel.
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Euro pada level 1,1819 USD/GBP.
  • 13:26 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 106,96 JPY/USD.
  • 13:25 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.953 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,02% pada penutupan sesi I.

Waspada, Polusi Udara Bisa Sebabkan Penyakit Mata

Waspada, Polusi Udara Bisa Sebabkan Penyakit Mata

Bukan rahasia lagi polusi udara tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia. Studi baru bahkan menambah daftar masalah yang bisa timbul dari polusi yang dihasilkan kendaraan bermotor, yaitu, penyakit mata.

Penelitian yang dilakukan China Medical University di Taiwan mengungkapkan polusi bisa mempengaruhi kesehatan mata.

Suh-Hang Hank Juo dan rekan dari pusat miopia dan penyakit mata di China Medical University di Taiwan mendokumentasikan untuk pertama kalinya populasi besar yang terpapar dua polutan udara umum, nitrogen dioksida (NO2) dan karbon monoksida (CO).

Mereka mencoba melihat kaitan dua unsur itu dengan risiko lebih tinggi terkena degenerasi makula terkait usia. Kondisi tersebut ketika sel-sel yang rusak di retina menyebabkan penglihatan sentral buram dan dalam beberapa kasus akhirnya kehilangan penglihatan di satu atau kedua mata.

"Alasan mengapa saya fokus pada degenerasi makula daripada katarak atau glaukoma adalah karena secara fisiologis dan biologis, [makula] adalah bagian mata yang paling rentan," kata Juo.

Dalam studi yang dipublikasikan di BMJ Journal of Investigative Medicine, peneliti menganalisis data kualitas udara dan asuransi kesehatan. Penelitian ini melibatkan hampir 40.000 orang di atas 50 tahun yang tinggal di daerah perkotaan Taiwan.

Tim peneliti membagi peserta yang terlibat ke dalam empat kategori paparan polutan. Hasil dari uji tersebut menemukan mereka yang tinggal di daerah dengan konsentrasi NO2 dan CO tertinggi juga memiliki tingkat tertinggi degenerasi makula terkait usia.

Peserta yang terpapar pada tingkat tertinggi NO2 hampir 200 persen lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit tersebut. Sementara mereka yang terpapar dengan konsentrasi CO tertinggi meningkatkan risiko mereka sebesar 84 persen dibandingkan dengan peserta yang terpapar pada tingkat polutan terendah.

Orang yang terpapar pada tingkat sedang dari dua polutan tidak menunjukkan risiko yang secara signifikan lebih tinggi.

"Saya sedikit terkejut hanya tingkat paparan tertinggi yang menunjukkan risiko. Namun, apa yang tampaknya menunjukkan jika eksposur melampaui ambang tertentu, risikonya mulai muncul. Jadi di bawah ambang itu, mungkin kita baik-baik saja," kata Juo dikutip dari Time.

Sebelum penelitian ini, tidak ada banyak bukti yang menunjukkan polusi udara dapat meningkatkan risiko gangguan mata.

"Kami tahu dua polutan udara ini, NO2 dan CO, dapat merusak sel dengan menciptakan molekul reaktif atau radikal bebas. Dan begitu saraf di mata atau otak rusak, mereka tidak bisa beregenerasi," ujar Juo.

Sementara itu, Jou menjelaskan, masyarakat tidak perlu repot-repot menjaga mata dengan kaca mata atau lainnya. Sebab, polutan yang merusak sel makula tidak mungkin memasuki tubuh melalui mata, justru lebih mungkin, memasuki sistem darah setelah dihirup.

Cara terbaik untuk mengurangi risiko, menurut Juo, dengan menghindari berjalan atau jogging di daerah-daerah yang banyak berlintaskanya kendaraan, terutama selama jam-jam sibuk.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Tag: Polusi, Kesehatan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.86 3,957.77
British Pound GBP 1.00 19,577.52 19,379.75
China Yuan CNY 1.00 2,157.44 2,135.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,991.59 14,842.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,705.49 10,597.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.40 1,914.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,918.06 10,807.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.07 17,530.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.53 3,533.07
Yen Jepang JPY 100.00 14,018.69 13,877.91
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5239.250 5.798 698
2 Agriculture 1197.150 8.188 23
3 Mining 1397.826 2.228 48
4 Basic Industry and Chemicals 762.931 -1.567 80
5 Miscellanous Industry 953.200 -0.327 52
6 Consumer Goods 1931.632 16.356 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.862 -0.799 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.469 5.192 78
9 Finance 1164.347 -1.003 93
10 Trade & Service 633.771 -3.745 174
No Code Prev Close Change %
1 MBAP 1,820 2,270 450 24.73
2 DVLA 2,450 3,040 590 24.08
3 KIOS 160 194 34 21.25
4 CNTX 218 250 32 14.68
5 ALTO 354 400 46 12.99
6 TRUS 284 320 36 12.68
7 PNLF 185 206 21 11.35
8 BIKA 179 199 20 11.17
9 TDPM 94 104 10 10.64
10 BMSR 53 58 5 9.43
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 144 134 -10 -6.94
2 MREI 5,200 4,840 -360 -6.92
3 BPTR 87 81 -6 -6.90
4 SGER 262 244 -18 -6.87
5 FOOD 131 122 -9 -6.87
6 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
7 EMTK 5,475 5,100 -375 -6.85
8 MSKY 1,025 955 -70 -6.83
9 PAMG 74 69 -5 -6.76
10 BOLA 163 152 -11 -6.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,090 1,030 -60 -5.50
2 BBRI 3,350 3,330 -20 -0.60
3 FREN 128 120 -8 -6.25
4 BBNI 5,125 5,075 -50 -0.98
5 BMTR 264 248 -16 -6.06
6 PURA 129 134 5 3.88
7 TLKM 2,950 3,010 60 2.03
8 MDKA 1,810 1,770 -40 -2.21
9 EXCL 2,430 2,610 180 7.41
10 PNLF 185 206 21 11.35