Portal Berita Ekonomi Senin, 23 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:02 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,54 $/barel
  • 16:01 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.520 $/ounce
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,41% di akhir sesi II.
  • 14:59 WIB. Bursa - Indeks FTSE dibuka melemah 0,30% pada level 7.323
  • 14:29 WIB. India - Karyawan bank di India akan mogok nasional 26 dan 27 September sebagai protes mega merger bank
  • 14:05 WIB. Inggris - Agensi perjalanaan Thomas Cook alami kebangkrutan
  • 13:19 WIB. Korea - Ekspor ponsel Korsel turun 18,2% menjadi US$1,06 miliar sampai dengan Agustus 
  • 13:17 WIB. Korea - Ekspor ICT turun 24,5% menjadi US$15,23 miliar pada Agustus

Kemendag Pacu Ekspor Produk Berbahan Kayu Ringan Kalimantan Tengah

Kemendag Pacu Ekspor Produk Berbahan Kayu Ringan Kalimantan Tengah - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) memacu kinerja ekspor Indonesia salah satunya melalui produk perkayuan.

Hal tersebut diwujudkan Ditjen PEN melalui kegiatan forum “Pengembangan Potensi Ekspor Kayu Ringan Melalui Kerja Sama Dengan SIPPO, IPD Jerman, Fairventures dan Pemerintah Daerah”, pada tanggal 20 Agustus 2019 memfasilitasi para pelaku usaha kayu ringan di Provinsi Kalimantan Tengah guna memberikan informasi potensi peluang dan pengembangan kayu ringan di pasar dunia, khususnya Eropa.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan mengatakan sektor kayu telah menjadi fokus utamanya selama beberapa tahun terakhir ini karena Indonesia merupakan salah satu eksportir utama dunia dan sektor ini sejalan dengan hasil rakor Menko Perekonomian.

Baca Juga: Upaya Kemendag Tingkatkan Konsumsi Domestik dan Kemajuan UMKM

"Kami fokus mengembangkan jenis kayu ringan khususnya sengon karena jenis kayu ini sebagian besar tumbuh di lahan masyarakat bukan di hutan alam, sehingga selain dapat menambah nilai ekonomis jenis kayu ini juga terhindar dari illegal logging," ujar Marolop Nainggolan, Palangkaraya, Selasa (22/8/2019).

Selain itu, lanjutnya, untuk mendapatkan masukan dan informasi langsung dari para NGO, Pemda dan pelaku usaha khususnya di provinsi Kalimantan Tengah. Pemilihan lokasi dengan alasan karena Pulau Kalimantan memiliki sumber daya yang kaya akan kayu dengan jenis beragam termasuk berbagai jenis kayu ringan.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk tetap menjadi pemain ekspor utama di produk kayu, namun perlu mengembangkan produk inovatif melalui jenis kayu yang lebih ramah lingkungan antara lain jenis sengon yang hanya dapat tumbuh dengan baik di Indonesia”, ujar Marolop.

Baca Juga: Material Kayu Mulai Ditinggalkan, Kalsi Tawarkan Alternatif

“Saat ini produk yang dihasilkan sebagian besar adalah plywood dan barecore, namun ke depan kami akan mendorong inovasi produk lain dapat dihasilkan termasuk produk di sektor konstruksi dan furniture", tegas Marolop.

Kepala Dinas Kehutanan, Bapak Sri Suwanto mewakili Sekda Prov. Kalteng dalam pembukaan menyatakan bahwa potensi kayu ringan dari hutan alam pun di Kalimantan Tengah cukup besar, terutama berasal dari 57 unit HPH.

“Pemerintah daerah akan menyiapkan lahan untuk penanaman kayu sengon jika dibutuhkan”, kata Sri.

Berdasarkan keterangan, IPPO (The Swiss Import Promotion Programme), IPD (The Import Promotion Desk) Jerman dan Fairventures merupakan NGO mitra kerja sama Kemendag dalam rangka meningkatkan ekspor produk kayu ringan ke seluruh dunia. Lembaga-lembaga Non Pemerintah ini merupakan lembaga non profit yang memiliki program guna pengembangan produk, serta mengefektifkan rantai nilai antara pihak pemerintah, swasta, designer, produsen dan konsumen. Selain itu juga, mendekatkan rantai nilai tersebut agar bekerja sama dalam  keberlanjutan dan kelestarian kayu ringan di Indonesia.

Tag: Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ekspor

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Kemendag

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,771.53 3,734.01
British Pound GBP 1.00 17,665.36 17,487.74
China Yuan CNY 1.00 2,000.03 1,980.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,147.00 14,007.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,588.84 9,486.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,804.63 1,786.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,279.76 10,176.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,597.07 15,441.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,392.57 3,354.97
Yen Jepang JPY 100.00 13,136.78 13,003.16

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69