Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:36 WIB. GOLD - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.501 $/ounce
  • 13:35 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,61 $/barel
  • 13:34 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 59,09 $/barel
  • 13:28 WIB. Valas - Dollar melemah 0,08% terhadap Yuan pada level 7,09 Yuan/Dollar
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar menguat 0,08% terhadap Yen pada level 108,22 Yen/Dollar
  • 13:26 WIB. Valas - Dollar menguat 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,2488 $/Pound
  • 13:25 WIB. Valas - Dollar menguat 0,11% terhadap Euro pada level 1,1064 $/Euro
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,46% di akhir sesi I.
  • 10:22 WIB. Kanada - Rasio utang terhadap PDB Kanada turun 30,9% (tahun fiskal 2018-2019) sedang tahun lalu 31,3%
  • 09:17 WIB. China - Guangzhou Port Group buka jalur peti kemas perdana ke pantai timur AS
  • 22:34 WIB. Jepang  - Menkeu Taro Aso rekomendasikan Masatsugu Asakawa menjadi Presiden ADB

Kenapa Kedai Kopi Susu Tumbuh Pesat di Jakarta?

Kenapa Kedai Kopi Susu Tumbuh Pesat di Jakarta? - Warta Ekonomi

Es kopi susu saat ini sedang menjadi tren. Kedai kopi susu pun makin menjamur terutama di Jakarta. Apa sih sebenarnya yang membuat kopi susu ini menjadi tren dan kedai kopi susu ini menjamur?

Pengamat kopi yang juga General Manager ABDC School of Coffee, Willyanto, menjelaskan setiap tahun industri kopi terus berkembang. Perkembangannya seiring dengan tren specialty coffee  yang terus berkembang.

Bahkan di ABCD School Coffee sendiri, sekitar 90 siswanya belajar di sana bukan untuk menjadi barista tapi ingin menjadi pemilik kedai kopi.

Salah satu kopi yang paling digemari saat ini adalah es kopi susu. Kedainya pun menjamur di mana-mana.

"Satu dua sukses, semua bikin juga. Indonesia sebagai negara penghasil kopi. Mudah didapat kopinya dan harga terjangkau. Ini salah satu keuntungan kita dibanding negara lain yang susah mendapatkan kopi," ujarnya di Jakarta Coffee Week 2019.

Menurutnya, makin banyak kedai kopi maka justru menguntungkan pelanggan. "Dia suka yang bagaimana, model kedai kopi bagus mewah atau yang sederhana," ujarnya.

Bagi para pengusaha kedai kopi, mereka harus siap menghadapi persaingan. Mereka harus jeli melihat pasar sedang tertarik dengan kopi yang seperti apa. Mereka juga harus bisa mengolah media sosialnya dengan baik.

"Otomatis yang pasif tertinggal. Ada yang buka setahun dua tahun tutup, mungkin karena harga sewa dan lainnya," ungkapnya.

Nyaman di Lidah
Ia menambahkan es kopi susu sudah ada dari jaman dulu. Kenapa sekarang menjadi tren?

"Karena gara-gara ada coffee shop mengemas lagi kopi susu, dia mengemas simpel dan murah kaya pop ice. Kemudian ditaruh di chiller. Dipromosikan Rp18 ribu. Katanya murah di Jakarta. Makanya booming banget. Yang lain ikut-ikutan bikin," ungkapnya.

Menurutnya, sebenarnya kopi itu memang tidak dicampur dengan bahan apapun. Baik itu gula, susu dan lainnya. Namun ini adalah tren. Dari segi bisnis pasar paling banyak adalah untuk kopi manis.

"Kita di industri kopi, kampanye kopi jangan dicampur, tidak bisa apa-apa. Mungkin berikutnya ada hal yang menarik bisa bergeser juga," ujarnya.

Es kopi susu, menurutnya, yang penting adalah produk yang nyaman di lidah. Karena kopinya dari varian apa tidak semuanya diketahui, begitu juga kualitas apalagi ketika kopi sudah bercampur dengan bahan lainnya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Kopi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Siswowidodo

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,772.53 3,734.80
British Pound GBP 1.00 17,676.18 17,499.89
China Yuan CNY 1.00 2,000.62 1,980.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,694.17 9,595.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.89 1,789.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,289.41 10,184.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,661.22 15,502.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.36 3,347.67
Yen Jepang JPY 100.00 13,075.22 12,943.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6236.690 17.255 653
2 Agriculture 1401.290 40.171 21
3 Mining 1677.442 -1.658 49
4 Basic Industry and Chemicals 892.715 -1.823 72
5 Miscellanous Industry 1156.368 -32.269 49
6 Consumer Goods 2234.077 11.452 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.631 1.437 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.642 17.931 75
9 Finance 1252.622 4.164 90
10 Trade & Service 806.759 0.554 163
No Code Prev Close Change %
1 TFAS 180 278 98 54.44
2 OKAS 193 260 67 34.72
3 ITIC 1,000 1,250 250 25.00
4 ETWA 82 96 14 17.07
5 JSKY 720 840 120 16.67
6 KOTA 478 550 72 15.06
7 KARW 91 102 11 12.09
8 YELO 134 150 16 11.94
9 MINA 2,300 2,570 270 11.74
10 BMSR 100 110 10 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDRA 800 675 -125 -15.62
2 TFCO 635 545 -90 -14.17
3 TRST 400 360 -40 -10.00
4 JAWA 124 112 -12 -9.68
5 LPLI 158 144 -14 -8.86
6 INTD 159 145 -14 -8.81
7 MPRO 790 725 -65 -8.23
8 AHAP 62 57 -5 -8.06
9 BUKK 1,770 1,630 -140 -7.91
10 GLOB 420 390 -30 -7.14
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MAMI 130 139 9 6.92
3 MNCN 1,285 1,275 -10 -0.78
4 MSIN 466 466 0 0.00
5 TFAS 180 278 98 54.44
6 BMTR 364 354 -10 -2.75
7 HMSP 2,290 2,330 40 1.75
8 PGAS 2,050 2,180 130 6.34
9 GGRM 54,600 54,625 25 0.05
10 ERAA 1,860 1,980 120 6.45