Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:14 WIB. India - AS dan India akan bahas penurunan tarif pada beberapa produksi AS dan perlakuan khusus ekspor India ke AS
  • 04:01 WIB. Turki - Pengadilan Turki hukum penjara 14 orang karena terhubung dengan IS ekstrimis
  • 03:56 WIB. Irak - DK PBB perpanjang mandat tim untuk selidiki kejahatan IS di Irak
  • 03:45 WIB. Thailand - Pemerintah Thailand peringatkan semua provinsi perbatasan waspada karena demam babi ditemukan di negara tetangga
  • 22:18 WIB. China - Menteri Industri dan TI: industri makanan naik 9,5% dalam 7 bulan pertama
  • 18:52 WIB. China - Toyota akan tarik Lexus di China karena airbag rusak
  • 17:04 WIB. China - Obligasi yang diterbitkan China pada Agustus mencapai 4,4 T yuan, bulan Juli 3,5 T yuan
  • 15:14 WIB. Kuba - Menlu Kuba kecam sanksi dari Trump yang akibatkan kekurangan bahan bakar
  • 15:08 WIB. China - Regulator setujui 3 perusahaan IPO yakni Bafang Electric, Cosonic Acoustic Technology,  dan Zhejiang Meorient

Bidik Dana Rp54 Miliar dari Pasar Modal, OPMS Siap Perkuat Bisnis Besi Bekas

Bidik Dana Rp54 Miliar dari Pasar Modal, OPMS Siap Perkuat Bisnis Besi Bekas - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) membidik dana segar hingga Rp54 miliar dari pasar modal melalui mekanisme penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 23/09/2019 mendatang. Calon emiten bursa ini mengaku, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat bisnis besar bekas OPMS.

Direktur Utama OPMS, Meilyna Widjaja, mengungkapkan bahwa melantainya perusahaan di bursa menjadi upaya OPMS dalam memperkuat bisnis di bidang besi scrap, di mana sebagian besar berasal dari kapal bekas. Ia optimis, kendati terbilang anyar di Indonesia, industri besi bekas diklaim mempunyai pangsa pasar yang besar.

Baca Juga: Sinarmas Sekuritas: IPO Optima Prima Metal Sinergi Sangat Menarik Buat Investor

“Kami bersyukur bidang usaha yang kami pilih, yakni penjualan besi scrap dari hasil pemotongan kapal telah menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini seiring dengan peningkatan kebutuhan besi baja di Indonesia," imbuh Meilyna kepada media dalam paparan publik, Jakarta, Senin (26/08/2019).

Ia menambahkan, saat ini, sektor konstruksi, manufaktur, dan otomotif tengah bertumbuh. Adapun ketiga sektor tersebut merupakan konsumen utama dari produk logam yang sejalan dengan bisnis OPMS.

Baca Juga: Mau Punya Saham di Perusahaan Besi Bekas, Segini Harga yang Harus Dibayar

"Kami optimis, IPO ini merupakan langkah yang paling tepat untuk memperbesar usaha kami sekaligus memperkenalkan secara luas akan industri besi scrap kepada industri besi baja di dalam negeri,” sambungnya.

Ditambah pula, aktivitas pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa, seperti pembangunan infrastruktur transportasi (jalan tol, jembatan, bandara, pelabuhan), power plant, dan bendungan juga mendukung pertumbuhan bisnis produk logam.

“Kami berharap kehadiran OPMS dapat menjadi warna baru bagi pasar modal di Tanah Air. Dengan komitmen yang tinggi dalam menjalankan bisnis perusahaan, kami bersyukur dapat mengambil bagian terhadap pengadaan bahan baku besi baja di Indonesia. Dengan ini berarti kami meningkatkan efisiensi karena dapat mengurangi ketergantungan industri baja terhadap bahan baku impor di tengah proyek pembangunan infrastruktur dalam negeri yang tinggi,” tutup Meilyna.

Tag: PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS), Initial Public Offering (IPO), Infrastruktur, Jasa Konstruksi

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Istimewa

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69