Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 01:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE dibuka melemah 0,26% pada level 7.326
  • 20:04 WIB. CPO - Harga CPO CIF Rotterdam diperdagangkan pada level 567,5 Dollar/Ton
  • 19:58 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,08 $/barel
  • 19:57 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,18 $/barel
  • 19:56 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.519 $/ounce
  • 19:55 WIB. Valas - Dollar melemah 0,04% terhadap Yen pada level 107,52 Yen/Dollar
  • 19:54 WIB. Valas - Dollar menguat 0,48% terhadap Yuan pada level 7,1248 Yuan/Dollar
  • 19:53 WIB. Valas - Dollar menguat 0,42% terhadap Poundsterling pada level 1,2426 $/Pound
  • 19:52 WIB. Valas - Dollar menguat 0,25% terhadap Euro pada level 1,0989 $/Euro
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar menguat 0,21% terhadap Rupiah pada level 14.085 Rupiah/Dollar

Intelijen AS Sebut Ledakan Nuklir Rusia Akibat Sebuah Kapal

Intelijen AS Sebut Ledakan Nuklir Rusia Akibat Sebuah Kapal - Warta Ekonomi
WE Online, Washington -

Sebuah ledakan terjadi di lepas pantai utara Rusia. Ledakan tersebut dipicu rudal bertenaga nuklir dari dasar laut ketika hendak dievakuasi pihak Rusia. Hal itu dibenarkan pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui intelijen yang tengah memantau.

Lima ilmuwan nuklir Rusia tewas karena ledakan rudal tersebut pada 8 Agustus lalu. Kejadian itu memicu kekhawatiran Moskow yang sedang menguji coba rudal Burevestnik bertenaga nuklir yang juga dikenal sebagai Skyfall.

"Ini bukan peluncuran senjata baru, melainkan misi pemulihan untuk menyelamatkan rudal yang hilang dari tes sebelumnya," kata sumber pemerintah AS yang mengetahui langsung tentang penilaian intelijen AS. 

Salah seorang sumber lainnya memaparkan ledakan tersebut bersumber dari salah satu kapal yang tengah ditugaskan memulihkan rudal nuklir bawah laut.

"Ada ledakan di salah satu kapal yang terlibat dalam pemulihan dan yang menyebabkan reaksi di inti nuklir rudal yang mengarah pada kebocoran radiasi," lanjut sumber lainnya yang berbicara kepada CNBC dengan syarat anonim, Jumat (30/8/2019).

Laporan intelijen AS tidak menyebutkan potensi risiko kesehatan atau lingkungan yang ditimbulkan oleh kerusakan reaktor nuklir rudal.

CNBC pernah mengulas tentang persiapan serupa Moskow untuk mencoba memulihkan rudal bertenaga nuklir yang hilang di laut. Kru Moskow berusaha untuk memulihkan rudal yang mendarat di Laut Barents setelah tes mengalami kegagalan. 

Operasi saat itu melibatkan tiga kapal, salah satunya dilengkapi peralatan untuk menangani bahan radioaktif dari inti nuklir senjata. Jika Rusia mampu mendapatkan kembali kepemilikan rudal itu, analis intelijen AS memperkirakan bahwa Moskow akan menggunakan prosedur itu sebagai cetak biru untuk operasi pemulihan di masa depan.

Pada Maret lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan sejumlah senjata hipersonik, serta Burevestnik yang diklaim sebagai rudal bertenaga nuklir dengan jangkauan tak terbatas. Menurut sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS tentang program senjata, Kremlin belum melakukan tes senjata seperti itu yang telah berhasil.

Burevestnik diuji sekali awal tahun ini dan sebelum itu. Senjata itu diuji empat kali antara November 2017 dan Februari 2018, masing-masing mengakibatkan kecelakaan.

AS menentukan bahwa penerbangan uji terpanjang misil itu hanya berlangsung lebih dari dua menit, dengan rudal terbang 22 mil sebelum kehilangan kendali dan jatuh. Tes terpendek berlangsung empat detik dan terbang sejauh lima mil.

Tes-tes tersebut menunjukkan bahwa jantung bertenaga nuklir dari rudal jelajah gagal untuk memulai dan, oleh karena itu, senjata tidak dapat mencapai penerbangan tak terbatas yang seperti yang dibanggakan Putin.

Pemerintah maupun militer Rusia belum berkomentar atas laporan tersebut.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Amerika Serikat (AS), Rusia, Nuklir, Senjata Nuklir

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Foto/Reuters

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,771.53 3,734.01
British Pound GBP 1.00 17,665.36 17,487.74
China Yuan CNY 1.00 2,000.03 1,980.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,147.00 14,007.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,588.84 9,486.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,804.63 1,786.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,279.76 10,176.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,597.07 15,441.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,392.57 3,354.97
Yen Jepang JPY 100.00 13,136.78 13,003.16

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6206.199 -25.274 655
2 Agriculture 1370.120 -3.285 20
3 Mining 1655.731 -9.706 49
4 Basic Industry and Chemicals 865.817 -15.123 73
5 Miscellanous Industry 1175.534 6.983 49
6 Consumer Goods 2216.558 -7.799 54
7 Cons., Property & Real Estate 492.330 -8.272 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1221.672 -6.834 75
9 Finance 1256.359 0.335 90
10 Trade & Service 796.070 -0.485 164
No Code Prev Close Change %
1 OPMS 135 228 93 68.89
2 AHAP 75 101 26 34.67
3 OKAS 216 270 54 25.00
4 POLA 840 1,000 160 19.05
5 KRAH 1,135 1,320 185 16.30
6 ALKA 420 480 60 14.29
7 ABMM 1,950 2,180 230 11.79
8 PSAB 240 268 28 11.67
9 ISSP 121 135 14 11.57
10 MPOW 181 198 17 9.39
No Code Prev Close Change %
1 YELO 176 145 -31 -17.61
2 FILM 416 350 -66 -15.87
3 PORT 625 530 -95 -15.20
4 PSDN 167 142 -25 -14.97
5 TIRA 286 254 -32 -11.19
6 PRAS 167 150 -17 -10.18
7 PTIS 280 252 -28 -10.00
8 EMTK 5,100 4,610 -490 -9.61
9 KPAL 680 625 -55 -8.09
10 BAPA 89 82 -7 -7.87
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 147 148 1 0.68
2 IATA 50 50 0 0.00
3 IPTV 520 555 35 6.73
4 FREN 166 163 -3 -1.81
5 YELO 176 145 -31 -17.61
6 ERAA 1,925 2,020 95 4.94
7 PGAS 2,170 2,280 110 5.07
8 HOME 84 84 0 0.00
9 BCAP 160 161 1 0.62
10 BRPT 1,000 965 -35 -3.50