Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:02 WIB. Kuba - Menlu Kuba: Mencegah pengiriman bahan bakar adalah bagian dari genosida kepada Kuba
  • 23:52 WIB. Italia - OECD prediksikan PDB Italia naik 0,4% pada 2020
  • 23:46 WIB. Jerman - Pendapatan Rocket Internet naik 33% menjadi 32 juta euro pada semester I
  • 23:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE dibuka menguat 0,58% pada level 7.356
  • 21:47 WIB. China - BUMN baja Baowu Steel Group merger dengan Magang Holding Co. Ltd
  • 20:45 WIB. China - Kemenkeu: Nilai obligasi pemda Agustus naik jadi 569,6 M yuan,  Juli sebesar 555,9 M yuan
  • 20:34 WIB. China - GAC: China akan larang impor babi dan babi hutan dari Republik Korea karena kasus demam babi Afrika
  • 19:49 WIB. Valas - Dollar melemah 0,33% terhadap Euro pada level 1,1066 $/euro
  • 19:47 WIB. Valas - Dollar menguat 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,2472 $/pound
  • 19:45 WIB. Valas - Dollar melemah 0,45% terhadap Yen pada level 107,96 yen/dollar
  • 19:41 WIB. Valas - Dollar menguat 0,11% terhadap Yuan pada level 7,09 yuan/dollar
  • 19:37 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.500 $/ounce
  • 19:36 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 59,42 $/barel
  • 19:34 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,33 $/barel
  • 18:07 WIB. India - Maruti Suzuki catatkan ekspor mobil satu juta unit dari Pelabuhan Mundra di Gujarat

Penduduk Kashmir Dianiaya Polisi India, Foto Kekejaman Penganiayaan Beredar

Penduduk Kashmir Dianiaya Polisi India, Foto Kekejaman Penganiayaan Beredar - Warta Ekonomi
WE Online, Srinagar -

Pasukan keamanan di wilayah Kashmir yang diperintah India dituduh melakukan penganiayaan dan penyiksaan. Penyiksaan tersebut terkait keputusan New Delhi mencabut status otonomi khusus di wilayah itu. Ada sejumlah warga desa di Kashmir mengatakan bahwa mereka dipukuli dengan tongkat dan kabel serta diberi sengatan listrik.

 

Diwartakan Jurnalis BBC, Sameer Hashmi menjelaskan jika dia telah mengunjungi beberapa desa di Kashmir dan mendengar kesaksian dari penduduk mengenai terjadinya serangan malam, penganiayaan dan penyiksaan.

 

Terkait dengan insiden penyiksaan, dokter dan pejabat kesehatan tidak mau berbicara dengan wartawan tentang pasien apa pun penyakit mereka. Namun, penduduk desa menunjukkan luka-luka yang diduga disebabkan oleh pasukan keamanan. Para penduduk di salah satu desa mengatakan bahwa tentara pergi dari rumah ke rumah hanya beberapa jam setelah India mengumumkan keputusan pencabutan status otonomi yang kontroversial.

 

Dua bersaudara yang menolak diungkap identitasnya mengatakan bahwa mereka dibangunkan dan dibawa ke luar di mana hampir selusin pria lain dari desa berkumpul.

 

"Mereka memukuli kami. Kami bertanya kepada mereka: ‘Apa yang telah kami lakukan? Anda dapat bertanya kepada penduduk desa apakah kami berbohong, apakah kami telah melakukan kesalahan?' Tetapi mereka tidak ingin mendengar apa pun, mereka tidak mengatakan apa-apa, mereka terus memukuli kami, " kata salah satu dari mereka sebagaimana dilansir BBC, Jumat (30/8/2019).

 

18xji477vj7p3kg1jymn_12054.jpg

Foto: BBC.

 

"Mereka memukuli setiap bagian tubuh saya. Mereka menendang kami, memukul kami dengan tongkat, memberi kami kejutan listrik, memukul kami dengan kabel. Mereka memukul kami di bagian belakang kaki. Ketika kami pingsan mereka memberi kami kejutan listrik untuk menyadarkan kami kembali. Ketika mereka memukul kami dengan tongkat dan kami berteriak, mereka menutup mulut kami dengan lumpur.

 

"Kami mengatakan kepada mereka bahwa kami tidak bersalah. Kami bertanya mengapa mereka melakukan ini? Tetapi mereka tidak mendengarkan kami. Saya mengatakan kepada mereka jangan memukuli kami, tembak saja kami. Saya meminta Tuhan untuk mengambil saya, karena penyiksaan itu tak tertahankan."

 

Salah seorang pemuda mengatakan pasukan keamanan terus memintanya untuk "memberi nama pelempar batu", merujuk pada sebagian besar pria muda dan remaja pria yang dalam dekade terakhir menjadi wajah protes warga sipil di Lembah Kashmir.

 

Dia mengatakan bahwa dia memberi tahu para prajurit bahwa dia tidak tahu, jadi mereka memerintahkan dia untuk melepas kacamata, pakaian, dan sepatunya kemudian memukulinya dengan tongkat dan pentungan selama hampir dua jam.

 

“Setiap kali saya pingsan mereka memberi kejutan listrik untuk menyadarkan saya.”

 

b4ex9btmwy6p8l7vqx0u_19302.jpg

Foto: BBC.

 

Pada pernyataan kepada BBC, militer India menyatakan mereka "tidak mengadili warga sipil seperti yang dituduhkan". Militer India mengatakan tuduhan itu “tidak berdasar dan tidak memiliki bukti”.

 

"Tidak ada tuduhan khusus tentang hal ini yang diajukan kepada kami. Tuduhan ini kemungkinan besar dimotivasi oleh unsur-unsur jahat," kata Juru Bicara Militer Kolonel Aman Anand.

 

“Langkah-langkah telah diambil untuk melindungi warga sipil tetapi ‘tidak ada cedera atau korban jiwa karena tindakan balasan yang dilakukan oleh tentara’," tambahnya.

 

Pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu membuat Kashmir dalam keadaan terkunci selama lebih dari tiga pekan. Manurut informasi baru mengalir sejak 5 Agustus ketika Pasal 370, yang memberi status khusus bagi Kashmir, dicabut.

 

Puluhan ribu pasukan tambahan telah dikerahkan ke wilayah tersebut dan sekira 3.000 orang, termasuk para pemimpin politik, pengusaha dan aktivis, dilaporkan telah ditahan. Banyak dari mereka yang telah dipindahkan ke penjara di luar negara bagian itu.

 

Pihak berwajib menjelaskan bahwa tindakan ini bersifat pre-emptive dan dirancang untuk menjaga hukum dan ketertiban di wilayah tersebut. Jammu-Kashmir yang merupakan satu-satunya negara bagian di India yang berpenduduk mayoritas Muslim, tetapi sekarang telah dibagi menjadi dua wilayah yang dikelola pemerintah federal.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: India, Kashmir, Pakistan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Foto: (Foto: AFP)

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.39 3,739.37
British Pound GBP 1.00 17,665.91 17,487.15
China Yuan CNY 1.00 2,003.20 1,983.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.00 9,528.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,810.67 1,792.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,280.06 10,177.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,634.07 15,478.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,378.40 3,341.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,100.04 12,969.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.470 -32.163 654
2 Agriculture 1367.560 -20.038 21
3 Mining 1651.226 -19.891 49
4 Basic Industry and Chemicals 887.628 -7.335 73
5 Miscellanous Industry 1173.485 -14.145 49
6 Consumer Goods 2237.091 -6.321 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.440 -0.066 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1213.788 -7.826 75
9 Finance 1261.082 -4.842 90
10 Trade & Service 801.768 -3.260 163
No Code Prev Close Change %
1 VINS 101 136 35 34.65
2 GHON 1,350 1,600 250 18.52
3 DART 318 370 52 16.35
4 HOME 99 113 14 14.14
5 GGRP 840 945 105 12.50
6 TRIM 153 170 17 11.11
7 PDES 1,100 1,215 115 10.45
8 YELO 160 176 16 10.00
9 CCSI 296 324 28 9.46
10 BBLD 450 488 38 8.44
No Code Prev Close Change %
1 PANI 123 101 -22 -17.89
2 DIGI 1,990 1,695 -295 -14.82
3 GLOB 486 420 -66 -13.58
4 JSKY 980 860 -120 -12.24
5 TIRA 278 244 -34 -12.23
6 IDPR 350 314 -36 -10.29
7 PEGE 234 212 -22 -9.40
8 APEX 605 550 -55 -9.09
9 MBTO 145 132 -13 -8.97
10 SMDM 137 125 -12 -8.76
No Code Prev Close Change %
1 HOME 99 113 14 14.14
2 MAMI 139 140 1 0.72
3 MSIN 470 468 -2 -0.43
4 IPTV 540 530 -10 -1.85
5 FREN 154 163 9 5.84
6 MNCN 1,285 1,270 -15 -1.17
7 BCAP 163 163 0 0.00
8 ERAA 1,920 1,940 20 1.04
9 YELO 160 176 16 10.00
10 KPIG 148 146 -2 -1.35