Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:52 WIB. Brazil - Presiden Brazil sudah tanda tangani peraturan liberalisasi ekonomi dengan mengurangi birokrasi
  • 16:30 WIB. China - AIIB akan investasi US$1,09 M untuk 6 proyek di Asean
  • 15:13 WIB. Mobil Listrik - China miliki 245 pos untuk ganti baterai pada Agustus,  107 diantaranya di Beijing
  • 15:09 WIB. China - Mobil Maserati yang recall akan diperbaiki dengan gratis
  • 15:06 WIB. China - Jumlah pos pengisian energi baru bertambah 9 ribu pos pada Agustus
  • 14:58 WIB. China - Maserati tarik 711 mobil di China karena ada cacat pada lampu (headlight beams)
  • 12:59 WIB. India - Petronet LNG akan pasok 5 juta ton per tahun LNG dari proyek Driftwood
  • 09:04 WIB. AS - Barron Hilton meninggal dalam usia 91 tahun di kediaman Los Angeles

Perang Dagang Makin Geram, China dan AS Naikkan Tarif Impor Lawan

Perang Dagang Makin Geram, China dan AS Naikkan Tarif Impor Lawan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perang dagang China dan Amerika Serikat (AS) memasuki tahapan baru. Kedua negara menaikan tarif impor lawan masing-masing.

Di sisi lain perundingan untuk mengakhiri perselihan yang dimulai sejak tahun lalu akan digelar lagi bulan ini. Media pemerintah China yakni kantor berita Xinhua memberikan catatan yang cukup keras.

"Amerika Serikat harus belajar berperilaku sebagai kekuatan dunia yang bertanggung jawab dan berhenti bertingkah seperti 'perundung di sekolah'," tulis kantor berita Xinhua, Minggu (1/9/2019).

Baca Juga: Terkait Perang Dagang, Donald Trump Beberkan Musuh Terbesar AS

Tahapan baru perang dagang mulai berlaku pada Minggu (1/9/2019) ini. Beijing menaikan retribusi minyak mentah AS sebesar 5 persen. Pertama kalinya perang dagang ini melibatkan sektor perminyakan.

"Sebagai satu-satunya kekuatan dunia, (AS) harus memikul tanggung jawab dipundaknya, dan bergabung dengan negara lainnya untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dan sejahtera lagi, hanya dengan begitu Amerika kembali jadi hebat lagi," tulis Xinhua.

Mereka menyinggung slogan yang dipakai Presiden AS Donald Trump selama kampanye yakin 'Make America Great Again'.  Media milik pemerintah Partai Komunis China, People Daily mengatakan kenaikan tarif impor tidak mempengaruhi pembangunan China.

"Meledaknya perekonomian China membuat China menjadi tanah subur untuk investasi yang tidak dapat diabaikan perusahaan asing," dalam sebuah catatan yang menggunakan nama Zhong Zheng.

Baca Juga: Perang Dagang, Donald Trump Minta Perusahaan AS Angkat Kaki dari China

Zhong Zheng atau'Suara Cina', sebuah nama yang sering digunakan pemerintah China untuk mengungkapkan pandangan mereka tentang kebijakan luar negeri. Tahapan baru perang dagang ini dimulai oleh AS. 

Pemerintahan Trump mulai menaikan tarif impor China senilai 125 miliar dolar sebesar 15 persen. Barang-barang itu antara lain speaker canggih, headphone bluetooth, dan berbagai komoditas sepatu.

China membalasnya dengan menaikan tarif impor sebesar 15 persen beberapa barang AS senilai 75 miliar dolar AS. Beijing belum mengungkapkan rincian barang apa saja yang dinaikan tarifnya.

Tarif tambahan sebesar 5 persen dan 10 persen ini diberlakukan pada 1.717 dari 5.078 jenis produk yang berasal dari AS. Beijing akan menaikan tarif impor sisa barang lainnya pada 15 Desember mendatang.

Pada bulan lalu Trump mengatakan ia meningkatkan tarif impor barang-barang China yang sebelumnya sudah dinaikan dan berencana menaikan tarif impor sebesar  5 persen barang China senilai 550 miliar dolar AS. Hal ini ia katakan setelah China mengumumkan langkah balasan.

Baca Juga: Rusia-China Tawarkan Jet, AS Beri Peringatan ke Iran

Tarif impor telepon genggam, laptop, mainan dan pakaian akan naik sebesar 15 persen pada 15 Desember mendatang. Kantor Perwakilan Perdagangan AS mengatakan pada 20 September mendatang mereka akan mengumpulkan opini publik tentang kenaikan tarif impor barang China sebesar 30 persen untuk komoditas Cina senilai 250 miliar dolar AS yang sebelumnya sudah dinaikan sebesar 25 persen.

Tim perdagangan AS dan China melanjutkan perundingan dan akan menggelar pertemuan pada bulan September ini. Tapi kata Trump kenaikan tarif yang dilakukan China membuat pertemuan itu ditunda.

Selama dua tahun terakhir Trump menekan China. AS meminta negara dipimpin Xi Jinping itu bersedia mengubah kebijakan mereka dalam perlindungan hak kekayaan intelektual dan kebijakan yang mengharuskan perusahaan asing memberikan teknologi mereka ke perusahaan China.

AS juga meminta China mengubah kebijakan mereka dalam subsidi untuk perusahaan China dan membuka akses pasar seluas-luasnya. Dengan konsisten Negeri Tirai Bambu membantah tuduhan-tuduhan AS tersebut. Mereka berjanji akan menyerang balik dan mengkritik pratek perdagangan proteksionis yang diterapkan Trump.

China menekan AS untuk membatalkan kenaikan tarif impor. Pada pada pekan lalu mereka mengatakan perundingan pada bulan September sudah dibahas kedua negara.

Perang dagang ini dibayangi ketegangan antara Beijing dan AS di Laut Cina Selatan. AS menuntut perairan strategis itu tetap menjadi wilayah bebas navigasi. Sementara China mengklaim perairan yang diperebutkan banyak negara itu milik mereka.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Perang Dagang, China (Tiongkok), Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: (Reuters)

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69