Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:59 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Euro pada level 1,1033 USD/EUR.
  • 08:57 WIB. Valas - Rupiah dibuka positif 0,06% terhadap Dollar AS pada level 13.590 IDR/USD.
  • 08:56 WIB. Valas  - Dollar AS melemah 0,29% terhadap Yen pada level 108,96 JPY/USD.
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,05% di awal pekan.
  • 08:54 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 1,67% pada level 23.428.
  • 08:51 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.581 USD/troy ounce.
  • 08:50 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,44 USD/barel.
  • 08:50 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,96 USD/barel.

Ma'ruf Amin Bakal Genjot Ekonomi Syariah

Ma'ruf Amin Bakal Genjot Ekonomi Syariah - Warta Ekonomi
WE Online, Bandung -

Perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air sejauh ini masih relatif rendah. Ke depan, Wakil Presiden RI terpilih 2019-2024 Ma’ruf Amin mengharapkan ada sebuah lembaga khusus yang menangani pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Ekonomi syariah itu menjadi arus baru di perekonomian Indonesia. Kita punya potensi untuk meningkatkan pangsa pasar ekonomi syariah,” kata Ma’ruf saat menghadiri Tasyakur Kebangsaan PWNU Jabar di Bandung, belum lama ini.

Baca Juga: PDIP Usul Kabinet Jokowi-Maruf Usung...

Baca Juga: Bangun Ekonomi Syariah Butuh Kolaborasi Banyak Pihak

Ma'ruf menilai, peningkatan ekonomi syariah secara umum akan menggerakkan ekonomi pemberdayaan kerakyatan. Penduduk muslim sebagai mayoritas itu diharapkan memiliki sumber daya mumpuni.

Pengembangan ekonomi syariah juga sejalan dengan pemberdayaan kerakyatan. Terlebih, saat ini kelas menengah di Indonesia hanya menguasai perkenomian sekitar 9%. Nantinya, dia menyebutkan pada 2040 mendatang kelas menengah sebagai mayoritas itu diramalkan menguasai hingga 75%.

“Dengan gerakan kultural, Nahdlatul Ulama (NU) sebenarnya bisa berpartisipasi aktif untuk membangun Dewa (desa wisata agro), Dewi (desa wisata industri), dan Dedi (desa digital),” katanya.

Ke depan, lanjut Ma'ruf pihaknya pun akan mengembangkan konsep santripreneur. Para santri dari pesantren itu diharapkan bisa menjadi pengusaha kelas menengah baru. Untuk itu, pembenahan organisasi mutlak diperlukan untuk mewujudkan cita-cita ekonomi itu.

“Singkatnya, kita akan mengembangkan ‘Gus Iwan’ yaitu santri bagus yang pintar ngaji dan usahawan,” tambahnya.

Adapun, pengusaha asal Jabar Ferriyady Hartadinata menyambut positif terkait peningkatan ekonomi syariah. 

“Tanggapan KH Ma’ruf Amin itu memberikan hawa sejuk di Tanah Air pasca-kontestasi politik kemarin. Ini akan memberikan dampak positif bagi ekonomi dan berpengaruh terhadap iklim investasi,” tegasnya.

Terkait ekonomi syariah, Komisaris Utama PT Hartadinata Abadi Tbk itu pun sepaham dengan upaya peningkatan. Terlebih, Indonesia ini diakuinya memiliki semua potensi yang dibutuhkan untuk pengembangan ekonomi syariah. Termasuk saham yang ditawarkan PT Hartadinata Abadi Tbk ke publik itu pun tergolong saham syariah.

“Semua potensi itu sudah ada di kita. Hal yang dibutuhkan itu hanya pengemasan dan kemauan untuk maju bersama,” pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Maruf Amin, Ekonomi Syariah, ekonomi digital, Nahdlatul Ulama (NU)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00