Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Oil - Harga Acuan WTI diperdagangkan pada level 58,79 $/barel
  • 16:02 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.501 $/ounce
  • 16:05 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,16 $/barel
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,64% di akhir sesi II.
  • 14:52 WIB. Korea - Produksi mobil Korsel turun 15,9% (y on y)  pada Agustus
  • 14:51 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,17% pada level 7.335
  • 14:43 WIB. Bursa - Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,18% pada level 21.960
  • 14:41 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,41% pada level 2.070
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,46% di akhir sesi I.
  • 22:34 WIB. Jepang  - Menkeu Taro Aso rekomendasikan Masatsugu Asakawa menjadi Presiden ADB

Tahun Depan Indonesia Tak Lagi Ekspor Bijih Nikel, Ini Alasannya

Tahun Depan Indonesia Tak Lagi Ekspor Bijih Nikel, Ini Alasannya - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa terhitung mulai 1 Januari 2020 bijih nikel dengan kadar di bawah 1,7% tidak lagi diperbolehkan untuk diekspor. 

Perusahaan memiliki masa transisi selama empat bulan sejak September hingga Desember 2019 untuk mulai menyesuaikan kebijakan baru ini. 

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, kebijakan ini dikeluarkan pemerintah agar perkembangan pembangunan smelter, khususnya nikel dapat berjalan lebih cepat.

"Kami sudah menandatangani Peraturan Menteri ESDM, yang intinya adalah mengenai penghentian untuk insentif ekspor nikel bagi pembangun smelter per 1 Januari 2020. Jadi, per 1 Januari 2020 tidak ada lagi ekspor nikel," jelas Bambang di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Baca Juga: Percepatan Larangan Ekspor Nikel, Yang Untung Siapa?

Pembangunan smelter nikel yang ada saat ini dinyatakan Bambang sudah cukup banyak, di mana 11 smelter nikel sudah terbangun dan 25 smelter nikel dalam proses pembangunan. Dengan 36 smelter nikel tersebut, pemerintah telah mempertimbangkan cost benefit untuk memproses seluruh bijih nikel di dalam negeri dengan berbagai kualitas.

Bambang menjelaskan, alasan dikeluarkannya kebijakan ini, yang utama adalah terbatasnya ketahanan cadangan. Cadangan untuk komoditas nikel nasional Indonesia sebesar 698 juta ton, hanya dapat menjamin suplai bijih nikel bagi fasilitas pemurnian selama 7,3 tahun (jika tidak ditemukan cadangan baru).

Sementara cadangan terkira sebesar 2,8 miliar ton masih memerlukan peningkatan faktor pengubah, seperti kemudahan akses, perizinan (izin lingkungan), dan keekonomian (harga), untuk meningkatkan cadangan teknis menjadi terbukti. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan fasilitas pemurnian sekitar 42,67 tahun.

Untuk itu, pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif agar umur cadangan tersebut dapat memenuhi umur keekonomian smelter. Di samping itu, terus berkembangnya teknologi pengelolaan nikel kadar rendah menjadikan cadangan yang dimiliki dapat dimurnikan di dalam negeri sebagai bahan baku baterai dan tidak perlu diekspor.

Baca Juga: Bamsoet Minta Kementerian ESDM Tak Percepat Larangan Ekspor Nikel

Pemanfaatan nikel kadar rendah menjadi bahan baku baterai menjadi prioritas sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Batre untuk Transportasi Jalan. Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai bahan baku terbaik di dunia untuk memproduksi baterai lithium ion, yaitu bijih nikel kadar rendah atau yang biasa disebut limonite (kandungan nikel 0,8-1,5%) ini.

Kebijakan baru pelarangan ekspor bijih nikel ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM yang sedang dalam proses di Kementerian Hukum dan HAM. Kebijakan ini tentunya meningkatkan nilai tambah untuk produk nikel sehingga meningkatkan pendapatan negara untuk selanjutnya digunakan bagi kesejahteraan rakyat.

"Kebijakan ini semata-mata demi peningkatan added value atau nilai tambah dari nikel yang akan kami tuju untuk pengelolahan mineral di seluruh Indonesia," pungkas Bambang.

Tag: Nikel, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,772.53 3,734.80
British Pound GBP 1.00 17,676.18 17,499.89
China Yuan CNY 1.00 2,000.62 1,980.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,694.17 9,595.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.89 1,789.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,289.41 10,184.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,661.22 15,502.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.36 3,347.67
Yen Jepang JPY 100.00 13,075.22 12,943.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6236.690 17.255 653
2 Agriculture 1401.290 40.171 21
3 Mining 1677.442 -1.658 49
4 Basic Industry and Chemicals 892.715 -1.823 72
5 Miscellanous Industry 1156.368 -32.269 49
6 Consumer Goods 2234.077 11.452 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.631 1.437 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.642 17.931 75
9 Finance 1252.622 4.164 90
10 Trade & Service 806.759 0.554 163
No Code Prev Close Change %
1 TFAS 180 278 98 54.44
2 OKAS 193 260 67 34.72
3 ITIC 1,000 1,250 250 25.00
4 ETWA 82 96 14 17.07
5 JSKY 720 840 120 16.67
6 KOTA 478 550 72 15.06
7 KARW 91 102 11 12.09
8 YELO 134 150 16 11.94
9 MINA 2,300 2,570 270 11.74
10 BMSR 100 110 10 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDRA 800 675 -125 -15.62
2 TFCO 635 545 -90 -14.17
3 TRST 400 360 -40 -10.00
4 JAWA 124 112 -12 -9.68
5 LPLI 158 144 -14 -8.86
6 INTD 159 145 -14 -8.81
7 MPRO 790 725 -65 -8.23
8 AHAP 62 57 -5 -8.06
9 BUKK 1,770 1,630 -140 -7.91
10 GLOB 420 390 -30 -7.14
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MAMI 130 139 9 6.92
3 MNCN 1,285 1,275 -10 -0.78
4 MSIN 466 466 0 0.00
5 TFAS 180 278 98 54.44
6 BMTR 364 354 -10 -2.75
7 HMSP 2,290 2,330 40 1.75
8 PGAS 2,050 2,180 130 6.34
9 GGRM 54,600 54,625 25 0.05
10 ERAA 1,860 1,980 120 6.45