Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:59 WIB. India - Petronet LNG akan pasok 5 juta ton per tahun LNG dari proyek Driftwood
  • 09:56 WIB. China - Wearable device yang dikirim China naik 34,3% pada kuartal 2 atau 23,07 juta unit
  • 09:34 WIB. Serangan Aramco - PBB sambut baik rencana pemberontak Houthi akhiri semua serang ke Arab Saudi
  • 09:04 WIB. AS - Barron Hilton meninggal dalam usia 91 tahun di kediaman Los Angeles
  • 08:56 WIB. AS - Twitter menangguhkan ribuan akun yang memiliki hubungan dengan pemerintah di Timteng
  • 04:14 WIB. India - AS dan India akan bahas penurunan tarif pada beberapa produksi AS dan perlakuan khusus ekspor India ke AS
  • 04:01 WIB. Turki - Pengadilan Turki hukum penjara 14 orang karena terhubung dengan IS ekstrimis

Konflik, Pakistan Diminta Intervensi Militer di Kashmir

Konflik, Pakistan Diminta Intervensi Militer di Kashmir - Warta Ekonomi
WE Online, Islamabad -

Seorang komandan militan Kashmir pada Minggu mneyatakan jika Pakistan harus mengirim pasukan untuk melindungi rakyat Kashmir yang dikuasai India jika PBB tidak mengirim pasukan penjaga perdamaian, usai New Delhi mencabut otonominya bulan lalu.

 

"Ini mengikat bagi angkatan bersenjata Pakistan, kekuatan nuklir Islam pertama, untuk memasuki Kashmir yang diduduki India untuk secara militer membantu orang-orang di wilayah itu," kata Pemimpin Militan, Syed Salahuddin sebagaimana dilansir Reuters, Senin (2/9/2019). 

 

Salahuddin diketahui telah memimpin banyak kelompok yang memerangi pemerintah India di Kashmir. Komentarnya itu menegaskan tekanan domestik yang meningkat pada Perdana Menteri Pakistan Imran Kahn untuk mengambil tindakan tegas setelah India mencabut status khusus Kashmir pada awal bulan lalu. Sejauh ini Khan memfokuskan upayanya pada kampanye diplomatik global yang mengutuk tindakan India.

 

Baca Juga: Tak Becus Tangani Pasien, Dokter Lansia di India Tewas Dianiaya Puluhan Orang

 

6f9xt9tiuvsg5r9v1gd7_12013.jpg

Foto: Reuters.

 

"Dalam masa-masa sulit ini ... dukungan diplomatik dan politik belaka tidak akan berhasil," kata Salahuddin dalam pertemuan yang dihadiri ratusan orang di Muzaffarabad, ibu kota zona Kashmir Pakistan.

 

Perihal pencabutan status khusus Kashmir yang dikuasai India, New Delhi memutuskan untuk memblokir hak kawasan itu untuk menyusun undang-undangnya sendiri dan memungkinkan warga luar Kashmir untuk membeli properti di sana. Pemerintah mengatakan reformasi akan memfasilitasi pengembangan Kashmir, untuk kepentingan semua.

 

Tetapi, kebijakan tersebut membuat marah banyak penduduk di Kashmir, yang sejak itu berada di bawah pengekangan keamanan dengan saluran telepon, internet dan jaringan televisi diblokir. Pergerakan dan kebebasan mereka untuk berkumpul juga dibatasi.

 

India maupun Pakistan menguasai beberapa dari Kashmir, namun kedua negara itu mengklaim keseluruhan dari wilayah tersebut. Islamabad tahun ini mengumumkan pihaknya menindak kelompok-kelompok militan di Kashmir setelah salah satu kelompok melancarkan serangan mematikan yang menewaskan puluhan polisi paramiliter di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada Februari.

 

Salahuddin menambahkan bahwa "langkah keras" yang diambil oleh pemerintah Pakistan telah menghambat kemampuan kelompoknya untuk mengambil tindakan.

 

"Langkah-langkah ini telah menahan kami dari meluncurkan perlawanan bersenjata terhadap India dalam langkah yang tidak adil," katanya.

 

Para petinggi di Pakistan menjelaskan pemerintah berusaha menunjukkan bahwa Islamabad berperilaku bertanggung jawab dan telah menolak isu bahwa mungkin ada godaan untuk menggunakan pasukan militan Kashmir sebagai proksi terhadap India.

 

Salahuddin, yang berasal dari Badgam di Kashmir yang dikelola India, dimasukkan dalam daftar teroris global oleh Washington pada 2017. Pemerintah Pakistan saat itu mengatakan langkah tersebut tidak dapat dibenarkan.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: India

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Foto: Foto/Reuters/

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69