Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:52 WIB. Korea - Produksi mobil Korsel turun 15,9% (y on y)  pada Agustus
  • 14:51 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,17% pada level 7.335
  • 14:43 WIB. Bursa - Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,18% pada level 21.960
  • 14:41 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,41% pada level 2.070
  • 13:36 WIB. GOLD - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.501 $/ounce
  • 13:35 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,61 $/barel
  • 13:34 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 59,09 $/barel
  • 13:28 WIB. Valas - Dollar melemah 0,08% terhadap Yuan pada level 7,09 Yuan/Dollar
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar menguat 0,08% terhadap Yen pada level 108,22 Yen/Dollar
  • 13:26 WIB. Valas - Dollar menguat 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,2488 $/Pound
  • 13:25 WIB. Valas - Dollar menguat 0,11% terhadap Euro pada level 1,1064 $/Euro
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,46% di akhir sesi I.
  • 10:22 WIB. Kanada - Rasio utang terhadap PDB Kanada turun 30,9% (tahun fiskal 2018-2019) sedang tahun lalu 31,3%
  • 22:34 WIB. Jepang  - Menkeu Taro Aso rekomendasikan Masatsugu Asakawa menjadi Presiden ADB

Postur Anggaran 2020, Sektor Inilah yang Diuntungkan saat Belanja Negara Konservatif

Postur Anggaran 2020, Sektor Inilah yang Diuntungkan saat Belanja Negara Konservatif - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru saja sepakat atas rencana anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2020, yang selanjutnya akan dibahas oleh kementerian bersama komisi DPR terkait untuk diputuskan sebagai APBN 2020. Anggaran tahun depan adalah tahapan jangka menengah pertama menuju pencapaian visi Indonesia 2045.

Kebijakan fiskal yang akan ditempuh pemerintah tahun depan mengutamakan belanja negara yang berkualitas dan tepat sasaran, serta penggunaan pendapatan negara untuk menarik investasi dan mendorong daya saing. Pemerintah akan mengeluarkan beberapa kebijakan strategis baru untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), berupa insentif pajak dan perlindungan sosial.

Menurut Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi, anggaran pemerintah pada 2020 cukup konservatif dan mengarahkan belanja subsidi lebih fokus untuk menopang daya beli masyarakat kelas bawah.

"Dengan melihat rencana postur anggaran untuk tahun depan, pemerintah mengandalkan investasi untuk menopang pertumbuhan ekonomi karena kenaikan konsumsi masyarakat hanya sebesar 4.9%, lebih kecil dibanding target tahun ini sebesar 5%," kata Lucky dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Baca Juga: Soal Pemindahan Ibu Kota, Cetus Mardani: Di RAPBN 2020 Belum Ada, Masa Sudah Minta Izin Pindah

Dalam RAPBN 2020, untuk meningkatkan mutu SDM, pemerintah akan memberikan super deduction bagi perusahaan yang terlibat dalam kegiatan vokasi dan litbang, juga akan diberikan mini tax holiday untuk investasi dibawah Rp500 miliar, serta pemberian investment allowance untuk industri padat karya.  Untuk meningkatkan mutu SDM, pemerintah akan menyediakan kartu Indonesia pintar kuliah yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin ke jenjang yang lebih tinggi.

Diketahui, kartu pra kerja akan diberikan kepada masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pencari kerja, dan kartu sembako diberikan untuk mendukung akses masyarakat miskin mendapatkan pangan. Pemerintah juga menaikkan subsidi listrik sebesar Rp10 triliun yang diperkirakan akan diberikan bagi golongan rumah tangga miskin yakni pelanggan 450 volt ampere (VA) dan 900 VA.

Dengan melihat gambaran sementara postur anggaran ini, Bahana memperkirakan saham sektoral yang diuntungkan di antaranya sektor konsumer khususnya yang terkait dengan bahan pangan utama seperti beras, pakan ternak serta tembakau.  Tarif cukai pada 2020, diperkirakan akan naik pada kisaran 10%-11%. Dalam RAPBN 2020, pendapatan cukai diperkirakan naik sebesar 8,2% atau secara nominal mencapai Rp179,3 triliun, dari perkiraan pendapatan sepanjang tahun ini sebesar Rp165,8 triliun.

Baca Juga: Tipis, Anggaran Pendidikan di RAPBN 2020 Naik Tipis

Sektor yang berkaitan dengan kesehatan seperti rumah sakit dan farmasi juga bakal diuntungkan, melalui program jaminan kesehatan nasional (JKN) yang terkait dengan BPJS Kesehatan. Dalam RAPBN 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan mencapai Rp 132,2 triliun atau naik sebesar 13%, dibanding anggaran tahun ini, yang ditargetkan sebesar Rp 117 triliun.

Pemerintah akan meningkatkan efektivitas program JKN diantaranya melalui reviu besaran iuran PBI (penerima bantuan iuran) dan non PBI, strategic purchasing untuk efisiensi biaya manfaat dan mempercepat peningkatan kepersertaan non PBI.

"Rumah sakit yang menjalankan program BPJS seperti Siloam dan Kimia Farma yang memasok obat-obatan akan diuntungkan dengan adanya kenaikan alokasi belanja kesehatan ini, sebab pembayaran dari BPJS kemungkinan akan lebih baik,’’ papar Lucky.   

Tag: RAPBN, PT Bahana Sekuritas

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,772.53 3,734.80
British Pound GBP 1.00 17,676.18 17,499.89
China Yuan CNY 1.00 2,000.62 1,980.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,694.17 9,595.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.89 1,789.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,289.41 10,184.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,661.22 15,502.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.36 3,347.67
Yen Jepang JPY 100.00 13,075.22 12,943.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6236.690 17.255 653
2 Agriculture 1401.290 40.171 21
3 Mining 1677.442 -1.658 49
4 Basic Industry and Chemicals 892.715 -1.823 72
5 Miscellanous Industry 1156.368 -32.269 49
6 Consumer Goods 2234.077 11.452 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.631 1.437 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.642 17.931 75
9 Finance 1252.622 4.164 90
10 Trade & Service 806.759 0.554 163
No Code Prev Close Change %
1 TFAS 180 278 98 54.44
2 OKAS 193 260 67 34.72
3 ITIC 1,000 1,250 250 25.00
4 ETWA 82 96 14 17.07
5 JSKY 720 840 120 16.67
6 KOTA 478 550 72 15.06
7 KARW 91 102 11 12.09
8 YELO 134 150 16 11.94
9 MINA 2,300 2,570 270 11.74
10 BMSR 100 110 10 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDRA 800 675 -125 -15.62
2 TFCO 635 545 -90 -14.17
3 TRST 400 360 -40 -10.00
4 JAWA 124 112 -12 -9.68
5 LPLI 158 144 -14 -8.86
6 INTD 159 145 -14 -8.81
7 MPRO 790 725 -65 -8.23
8 AHAP 62 57 -5 -8.06
9 BUKK 1,770 1,630 -140 -7.91
10 GLOB 420 390 -30 -7.14
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MAMI 130 139 9 6.92
3 MNCN 1,285 1,275 -10 -0.78
4 MSIN 466 466 0 0.00
5 TFAS 180 278 98 54.44
6 BMTR 364 354 -10 -2.75
7 HMSP 2,290 2,330 40 1.75
8 PGAS 2,050 2,180 130 6.34
9 GGRM 54,600 54,625 25 0.05
10 ERAA 1,860 1,980 120 6.45