Portal Berita Ekonomi Minggu, 15 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:06 WIB. Kebakaran Aramco - Menlu AS: Iran telah meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pasokan energi dunia
  • 10:46 WIB. China - JD Digits ekspansi ke Thailand luncurkan aplikasi e-wallet
  • 08:10 WIB. Inggis - Toilet emas padat senilai US$1,25 juta di Istana Blenheim dicuri
  • 02:10 WIB. Arab Saudi - Fasilitas Aramco di Abqaiq dan ladang minyak Khura diserang pada 4 sore waktu setempat (Saudi Press Agency)
  • 23:52 WIB. Irak - Kementerian Listrik Irak tanda tangani perjanjian kerjasama senilai US$1,3 M dengan Siemens dan Orascom
  • 23:32 WIB. Iran - Nilai perdagangan bilateral Iran dan AS capai US$49 juta pada 7 bulan pertama
  • 20:38 WIB. India - Pemerintah akan kehilangan pendapatan hingga 50 ribu crores dengan kebijakan pengembalian bea dan pajak untuk eksportir
  • 20:36 WIB. India - Pemerintah India rilis kebijakan pengembalian bea dan pajak kepada eksportir

Jepang Sebut Tak Akan Gabung Koalisi Maritim Ciptaan AS Karena Alasan Ini

Jepang Sebut Tak Akan Gabung Koalisi Maritim Ciptaan AS Karena Alasan Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Tokyo -

Jepang dilaporkan enggan ikut serta dalam misi keamanan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk melindungi kapal dagang yang melewati jalur perairan Timur Tengah. Meski begitum Jepang akan mempertimbangkan mengerahkan pasukan angkatan lautnya secara mandiri.

Begitu bunyi pemberitaan yang diturunkan surat kabar Yomiuri yang dilansir Reuters, Selasa (3/9/2019).

Meskipun AS adalah sekutu terpenting Jepang, Tokyo telah memupuk hubungan ekonomi dengan Iran. Perusahaan Jepang telah menjadi pembeli utama minyak Iran sampai sanksi AS memaksa mereka untuk mencari pemasok lain.

Baca Juga: AS Bentuk Koalisi Angkatan Laut, Menlu Iran: Mereka Membuat Kesalahan Serius

Mengutip sumber-sumber pemerintah yang tidak dikenal, Yomiuri mengatakan, Jepang sedang mempertimbangkan rencana untuk mengirim Pasukan Bela Diri Maritim (SDF) pada misi pengumpulan informasi di daerah sekitar Selat Hormuz dan jalur pengiriman Bab al-Mandab antara Yaman, Djibouti dan Eritrea.

"Jepang juga akan mempertimbangkan untuk memasukkan Selat Hormuz dalam bidang aktivitas SDF jika Iran setuju," tulis surat kabar itu.

Yomiuri melaporkan Pemerintah Jepang akan membuat keputusan akhir, termasuk apakah rencana itu layak, setelah Majelis Umum PBB pada akhir bulan ini.

Ditanya tentang laporan surat kabar tersebut, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menolak menyebutkan langkah-langkah spesifik yang dipertimbangkan pemerintah untuk memastikan keamanan kapal-kapal Jepang.

"Langkah-langkah seperti apa yang efektif untuk mengamankan keselamatan navigasi kapal-kapal Jepang di Timur Tengah, kami ingin melihat masalah ini dari berbagai sudut termasuk pasokan minyak mentah yang stabil, dan hubungan Jepang dengan Amerika Serikat dan Iran," papar Suga pada konferensi pers reguler.

Jepang, menurut Suga, akan selalu berupaya mempertahankan hubungan antarnegara dengan tujuan mengurangi ketegangan dan menstabilkan kondisi kawasan.

"Ketika kami menyelidiki masalah ini, kami ingin menjaga prinsip kami untuk mempertahankan upaya diplomatik kami untuk mengurangi ketegangan dan menstabilkan situasi di Timur Tengah," imbuhnya.

Suga mengatakan pengaturan sedang dilakukan untuk Perdana Menteri Shinzo Abe untuk bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela-sela Majelis Umum AS akhir bulan ini.

Iran telah mengecam upaya AS untuk membentuk koalisi dan mengatakan negara-negara di kawasan itu dapat melindungi jalur perairan itu dan berupaya menuju penandatanganan pakta non-agresi.

Perdagangan komoditas global telah diguncang dalam beberapa bulan terakhir oleh penyitaan sebuah kapal tanker Inggris dan serangkaian serangan terhadap kapal dagang internasional. AS dan Inggris menyalahkan Iran atas insiden tersebut, yang dengan tegas dibantah oleh Teheran.

Inggris bulan lalu menjadi sekutu pertama AS yang mengumumkan keikutsertaannya, meskipun sebagian besar negara-negara Eropa enggan mendaftar karena takut menambah ketegangan di kawasan itu.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Jepang, Negara Teluk

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Reuters/Kim Kyung-Hoon

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,737.67 3,699.66
British Pound GBP 1.00 17,296.47 17,118.20
China Yuan CNY 1.00 1,978.94 1,959.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,020.00 13,880.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,633.14 9,535.56
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,791.83 1,773.80
Dolar Singapura SGD 1.00 10,202.30 10,094.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,515.93 15,358.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,368.57 3,332.53
Yen Jepang JPY 100.00 12,963.48 12,830.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6334.843 -7.331 651
2 Agriculture 1365.814 13.005 21
3 Mining 1670.003 -35.835 49
4 Basic Industry and Chemicals 899.212 -6.623 72
5 Miscellanous Industry 1198.465 0.426 49
6 Consumer Goods 2366.016 -3.032 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.832 -1.191 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1197.015 2.363 75
9 Finance 1268.975 4.024 90
10 Trade & Service 812.213 -2.562 162
No Code Prev Close Change %
1 SKYB 50 67 17 34.00
2 BCAP 163 199 36 22.09
3 AKSI 476 580 104 21.85
4 JAWA 129 150 21 16.28
5 BBLD 416 476 60 14.42
6 INTD 140 160 20 14.29
7 SIMA 83 93 10 12.05
8 INPP 760 835 75 9.87
9 BBHI 160 175 15 9.38
10 SRAJ 230 250 20 8.70
No Code Prev Close Change %
1 ETWA 115 84 -31 -26.96
2 KARW 126 96 -30 -23.81
3 BMSR 145 120 -25 -17.24
4 ALMI 460 382 -78 -16.96
5 OKAS 260 224 -36 -13.85
6 AMAG 308 278 -30 -9.74
7 TMAS 154 141 -13 -8.44
8 EMTK 6,100 5,600 -500 -8.20
9 DNAR 270 248 -22 -8.15
10 FIRE 3,080 2,840 -240 -7.79
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 555 25 4.72
2 MNCN 1,300 1,305 5 0.38
3 MSIN 466 490 24 5.15
4 BHIT 73 79 6 8.22
5 BMTR 362 376 14 3.87
6 TMAS 154 141 -13 -8.44
7 BCAP 163 199 36 22.09
8 MAMI 130 129 -1 -0.77
9 TELE 390 366 -24 -6.15
10 ANTM 1,120 1,070 -50 -4.46