Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 2,11% pada level 24.890.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,35% pada level 2.418.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,88% pada level 22.750.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 1,15% pada level 3.340.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,19% pada level 2.540.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,21% pada level 6.184.
  • 16:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,20% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:11 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,22% terhadap Dollar AS pada level 14.680 IDR/USD.

Energy & Engineering Exhibition Hadirkan Teknologi Digital Pertambangan

Energy & Engineering Exhibition Hadirkan Teknologi Digital Pertambangan
WE Online, Jakarta -

Target pemerintah untuk menggenjot penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp40 triliun menghadapi tantangan besar. Sektor tambang yang diharapkan memberikan kontribusi besar pendapatan tersebut saat ini tengah mengalami penurunan harga. Pun demikian masih ada harapan, tingkat investasi di sektor tersebut masih berjalan sesuai dengan rencana pemerintah.

"Jadi, walaupun menurun, investasi masih berjalan, masih optimis," ujar Muhammad Iqbal, Kepala Subbid Informasi Kementerian ESDM, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Untuk mendorong pertumbuhan sektor tersebut, lanjut Iqbal, pemerintah saat ini sedang menyiapkan kebijakan penting, seperti di sektor batu bara, ada kebijakan untuk pengolahan lebih lanjut seperti gasifikasi. Beberapa perusahaan telah menyampaikan fisibility study untuk hal itu.

"Proses pengolahan batu bara (gasifikasi) mulai 2021 ke atas, sekarang sedang pengkajian," jelas Iqbal.

Berikutnya, menurut Iqbal, ke depan kegiatan tambang mengarah ke digitalitasi, mulai dari pengawasan dan pengoperasian tambang dilakukan secara digital. Saat ini pemerintah sudah meluncurkan beberapa sistem, mulai dari perizinan online di bidang minerba.

Target pelayanan perizinan adalah tujuh hari kerja. Sehingga nantinya alur pengurusan perizinan tidak manual, tapi secara online. Pengawasan juga dilakukan secara online, mulai dari laporan perusahaan tambang, baik itu laporan bulanan, triwulan, dan seterunya dilakukan secara online.

Baca Juga: Jonan Minta Bekas Area Tambang Freeport Ditanami Trembesi

"Penggunaan drone juga akan membantu dalam pemantauan, serta memberikan transparansi dalam kegiatan tambang itu," jelas Iqbal.

Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Iqbal, dia mendukung penyelenggaraan pameran Indonesia Energy & Engineering 2019, yang akan digelar 18-21 September 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta.

Menurutnya, pameran tersebut merupakan platform yang dapat mempertemukan seluruh pelaku industri, pengambil keputusan atau pemimpin bisnis profesional, dan menjadi wadah informasi untuk mendapatkan solusi pendukung pembangunan dan energi yang berkelanjutan.

Indonesia Energy & Engineering Exhibitions yang digelar Pamerindo merupakan pusat dari lima pameran industri berskala international yang diselenggarakan secara bersama, yaitu Mining Indonesia, Oil and Gas Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show Indonesia, dan Marintec Indonesia.

Dalam event tersebut juga akan diselenggarakan konferensi pers bertajuk Sustainability on Energy & Engineering Industry untuk membahas kesiapan Indonesia menuju sustainable development goals (SDG) dari sektor energi dan engineering.

Baca Juga: VMining, E-Commerce Tambang Pertama di Indonesia

Henry Chia, Presiden Direktur PT Endress and Hauser, salah satu peserta pameran, mengatakan, Indonesia saat ini telah berkomitmen untuk Making Indonesia 4.0. Guna mewujudkan komitmen itu, menurutnya, pameran tersebut sangat tepat dilakukan, sebab akan hadir sejumlah produsen dengan teknologi terbaru, terutama teknologi digital.

Salah satunya, Endress and Hauser, salah satu pemarin terbesar di bidang peralatan otomatisasi dan efisiensi. Salah satu teknologi yang dihadirkan adalah meteran untuk mengukur volume air, teknologi konvensional menggunakan kipas kecil. Perusahaan ini pun memiliki teknologi yang lebih canggih, seperti coriolis flow meter, yang tidak hanya dapat mengukur volume air, tapi juga memberikan laporan secara otomatis melalui data yang dihasilkan.

"Segmen pasar kami salah satunya oil and gas, jadi teknologi kami memenuhi kebutuhan mereka," jelas Henry.

Tag: Pertambangan, Digital, Pamerindo Indonesia

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,947.21 3,907.62
British Pound GBP 1.00 19,379.79 19,185.49
China Yuan CNY 1.00 2,130.13 2,108.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,801.64 14,654.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,621.66 10,508.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.86 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,783.65 10,670.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,388.97 17,214.48
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,526.72 3,484.98
Yen Jepang JPY 100.00 13,965.13 13,824.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5190.166 32.332 698
2 Agriculture 1199.731 2.896 23
3 Mining 1425.633 -5.327 48
4 Basic Industry and Chemicals 764.950 4.825 80
5 Miscellanous Industry 932.015 14.201 52
6 Consumer Goods 1916.331 3.504 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.650 4.645 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 881.754 -5.951 78
9 Finance 1140.076 15.339 93
10 Trade & Service 635.415 -0.943 174
No Code Prev Close Change %
1 SGER 145 195 50 34.48
2 IMAS 565 705 140 24.78
3 WOMF 218 266 48 22.02
4 LRNA 146 178 32 21.92
5 RUIS 167 196 29 17.37
6 PRAS 104 122 18 17.31
7 IMJS 232 272 40 17.24
8 NOBU 665 770 105 15.79
9 PGLI 177 204 27 15.25
10 MEDC 492 565 73 14.84
No Code Prev Close Change %
1 IKAN 645 600 -45 -6.98
2 KJEN 1,375 1,280 -95 -6.91
3 POLI 1,160 1,080 -80 -6.90
4 APEX 160 149 -11 -6.88
5 DNAR 262 244 -18 -6.87
6 YULE 206 192 -14 -6.80
7 KOIN 118 110 -8 -6.78
8 BIKA 192 179 -13 -6.77
9 FORU 89 83 -6 -6.74
10 JMAS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,970 2,930 -40 -1.35
2 FREN 133 130 -3 -2.26
3 BBRI 3,130 3,190 60 1.92
4 MEDC 492 565 73 14.84
5 PURA 126 129 3 2.38
6 BBNI 4,620 4,780 160 3.46
7 TOWR 1,085 1,070 -15 -1.38
8 MDKA 1,980 1,915 -65 -3.28
9 KAEF 3,330 3,350 20 0.60
10 DOID 294 286 -8 -2.72