Portal Berita Ekonomi Minggu, 15 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:44 WIB. India - Baru 11 perusahaan IPO dengan nilai 10 ribu crore rupee sampai September,  tahun lalu 24 perusahaan
  • 14:49 WIB. India - Merger Bank of India,  Punjab National Bank dan Oriental Bank of Commerce akan jadi bank no 2 setelah State Bank Of India
  • 14:01 WIB. India - Merger 3 bank,  Bank of India,  Punjab National Bank dan Oriental Bank of Commerce efektif April 2020
  • 13:51 WIB. Karet - Myanmar ekspor 192.980 ton karet senilai US$247,56 juta dalam 11 bulan pertama
  • 13:44 WIB. China - Yangquan Coal Industry Group gandeng China Mobile dan Huawei buat smart mining berbasis 5G
  • 11:06 WIB. Kebakaran Aramco - Menlu AS: Iran telah meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pasokan energi dunia
  • 10:46 WIB. China - JD Digits ekspansi ke Thailand luncurkan aplikasi e-wallet
  • 08:10 WIB. Inggis - Toilet emas padat senilai US$1,25 juta di Istana Blenheim dicuri
  • 02:10 WIB. Arab Saudi - Fasilitas Aramco di Abqaiq dan ladang minyak Khura diserang pada 4 sore waktu setempat (Saudi Press Agency)
  • 23:52 WIB. Irak - Kementerian Listrik Irak tanda tangani perjanjian kerjasama senilai US$1,3 M dengan Siemens dan Orascom

Energy & Engineering Exhibition Hadirkan Teknologi Digital Pertambangan

Energy & Engineering Exhibition Hadirkan Teknologi Digital Pertambangan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Target pemerintah untuk menggenjot penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp40 triliun menghadapi tantangan besar. Sektor tambang yang diharapkan memberikan kontribusi besar pendapatan tersebut saat ini tengah mengalami penurunan harga. Pun demikian masih ada harapan, tingkat investasi di sektor tersebut masih berjalan sesuai dengan rencana pemerintah.

"Jadi, walaupun menurun, investasi masih berjalan, masih optimis," ujar Muhammad Iqbal, Kepala Subbid Informasi Kementerian ESDM, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Untuk mendorong pertumbuhan sektor tersebut, lanjut Iqbal, pemerintah saat ini sedang menyiapkan kebijakan penting, seperti di sektor batu bara, ada kebijakan untuk pengolahan lebih lanjut seperti gasifikasi. Beberapa perusahaan telah menyampaikan fisibility study untuk hal itu.

"Proses pengolahan batu bara (gasifikasi) mulai 2021 ke atas, sekarang sedang pengkajian," jelas Iqbal.

Berikutnya, menurut Iqbal, ke depan kegiatan tambang mengarah ke digitalitasi, mulai dari pengawasan dan pengoperasian tambang dilakukan secara digital. Saat ini pemerintah sudah meluncurkan beberapa sistem, mulai dari perizinan online di bidang minerba.

Target pelayanan perizinan adalah tujuh hari kerja. Sehingga nantinya alur pengurusan perizinan tidak manual, tapi secara online. Pengawasan juga dilakukan secara online, mulai dari laporan perusahaan tambang, baik itu laporan bulanan, triwulan, dan seterunya dilakukan secara online.

Baca Juga: Jonan Minta Bekas Area Tambang Freeport Ditanami Trembesi

"Penggunaan drone juga akan membantu dalam pemantauan, serta memberikan transparansi dalam kegiatan tambang itu," jelas Iqbal.

Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Iqbal, dia mendukung penyelenggaraan pameran Indonesia Energy & Engineering 2019, yang akan digelar 18-21 September 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta.

Menurutnya, pameran tersebut merupakan platform yang dapat mempertemukan seluruh pelaku industri, pengambil keputusan atau pemimpin bisnis profesional, dan menjadi wadah informasi untuk mendapatkan solusi pendukung pembangunan dan energi yang berkelanjutan.

Indonesia Energy & Engineering Exhibitions yang digelar Pamerindo merupakan pusat dari lima pameran industri berskala international yang diselenggarakan secara bersama, yaitu Mining Indonesia, Oil and Gas Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show Indonesia, dan Marintec Indonesia.

Dalam event tersebut juga akan diselenggarakan konferensi pers bertajuk Sustainability on Energy & Engineering Industry untuk membahas kesiapan Indonesia menuju sustainable development goals (SDG) dari sektor energi dan engineering.

Baca Juga: VMining, E-Commerce Tambang Pertama di Indonesia

Henry Chia, Presiden Direktur PT Endress and Hauser, salah satu peserta pameran, mengatakan, Indonesia saat ini telah berkomitmen untuk Making Indonesia 4.0. Guna mewujudkan komitmen itu, menurutnya, pameran tersebut sangat tepat dilakukan, sebab akan hadir sejumlah produsen dengan teknologi terbaru, terutama teknologi digital.

Salah satunya, Endress and Hauser, salah satu pemarin terbesar di bidang peralatan otomatisasi dan efisiensi. Salah satu teknologi yang dihadirkan adalah meteran untuk mengukur volume air, teknologi konvensional menggunakan kipas kecil. Perusahaan ini pun memiliki teknologi yang lebih canggih, seperti coriolis flow meter, yang tidak hanya dapat mengukur volume air, tapi juga memberikan laporan secara otomatis melalui data yang dihasilkan.

"Segmen pasar kami salah satunya oil and gas, jadi teknologi kami memenuhi kebutuhan mereka," jelas Henry.

Tag: Pertambangan, Digital, Pamerindo Indonesia

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,737.67 3,699.66
British Pound GBP 1.00 17,296.47 17,118.20
China Yuan CNY 1.00 1,978.94 1,959.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,020.00 13,880.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,633.14 9,535.56
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,791.83 1,773.80
Dolar Singapura SGD 1.00 10,202.30 10,094.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,515.93 15,358.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,368.57 3,332.53
Yen Jepang JPY 100.00 12,963.48 12,830.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6334.843 -7.331 651
2 Agriculture 1365.814 13.005 21
3 Mining 1670.003 -35.835 49
4 Basic Industry and Chemicals 899.212 -6.623 72
5 Miscellanous Industry 1198.465 0.426 49
6 Consumer Goods 2366.016 -3.032 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.832 -1.191 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1197.015 2.363 75
9 Finance 1268.975 4.024 90
10 Trade & Service 812.213 -2.562 162
No Code Prev Close Change %
1 SKYB 50 67 17 34.00
2 BCAP 163 199 36 22.09
3 AKSI 476 580 104 21.85
4 JAWA 129 150 21 16.28
5 BBLD 416 476 60 14.42
6 INTD 140 160 20 14.29
7 SIMA 83 93 10 12.05
8 INPP 760 835 75 9.87
9 BBHI 160 175 15 9.38
10 SRAJ 230 250 20 8.70
No Code Prev Close Change %
1 ETWA 115 84 -31 -26.96
2 KARW 126 96 -30 -23.81
3 BMSR 145 120 -25 -17.24
4 ALMI 460 382 -78 -16.96
5 OKAS 260 224 -36 -13.85
6 AMAG 308 278 -30 -9.74
7 TMAS 154 141 -13 -8.44
8 EMTK 6,100 5,600 -500 -8.20
9 DNAR 270 248 -22 -8.15
10 FIRE 3,080 2,840 -240 -7.79
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 555 25 4.72
2 MNCN 1,300 1,305 5 0.38
3 MSIN 466 490 24 5.15
4 BHIT 73 79 6 8.22
5 BMTR 362 376 14 3.87
6 TMAS 154 141 -13 -8.44
7 BCAP 163 199 36 22.09
8 MAMI 130 129 -1 -0.77
9 TELE 390 366 -24 -6.15
10 ANTM 1,120 1,070 -50 -4.46