Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:52 WIB. Brazil - Presiden Brazil sudah tanda tangani peraturan liberalisasi ekonomi dengan mengurangi birokrasi
  • 16:30 WIB. China - AIIB akan investasi US$1,09 M untuk 6 proyek di Asean
  • 15:13 WIB. Mobil Listrik - China miliki 245 pos untuk ganti baterai pada Agustus,  107 diantaranya di Beijing
  • 15:09 WIB. China - Mobil Maserati yang recall akan diperbaiki dengan gratis
  • 15:06 WIB. China - Jumlah pos pengisian energi baru bertambah 9 ribu pos pada Agustus
  • 14:58 WIB. China - Maserati tarik 711 mobil di China karena ada cacat pada lampu (headlight beams)
  • 12:59 WIB. India - Petronet LNG akan pasok 5 juta ton per tahun LNG dari proyek Driftwood
  • 09:04 WIB. AS - Barron Hilton meninggal dalam usia 91 tahun di kediaman Los Angeles

Tak Ada Pemain Lokal di Top 5, Korea dan China Kuasai Pasar Smartphone Indonesia

Tak Ada Pemain Lokal di Top 5, Korea dan China Kuasai Pasar Smartphone Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pengiriman smartphone mencatatkan rekor baru dengan jumlah 9,7 juta unit pada kuartal II 2019. Sebagian penyebabnya dikarenakan oleh antisipasi para vendor smartphone dalam menghadapi rencana pemerintah untuk membatasi impor smartphone ilegal (black market).

Market Analyst International Data Corporation (IDC), Risky Febrian menyatakan, untuk pertama kalinya, produsen lokal terlempar dari posisi 5 besar di kuartal kedua tahun ini. Adalah Realme yang menggantikan posisi Advan di peringkat 5. Tekanan kompetisi yang tinggi di segmen ultra low-end (<US$100), terutama dari Xiaomi dan Samsung mengakibatkan performa merek lokal terus menurun.

"Empat dari lima vendor smartphone teratas di Indonesia berasal dari China. Vendor lokal tidak lagi berada di top 5. Terakhir kali vendor lokal berada di top 5, yakni pada kuartal I lalu, di mana Advan berada di posisi 5," kata dia belum lama ini.

Baca Juga: Kisah Sukses Lei Jun, Merintis Smartphone Xiaomi yang Membawanya Jadi Orang Terkaya di China

Ditambahkan Risky, posisi pertama diisi oleh Samsung dengan pangsa pasar 26,9%. Samsung sendiri baru memperkenalkan seri Galaxy A mereka, yang berhasil memperkuat posisi mereka di segmen mid-range (US$200-US$400) dan high-end (US$400-US$600). Samsung mampu menawarkan perangkat dengan spesifikasi, fitur, dan rentang harga yang lebih kompetitif.

Posisi kedua diisi oleh Oppo dengan pangsa pasar 21,5%. Oppo memeroleh pangsa yang signifikan di segmen low-end (US$100-US$200) karena cakupannya yang luas di pasar offline dan didukung oleh peluncuran model baru A1K.

Lalu disusul Vivo di posisi ketiga dengan pangsa pasar 17%. Vivo terus menunjukkan pemasaran yang agresif, baik offline maupun online. Hal ini mendorong permintaan produk-produk kelas menengah (US$200-US$400), khususnya pada seri V15.

Baca Juga: Bos Apple Ternyata Anti-Smartphone

Posisi keempat diisi Xiaomi dengan pangsa pasar 16,8%. Xiaomi memperkenalkan model Redmi 7 dan Redmi Note 7. Redmi Go mampu melampaui pengiriman Advan dan Evercoss di kelas ultra low-end (<US$100). Namun, tingginya permintaan Redmi Note 7 membuat harganya melambung tinggi.

Terakhir, Realme dengan pangsa pasar 6,1% mengisi posisi kelima. Realme menerapkan strategi portofolio produk yang agresif dan memperkenalkan seri C2 dan 3 Pro. Selain spesifikasi dan desain fisiknya yang kompetitif, Realme menerapkan inisiatif pengendalian harga yang ketat. Hal ini memberikan keunggulan dibandingkan pesaingnya dalam kisaran harga yang sama.

Sementara vendor lokal terakhir kali berada di top 5 adalah Advan pada kuartal I 2019. Saat itu, posisi Advan berada di posisi 5.

Tag: Smartphone, Samsung Electronics Co Ltd, PT Indonesia OPPO Electronics, Xiaomi Inc, Realme, PT Vivo Communication Indonesia

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: AFP/uri Kadobnov

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69