Portal Berita Ekonomi Senin, 16 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:48 WIB. Serangan Aramco - SK Innovation Co Korsel: Kilang telah mendiversikasi sumber impor minyak mentah, tidak signifikan pengaruhnya
  • 13:40 WIB. Serangan Aramco - S-Oil Corp Korea: Gangguan pasokan tidak mungkin terjadi karena cadangan dari Aramco ada juga di Belanda dan Jepang
  • 13:29 WIB. GOLD - Spot price emas diperdagangkan pada posisi 1.505 $/ounce
  • 13:28 WIB. OIL - Minyak bumi acuan Brent diperdagangkan pada posisi 66,34 $/barel
  • 13:27 WIB. OIL - Minyak bumi acuan WTI diperdagangkan pada posisi 59,72 $/barel
  • 13:16 WIB. China - Penjualan eceran barang konsumsi di China naik 7,5% (y on y) pada Agustus (US$479,78 M)
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 1,82% di akhir sesi I.
  • 11:31 WIB. China - Mengniu akan akuisisi perusahaan susu formula Bellamy's Australia
  • 08:46 WIB. IPO - Dana IPO Bhakti Agung Propertindo sebanyak 20% untuk pembayaran utang ke BTN, dan 80% diantaranya untuk CAPEX
  • 08:39 WIB. Korea - Badan Statistik: Korsel impor produk tembakau mencapai US$589,3 juta pada 2018, pertumbuhan terbesar sejak 1995
  • 08:31 WIB. Hong Kong - Volume kargo untuk ekspor turun 19% dan impor turun 15% pada Agutus
  • 07:50 WIB. Nepal - Perangkat seluler dan peralatan telko dari China duduki peringkat pertama impor Nepal per Juli

Presiden Afrika Selatan: Saya Mengecam Aksi Kekerasan Anti-Orang Asing

Presiden Afrika Selatan: Saya Mengecam Aksi Kekerasan Anti-Orang Asing - Warta Ekonomi
WE Online, Cape Town -

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, mengecam keras aksi kekerasan anti-orang asing yang pecah pada Selasa waktu setempat. Cryil menyatakan telah memanggil menteri terkait untuk melakukan pengawasan terhadap tindakan kekerasan dan menemukan cara untuk menghentikannya.

 

“Orang-orang di negara kita ingin hidup dalam harmoni; apa pun keprihatinan atau keluhan yang mungkin kita miliki, kita perlu menanganinya secara demokratis. Tidak ada pembenaran bagi Afrika Selatan untuk menyerang orang dari negara lain,” kata Ramaphosa seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (4/9/2019).

 

Diketahui sebelumnya, kekerasan terjadi di Afsel pada hari Minggu ketika sebuah unjuk rasa menentang perdagangan narkoba oleh penduduk setempat di pusat Johannesburg. Massa menyalahkan para imigran yang memicu degerenasi, dengan menyerang toko-toko dan dijarah.

 

Aksi kekerasan tersebut merembet ke kota terdekat Pretoria, di mana gerombolan massa menyerang para pedagang, pekerja dan penjaga toko imigran.

 

Baca Juga: Indonesia Resmi Miliki Perjanjian Dagang Pertama dengan Negara di Afrika

 

Pemerintah menyatakan ada lebih dari 90 orang ditangkap usai menjarah toko-toko dan merusak properti di Johannesburg dan sekitarnya. Aksi penjarahan lebih lanjut terjadi semalam di kota miskin Alexandra, di Johannesburg timur laut.

 

Beberapa jalan yang biasanya ramai di Alexandra ditinggalkan pada Selasa pagi, penuh dengan batu, batu bata, barang-barang jarahan dan peluru karet. Bentrokan antara polisi bersenjata dan kerumunan pria muda terus berlanjut sepanjang pagi menjelang pertemuan terjadwal antara petugas dan tokoh masyarakat.

 

Komisaris polisi untuk provinsi Gauteng yang meliputi Pretoria dan Johannesburg, Elias Mawela, mengatakan para penyelidik sedang mencari para pemimpin yang memicu kekerasan.

 

Beberapa wabah kekerasan serupa di Afrika Selatan, di mana banyak warga menyalahkan imigran atas pengangguran yang tinggi, khususnya dalam pekerjaan kasar. Lebih dari 60 migran terbunuh dalam satu rangkaian serangan pada 2008 lalu.

 

Afrika Selatan merupakan tujuan utama para migran ekonomi dari wilayah selatan Afrika, dengan banyak dari mereka yang pindah dari Lesotho, Mozambik dan Zimbabwe untuk mencari pekerjaan. Ada juga komunitas besar Somalia dan Nigeria di Afrika Selatan.

 

Presiden Muhammadu Buhari dari Nigeria memanggil komisaris tinggi Afrika Selatan pada hari Selasa untuk mengeluh tentang perlakuan terhadap warga negaranya dan meminta jaminan bahwa nyawa dan harta benda mereka akan dilindungi.

 

Buhari sendiri dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Afrika Selatan akhir tahun ini.

 

Para aktivis menyalahkan pejabat senior di partai Kongres Nasional Afrika yang berkuasa dan partai oposisi Aliansi Demokratik karena memicu sentimen anti-imigran.

 

"Para pemimpin politik senior menemukan sasaran empuk di Afrika yang rentan yang berusaha membuat rumah baru di Afrika Selatan. Memang, ada tren berbahaya yang muncul dari populisme xenophobia yang mengarah pada serangan terhadap warga negara asing," kata Right2Know Campaign dalam sebuah pernyataan.

 

Menurut studi tahun 2016 oleh para peneliti di University of Witwatersrand, Johannesburg, terhadap kekerasan xenophobia menyimpulkan bahwa politik memainkan peran penting.

 

“Selama dekade terakhir kami telah melihat hubungan yang kuat antara protes politik dan penjarahan bisnis milik asing ... para pemimpin lokal membutuhkan protes untuk mempertahankan kekuasaan dan legitimasi mereka. Dan para pengunjuk rasa perlu diberi makan. Penjarahan adalah cara untuk mengisi perut mereka,” tulis para peneliti.

 

Menurut data dari sensus populasi terbaru pada tahun 2011 memperlihatkan bahwa jumlah migran melonjak pada dekade sebelumnya, dengan hampir setengahnya pindah ke Afrika Selatan antara 2005 dan 2010. Jumlah migran tidak berdokumen resmi tidak diketahui.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Cyril Ramaphosa

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Foto: Foto/Istimewa

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.53 3,719.01
British Pound GBP 1.00 17,582.91 17,401.23
China Yuan CNY 1.00 1,994.14 1,974.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,090.00 13,950.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,681.24 9,582.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.39 1,782.38
Dolar Singapura SGD 1.00 10,251.00 10,145.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,606.08 15,449.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.58 3,348.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,077.78 12,946.64

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6334.843 -7.331 651
2 Agriculture 1365.814 13.005 21
3 Mining 1670.003 -35.835 49
4 Basic Industry and Chemicals 899.212 -6.623 72
5 Miscellanous Industry 1198.465 0.426 49
6 Consumer Goods 2366.016 -3.032 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.832 -1.191 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1197.015 2.363 75
9 Finance 1268.975 4.024 90
10 Trade & Service 812.213 -2.562 162
No Code Prev Close Change %
1 SKYB 50 67 17 34.00
2 BCAP 163 199 36 22.09
3 AKSI 476 580 104 21.85
4 JAWA 129 150 21 16.28
5 BBLD 416 476 60 14.42
6 INTD 140 160 20 14.29
7 SIMA 83 93 10 12.05
8 INPP 760 835 75 9.87
9 BBHI 160 175 15 9.38
10 SRAJ 230 250 20 8.70
No Code Prev Close Change %
1 ETWA 115 84 -31 -26.96
2 KARW 126 96 -30 -23.81
3 BMSR 145 120 -25 -17.24
4 ALMI 460 382 -78 -16.96
5 OKAS 260 224 -36 -13.85
6 AMAG 308 278 -30 -9.74
7 TMAS 154 141 -13 -8.44
8 EMTK 6,100 5,600 -500 -8.20
9 DNAR 270 248 -22 -8.15
10 FIRE 3,080 2,840 -240 -7.79
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 555 25 4.72
2 MNCN 1,300 1,305 5 0.38
3 MSIN 466 490 24 5.15
4 BHIT 73 79 6 8.22
5 BMTR 362 376 14 3.87
6 TMAS 154 141 -13 -8.44
7 BCAP 163 199 36 22.09
8 MAMI 130 129 -1 -0.77
9 TELE 390 366 -24 -6.15
10 ANTM 1,120 1,070 -50 -4.46