Portal Berita Ekonomi Minggu, 09 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Menkes: Mari Lebih Cerdik Tanggulangi Kanker

Menkes: Mari Lebih Cerdik Tanggulangi Kanker
WE Online, Jakarta -

Berdasar pada hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 diketahui terjadi peningkatan prevalensi kanker yang cukup signifikan, yaitu sebesar 28 persen. Hal itu sejalan dengan beberapa indikator GERMAS belum menunjukkan perbaikan dibandingkan Riskesdas 2013.

Dibutuhkan upaya lebih kuat dalam mendorong implementasi Program Penanggulangan Kanker Nasional terutama upaya promotif dan preventif melalui GERMAS.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengatakan penyakit kanker adalah salah satu penyakit tidak menular yang perlu diperhatikan bersama. Hal ini dikarenakan, beban epidemiologi dan beban ekonomi yang tinggi.

Baca Juga: Benarkah Kanker Otak pada Anak Kini Ada Obatnya?

Berdasarkan Globocan 2018, di Indonesia jumlah kasus baru kanker sebanyak 348.809 kasus dengan estimasi kematian sebanyak 207.210 jiwa.

Kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara dengan insidens sebanyak 42,1 per 100 ribu penduduk, diikuti oleh kanker leher rahim dengan insidens sebanyak 23,4 per 100 ribu penduduk.

Sementara untuk pria, sebagian besar menderita kanker paru-paru dan diikuti dengan kanker usus besar.

"Pada pria, kanker terbanyak adalah kanker paru dengan insidens sebanyak 12,4 per 100 ribu penduduk, diikuti oleh kanker kolorektal (usus besar) dengan insidens sebesar 12,1 per 100 ribu penduduk," kata Menkes Nila.

Sementara, dr. Toufan menjelaskan bahwa angka kanker leher rahim di Indonesia masih dapat lebih tinggi dari prediksi-prediksi yang sudah ada.

"Pasien di RSCM sebanyak 70-80 persen menderita kanker leher rahim stadium diatas 2B. Selain itu IVA Test sudah tidak dijamin oleh BPJS, biasa IVA Test Rp25.000, PAP Smear Rp75.000. Eradikasi kanker serviks bisa tercapai apabila cakupan skrining di atas 80 persen," jelas dr. Toufan.

Ketua Komite Nasional Penanggulangan Kanker (KPKN), Soehartati Gondhowiardjo mengungkapkan bahwa penyebab kanker bermacam-macam. Mulai dari genetik, gaya hidup, sampai lingkungan.

"Perlu upaya-upaya yang melibatkan semua tingkatan sistem kesehatan dari tingkat regional hingga nasional, pemerintahan, organisasi, dan komunitas untuk menjangkau seluruh populasi," ungkap Soehartati.

Kematian akibat kanker dan rasio mortalitas terhadap insidensi yang tinggi di Indonesia disebabkan oleh keterlambatan diagnosis. Kementerian Kesehatan memperkirakan bahwa lebih dari 70 persen pasien kanker didiagnosis pada stadium lanjut.

Keadaan ini disebabkan karena masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terkait kanker, masih banyak penderita yang mencari perawatan tradisional dan alternatif, kurangnya perlindungan finansial, kurangnya pengetahuan tentang gejala umum dan tanda-tanda kanker di kalangan masyarakat.

Baca Juga: Mengejutkan! Racun Ikan Ini Bisa Bunuh Sel Kanker Serviks

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyikapi hal tersebut adalah melalui pendekatan kesehatan masyarakat. Pendekatan tersebut difokuskan pada intervensi perubahan perilaku melalui penerapan hidup CERDIK yakni Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

Menkes Nila meyakini bahwa dengan kerja sama semua pihak dan dukungan dari masyarakat program penanggulangan kanker di Indonesia akan berjalan dengan baik dan optimal.

"Marilah kita budayakan tentang pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker dengan perilaku CERDIK untuk mencegah kanker," terang Menkes.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Tag: Kesehatan, Gaya Hidup, Kanker

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Reno Esnir

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23