Portal Berita Ekonomi Minggu, 07 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Genjot Produksi, Pertamina EP Terapkan Tanjung Polymer Field Trial

Genjot Produksi, Pertamina EP Terapkan Tanjung Polymer Field Trial
WE Online, Jakarta -

PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah SKK Migas, mempunyai tugas mencari sumber minyak dan gas untuk mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan.

Presiden Direktur Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf mengatakan, untuk mendukung pencapaian target produksi tersebut, pihaknya mempunyai berbagai strategi, antara lain penerapan metode EOR atau enhanced oil recovery.

"Pengembangan lapangan minyak akan selalu melalui tiga tahapan, yaitu primary, secondary, dan tertiary. Lapangan-lapangan Pertamina EP telah melalui proses primary dan sekarang sedang menuju proses secondary dan tertiary. Dengan minyak tersisa sebesar 8,2 BSTB, implementasi pattern waterflood dan EOR akan mengoptimalkan produksi minyak dan penambahan cadangan," jelas Nanang di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Baca Juga: Pertamina Klaim Kelola 40% Produksi Migas Nasional

Lebih lanjut, Nanang menjelaskan, Pertamina EP telah memulai implementasi chemical EOR berupa polymer di Lapangan Tanjung pada Desember 2018 setelah sebelumnya melakukan kajian pada 2016 dengan bantuan pakar-pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Injeksi polymer merupakan teknologi yang telah terbukti dan diimplentasikan lebih dari 30 tahun di berbagai lapangan minyak di dunia dengan rata-rata peningkatan recovery factor (RF) sebesar 5-10% terhadap OOIP.

"Pertamina EP sangat optimis melakukan waterflood dan EOR. Berdasarkan perkiraan, produksi kumulatif minyak diharapkan sebesar 245 MMSTB melalui waterflood dengan puncak produksi sebesar 60.000 bopd pada 2026, sedangkan tahap tertiary akan menghasilkan produksi kumulatif sebesar 133 MMSTB dengan puncak produksi sebesar 30.000 bopd pada 2030," tambah Nanang.

Dalam lima tahun terakhir, ada beberapa lapangan di dunia yang sudah melakukan proyek polymer flooding, di antaranya Venezuela (2017), Brazil (2017), dan Suriname (2014-2016). Di Indonesia, terdapat empat KKKS yang sudah menerapkan chemical EOR yaitu Chevron, Medco, CNOOC, dan Pertamina.

Dalam waktu lima tahun ke depan, Pertamina EP akan melakukan pilot dan full scale chemical EOR di lima struktur, yaitu Tanjung, Sago, Rantau, Jirak, dan Limau, dan CO2 flooding di tiga struktur, yaitu Sukowati, Jatibarang, dan Ramba.

Proyek Tanjung Polymer Field Trial di Lapangan Tanjung ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi Lapangan Tanjung melalui tahap secondary recovery dari optimisasi waterflood serta tertiary recovery dengan teknologi chemical EOR, baik dari fase pilot maupun full scale. Optimisasi waterflood diproyeksikan mampu menaikkan recovery factor Lapangan Tanjung dari 24,05% menjadi 27,25% pada 2035.

Baca Juga: Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Dorong Pengembangan Pertanian Organik

Sedangkan untuk injeksi polimer di Pattern 12 Lapangan Tanjung diharapkan diperoleh oil gain sampai dengan 45 MSTB pada 2021 dan penurunan water cut sumur-sumur monitor sebesar 5%. Desain injeksi dibuat dengan kebutuhan polymer sebanyak 70 ton, volume larutan polymer yang diinjeksikan adalah 200 ribu barel dengan konsentrasi 2.000 ppm dan laju injeksi sebesar 1.000 barel per hari.

Lapangan Tanjung dipilih menggunakan polymer karena karakter low recovery factor dan high level dari cadangan heterogen. Saat ini Tanjung Polymer Field Trial memasuki fase ketiga.

"Diharapkan, dengan polymer ini, dalam jangka waktu dua tahun akan diperoleh penambahan minyak sebesar 45.000 BOPD," harap Nanang mengakhiri penjelasannya.

Baca Juga

Tag: PT Pertamina EP, PT Pertamina (Persero)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Reno Esnir

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66