Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:18 WIB. Iran - Presiden Iran kritik Perancis,  Jerman dan Inggris yang menyalahkan Iran terhadap serangan Aramco
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 1,11% di akhir sesi II.
  • 12:13 WIB. AS - EIA: Harga bensin naik lebih dari 8 sen menjadi sekitar US$3,34 per galon di California,  Oregon,  Washington,  Nevada,  Arizona,  Alaska dan Hawaii
  • 12:05 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 1,26% di akhir sesi I.
  • 10:57 WIB. Suku Bunga - Tingkat bunga penjaminan LPS turun 25 bps untuk Rupiah dan valas pada Bank Umum dan BPR, berlaku 26 September 2019

Jokowi Murka: Investor Lebih Pilih Vietnam daripada Indonesia, Kenapa?

Jokowi Murka: Investor Lebih Pilih Vietnam daripada Indonesia, Kenapa? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Banyak investor bisnis yang angkat kaki dari China karena perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang tak kunjung usai. Namun, bukan memilih Indonesia sebagai pelabuhan, para investor justru menjatuhkan hati di Vietnam.

Melihat fakta tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan kekesalannya dalam rapat terbatas pada Rabu (4/8/2019). Ia membandingkan Indonesia dengan Vietnam, Kamboja, Thailand, dan Malaysia yang kalah saing dalam menarik banyak investor.

Presiden Jokowi mengatakan ada 33 perusahaan keluar dari China. Namun, Indonesia tidak menjadi tujuan pemindahan bisnis mereka. Justru 23 perusahaan dipindahkan ke Vietnam. Menurut Presiden, kegagalan ini terjadi karena adanya persoalan di dalam Indonesia yang perlu diselesaikan.

Baca Juga: Grab Kucurkan Triliunan Rupiah untuk Bisnis di Vietnam

Belakangan ini pertumbuhan ekonomi di negara Vietnam memang sedang bagus-bagusnya. Sejak memberlakukan liberalisasi perdagangan dan mempromosikan diri buat menarik investor, nilai ekspor negara Asia Tenggara ini meningkat.

Jika membandingkan angka pertumbuhan ekonomi Vietnam dan Indonesia, Vietnam jauh lebih mampu menaikkannya di atas 6 persen. Pada Semester I tahun 2018, pertumbuhan ekonomi negara Vietnam tercatat 7,08 persen, paling tinggi di antara negara-negara Asean lainnya.

Kini pada Semester I tahun 2019, negara Vietnam lagi-lagi memimpin dalam hal pertumbuhan ekonomi di antara negara Asean. Kabarnya Negeri Paman Ho ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,76 persen. Lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang tercatat 5,06 persen.

Baca Juga: Netflix Urus Izin Operasi di Vietnam, Mau Produksi Konten Lokal?

Dengan keberhasilan yang dicatatkan tersebut, apa ya sebenarnya yang membuat negara Vietnam dipilih perusahaan sekelas Foxconn, Samsung, dan LG sebagai tujuan relokasi bisnis?

1. Membuat banyak perjanjian perdagangan bebas

Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam diketahui aktif dalam menjalin hubungan bilateral dengan banyak negara di dunia. Dari jalinan hubungan tersebut, Vietnam menyepakati banyak perjanjian perdagangan bebas.

Ditambah lagi Vietnam menandatangani Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dan Vietnam – UE (EVFTA). Kesepakatan-kesepakatan tersebut telah mendorong Vietnam menjadi lingkungan bisnis yang kompetitif.

Apalagi dalam perjanjian-perjanjian tersebut, standar kualitas produk, manufaktur, dan hak-hak karyawan benar-benar dijamin Vietnam. Enggak menutup kemungkinan Vietnam bakal menjadi pusat manufaktur dan basis ekspor.

2. Dekatnya jarak antara China dan Vietnam

Karena perusahaan-perusahaan yang pindah sebelumnya ada di China, para pebisnis melihat Vietnam sebagai tujuan karena lebih dekat dari segi jarak. Apalagi jarak dari pusat manufaktur Cina di Shenzhen ke negara Vietnam gak jauh-jauh amat.

Dengan dekatnya jarak antara China dan Vietnam, pebisnis dapat meminimalkan biaya yang ada. Terus rantai pasokan tetap terjaga karena dekatnya jarak tersebut. Terlebih banyak pabrik di Vietnam yang merupakan milik investor China, Taiwan, dan Korea Selatan sehingga membuat urusan transisi berjalan lancar.

3. Lokasi Vietnam bagus buat rute dan posisi pengiriman regional di Asia

Negara Vietnam memiliki lokasi yang strategis, apalagi buat melakukan pengiriman regional di Asia. Inilah alasannya kenapa banyak investor yang beranggapan kalau Vietnam bagus posisinya buat melakukan ekspor.

Vietnam sendiri diketahui memiliki garis pantai sepanjang 3.200 km dan memiliki sekitar 114 pelabuhan. Tiga pelabuhannya yang terbesar berlokasi di Hai Phong (utara), Da Nang (tengah), dan Saigon (selatan).

Baca Juga: Bersaing dengan Go-Jek dan Be, Grab Perkuat Investasi di Vietnam

Terus Vietnam punya jaringan kereta api yang terhubung dengan China, yaitu Kunming (Cina) – Hai Phong (Vietnam). Jaringan ini digunakan sebagai transportasi kargo.

4. Besaran upah yang rendah

Besaran upah di Vietnam disebut-sebut lebih rendah daripada besaran upah di China. Di negara Vietnam besaran upahnya pada tahun 2019 sekitar US$120 – US$173, dengan besaran tertingginya berada di Kota Hanoi dan Ho Chi Minh.

Jelas aja besaran upah di negeri Paman Ho tersebut merupakan separuhnya dari besaran upah di China. Dibanding Indonesia, selisih besaran upah bisa dibilang sebelas duabelas. Besaran upah di Indonesia berada di rentang US$102,74 – US$257,73.

5. Peran Pemerintah dalam mengambil keputusan strategis

Selain kondisi politik di sana yang stabil, Pemerintah Vietnam dinilai bijak dalam mengambil keputusan strategis yang menjadi kebijakan utama. Kebijakan-kebijakan terkait bisnis dan perburuhan membuat Vietnam mendapat skor tinggi dalam kemudahan berbisnis di laporan World Bank’s Doing Business.

Terus pemerintah di sana juga diketahui aktif dalam menarik banyak investasi, terutama investasi di infrastruktur. Selain itu, investasinya juga difokuskan ke pengembangan zona industri.

Partner Sindikasi Konten: MoneySmart

Tag: Vietnam, Perang Dagang, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Cahyo Prayogo

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.59 3,739.57
British Pound GBP 1.00 17,621.99 17,446.46
China Yuan CNY 1.00 2,003.28 1,983.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,596.66 9,499.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.80 1,789.87
Dolar Singapura SGD 1.00 10,288.27 10,185.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,574.56 15,419.27
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,393.77 3,357.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,173.11 13,039.32

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6206.199 -25.274 655
2 Agriculture 1370.120 -3.285 20
3 Mining 1655.731 -9.706 49
4 Basic Industry and Chemicals 865.817 -15.123 73
5 Miscellanous Industry 1175.534 6.983 49
6 Consumer Goods 2216.558 -7.799 54
7 Cons., Property & Real Estate 492.330 -8.272 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1221.672 -6.834 75
9 Finance 1256.359 0.335 90
10 Trade & Service 796.070 -0.485 164
No Code Prev Close Change %
1 OPMS 135 228 93 68.89
2 AHAP 75 101 26 34.67
3 OKAS 216 270 54 25.00
4 POLA 840 1,000 160 19.05
5 KRAH 1,135 1,320 185 16.30
6 ALKA 420 480 60 14.29
7 ABMM 1,950 2,180 230 11.79
8 PSAB 240 268 28 11.67
9 ISSP 121 135 14 11.57
10 MPOW 181 198 17 9.39
No Code Prev Close Change %
1 YELO 176 145 -31 -17.61
2 FILM 416 350 -66 -15.87
3 PORT 625 530 -95 -15.20
4 PSDN 167 142 -25 -14.97
5 TIRA 286 254 -32 -11.19
6 PRAS 167 150 -17 -10.18
7 PTIS 280 252 -28 -10.00
8 EMTK 5,100 4,610 -490 -9.61
9 KPAL 680 625 -55 -8.09
10 BAPA 89 82 -7 -7.87
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 147 148 1 0.68
2 IATA 50 50 0 0.00
3 IPTV 520 555 35 6.73
4 FREN 166 163 -3 -1.81
5 YELO 176 145 -31 -17.61
6 ERAA 1,925 2,020 95 4.94
7 PGAS 2,170 2,280 110 5.07
8 HOME 84 84 0 0.00
9 BCAP 160 161 1 0.62
10 BRPT 1,000 965 -35 -3.50