Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:59 WIB. India - Petronet LNG akan pasok 5 juta ton per tahun LNG dari proyek Driftwood
  • 09:56 WIB. China - Wearable device yang dikirim China naik 34,3% pada kuartal 2 atau 23,07 juta unit
  • 09:34 WIB. Serangan Aramco - PBB sambut baik rencana pemberontak Houthi akhiri semua serang ke Arab Saudi
  • 09:04 WIB. AS - Barron Hilton meninggal dalam usia 91 tahun di kediaman Los Angeles
  • 08:56 WIB. AS - Twitter menangguhkan ribuan akun yang memiliki hubungan dengan pemerintah di Timteng
  • 04:14 WIB. India - AS dan India akan bahas penurunan tarif pada beberapa produksi AS dan perlakuan khusus ekspor India ke AS
  • 04:01 WIB. Turki - Pengadilan Turki hukum penjara 14 orang karena terhubung dengan IS ekstrimis

Waspada! Begini 6 Tanda Ponsel Anda Sudah Dihack!

Waspada! Begini 6 Tanda Ponsel Anda Sudah Dihack! - Warta Ekonomi
WE Online, Surakarta -

Peneliti keamanan mengungkapkan satu serangan siber yang disamarkan dalam bentuk aplikasi Android berbahaya yang hampir sama dengan program perpesanan yang sah, seperti WhatsApp dan Signal. Bahkan, hal itu berhasil menipu ribuan orang di hampir 20 negara. 

Aplikasi-aplikasi itu diunduh melalui situs bernama Secure Android. Setelah dipasang, peretas akan memiliki akses ke galeri, lokasi, tangkapan audio, dan konten pesan. 

"Malware itu tidak melibatkan eksploitasi perangkat lunak yang canggih, tetapi hanya memerlukan izin aplikasi yang diberikan oleh pengguna ketika mengunduh aplikasi, tanpa menyadari kalau aplikasinya mengandung malware," jelas Staf Teknologi Electronic Frontier Foundation (EFF), Cooper Quentin, dilansir dari Techlicious, Jumat (6/9/2019).

Baca Juga: Pengguna Android Perlu Waspada! Ponsel Kamu Rentan Dihack Loh

Pada dasarnya, malware kerap datang dari aplikasi yang diunduh dari sumber ilegal, termasuk tautan phishing lewat pesan singkat atau surat-el (e-mail), serta situs seperti Secure Android.

Dengan koneksi internet, ponsel pintar semakin rentan terhadap serangan malware, bila penggunanya tak cermat dalam memasang aplikasi. Padahal, itu bisa merugikan pengguna, dari pemantauan konten perangkatnya, pemanfaatan bandwidth internet tanpa izin, hingga mencuri kata sandi. Untuk itu, Anda perlu mewaspadai beberapa tanda yang muncul jika ponsel pintar Anda telah diretas.

Menurut Direktur Pelatihan uBreakiFix, perusahaan yang fokus pada layanan perbaikan perangkat elektronik, Josh Galindo, berikut ini tanda-tanda tersebut:

1. Penurunan daya tahan baterai yang begitu terlihat

Ponsel pintar yang telah diretas akan berkurang sangat cepat, karena peretas menggunakan sumber daya ponsel untuk memindai perangkat dan mengirimkan informasi ke server kriminal. 

Jika penggunaan ponsel Anda tak berlebihan, tapi baterai tak bertahan lama, cobalah untuk meningkatkan daya tahan baterai lewat fitur pengaturan, baik di Android maupun iPhone.

Baca Juga: Ngeri! Ratusan Juta Pengguna Google Diintai Diam-Diam untuk....

2. Kinerja ponsel melamban

Apakah ponsel Anda sering mengalami lag? Aplikasi tertentu mendadak tertutup? Bisa jadi, itu disebabkan oleh malware yang membebani sumber daya ponsel atau berbenturan dengan aplikasi lain.

Jika Anda sudah mencoba mengurangi data yang disimpan dalam perangkat, tapi hal itu masih terjadi, mungkin ponsel Anda telah disusupi malware. Namun, jika setelah proses pembersihan, ponsel kembali berjalannormal, maka ponsel Anda tidak diretas.

Baca Juga: Dear Pengguna Facebook, 400 Jutaan Nomor Teleponmu Bocor di Internet

3. Penggunaan data internet tinggi

Tanda lain dari ponsel yang diretas, ialah tagihan data yang luar biasa tinggi pada akhir bulan (untuk pelanggan pascabayar). Itu dapat berasal dari malware atau aplikasi pengintai yang beroperasi tanpa diketahui.

4. Panggilan telepon atau pesan singkat yang tidak Anda kirim

Jika Anda melihat daftar panggilan atau teks ke nomor yang tidak Anda kenal, berhati-hatilah. Itu artinya, ponsel Anda digunakan untuk kejahatan dunia maya oleh peretas. Dalam hal ini, periksa tagihan telepon Anda untuk setiap panggilan yang tidak Anda kenali.

Baca Juga: Awas! Gunakan Ponsel 5 Jam Sehari Tingkatkan Risiko Obesitas

5. Pop-up misteri

Meskipun tak semua pop-up menunjukkan tanda kalau telepon Anda diretas, peringatan pop-up yang terjadi terus-menerus dapat mengindikasikan adanya serangan adware.

Adware merupakan malware yang memaksa perangkat untuk melihat satu laman yang mendorong pendapatan melalui klik. Bahkan, jika pop-up tak menunjukkan serangan adware, kemungkinan itu akan membawa korban untuk mengunjungi tautan phishing

Hal itu dapat berujung pencurian informasi pribadi pengguna ponsel, seperti nama pengguna surat-el beserta kata sandinya.

Baca Juga: Penyelesaian Kasus Safari Hack oleh Google Ditolak Pengadilan Banding

6. Aktivitas yang tidak biasa pada akun yang ditautkan ke perangkat

Jika peretas memiliki akses ke ponsel Anda, mereka juga memiliki akses ke akun di dalamnya, dari media sosial, surat-el, hingga aplikasi gaya hidup ataupun produktivitas. Mereka dapat mengatur ulang sandi, mengirim surat-el, menandai surat yang belum dibaca, hingga menggunakan akun surat-el Anda untuk membuat akun baru.

Dalam hal ini, peretas pun bisa menggunakan identitas Anda untuk melakukan hal tidak baik. Oleh karena itu, sebaiknya rutinlah mengubah kata sandi, tanpa harus memperbaruinya di ponsel itu, kecuali jika sudah melakukan pemindaian keamanan.

Tag: tips keamanan siber, Smartphone, Keamanan Siber

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Unsplash/Rawpixel

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69