Portal Berita Ekonomi Senin, 23 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:12 WIB. Paris - Perusahaan penerbangan low cost XL Airways (Prancis) minta diselamatkan Air France.
  • 00:04 WIB. Washington - PBB: 90 perusahaan besar berjanji akan mengurangi emisi gas demi dunia yang lebih hijau.
  • 23:56 WIB. London - Primark (Inggris) yakin bisa mendapat pasar pakaian dan sepatu US$300 miliar di AS.
  • 23:44 WIB. Iran - Menlu Pompeo: Walau menambah pasukan di teluk, AS tidak bermaksud perang dengan Iran.
  • 20:52 WIB. Brazil - Presiden Brazil sudah tanda tangani peraturan liberalisasi ekonomi dengan mengurangi birokrasi
  • 16:30 WIB. China - AIIB akan investasi US$1,09 M untuk 6 proyek di Asean
  • 15:13 WIB. Mobil Listrik - China miliki 245 pos untuk ganti baterai pada Agustus,  107 diantaranya di Beijing
  • 15:09 WIB. China - Mobil Maserati yang recall akan diperbaiki dengan gratis
  • 15:06 WIB. China - Jumlah pos pengisian energi baru bertambah 9 ribu pos pada Agustus
  • 14:58 WIB. China - Maserati tarik 711 mobil di China karena ada cacat pada lampu (headlight beams)

Masih Betah Pimpin Pasar India, Xiaomi Catat Prestasi Baru di Sana

Masih Betah Pimpin Pasar India, Xiaomi Catat Prestasi Baru di Sana - Warta Ekonomi
WE Online, Surakarta -

Xiaomi telah mengirimkan lebih dari 100 juta ponsel pintar di India sejak beroperasi selama lima tahun di sana, berdasarkan data dari lembaga riset IDC.

Produsen ponsel yang telah menduduki pucuk di daftar ponsel terlaris India selama delapan kuartal itu mengatakan, Redmi dan Redmi Note menjadi model yang paling banyak dibeli di negara itu.

"Tonggak sejarah perusahaan hari ini merupakan bukti cinta yang kami terima dari jutaan Mi Fans. Ada merek yang memasuki pasar sebelum kami, tapi tak ada yang mendekati prestasi yang telah kami capai," jelas Wakil Presiden Xiaomi dan MD India, Manu Jain dalam keterangannya, dilansir dari TechCrunch, Jumat (6/9/2019).

Baca Juga: Saingan Berat Ponsel Lipat Samsung Ini Siap Mengudara Bulan Depan

Di India, ponsel dijual di bawah US$200. Sementara, ponsel Xiaomi memiliki harga yang melampaui angka itu. Perusahaan mengatakan, tak pernah mengambil keuntungan lebih dari 5% untuk tiap perangkat keras yang dijualnya.

Jain menambahkan, "Kami percaya ini hanyalah awal dari petualangan baru dan kami akan terus menghadirkan lebih banyak kategori dan produk dengan spesifikasi terbaik, kualitas tertinggi dengan harga yang kompetitif ??untuk semua Mi Fans."

Seiring meningkatnya persaingan di negara China dan penurunan pengiriman ke sejumlah negara, India dianggap sebagai pasar terpenting bagi Xiaomi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Akur, Xiaomi Tanam Sensor Kamera 108 MP Samsung di 4 Ponsel Barunya

Di tahap awal, perusahaan menjual produknya secara daring guna efisiensi biaya. Dua tahun setelahnya, penjualan mulai merambah ranah luring, mendorong banyak perangkat yang terjual di India. 

Bulan lalu, Xiaomi menyampaikan sedang menargetkan untuk membangun 10 ribu toko fisik di negara itu. Sementara, mereka mengklaim telah menciptakan 20 ribu pekerjaan di India, yang sebagian besar diisi oleh wanita.

Dalam wawancara dengan TechCrunch baru-baru ini, eksekutif Xiaomi mengatakan, mereka memiliki tim khusus di India untuk berkolaborasi dengan startup lokal

Samsung, yang pernah memimpin pasar ponsel pintar India, telah meluncurkan beberapa model perangkat untuk bersaing dengan Xiaomi. Raksasa teknologi Korea itu juga meningkatkan anggaran pemasarannya di negara ini. Sayangnya, pasar masih dipimpin oleh sang perusahaan China.

Perusahaan itu memasuki India lebih dari satu dekade lalu dan telah mengirim lebih dari 100 juta ponsel pintar di negara itu, kata lembaga riset Counterpoint.

Tag: Xiaomi Inc, India

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Xiaomi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69