Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:07 WIB. India - Maruti Suzuki catatkan ekspor mobil satu juta unit dari Pelabuhan Mundra di Gujarat
  • 16:53 WIB. Thailand - Ekspor ayam broiler ke China naik lebih dari 700% dari Thailand pada Januari-Juli 2019
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,46% pada level 2.999
  • 16:22 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,46% pada level 2.080
  • 16:20 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,15% pada level 3.162
  • 16:19 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,07% pada level 26.468
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,38% pada level 22.044
  • 16:16 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Rupiah pada level 14.060 rupiah/dollar
  • 15:42 WIB. Jepang - Bank of Japan tidak mengubah suku bunga, tetap -0,1%
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar melemah 0,25% terhadap Euro pada level 1,1058 $/euro
  • 16:12 WIB. Valas - Dollar melemah 0,21% terhadap Poundsterling pada level 1,2498 $/pound
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar melemah 0,43% terhadap Yen pada level 107,98 yen/dollar
  • 16:09 WIB. Valas - Dollar menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 7,10 yuan/dollar
  • 16:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.496 $/ounce
  • 16:04 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,39 $/barel

Bangun PLTS di Bekas Lahan Tambang, Perusahaan Batu Bara Ini Gandeng ITB

Bangun PLTS di Bekas Lahan Tambang, Perusahaan Batu Bara Ini Gandeng ITB - Warta Ekonomi
WE Online, Surakarta -

PT Sumber Energi Sukses Makmur (SESM), perusahaan perdagangan batubara nasional kini terus berekspansi mengembangkan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dua proyek yang tengah disasar PT SESM tersebut, yakni PLTS  apung (elevated) pada salah satu danau terbesar di Sumatera Utara (Sumut) dan PLTS dilokasi bekas lahan tambang BUMN di wilayah Sumatera Selatan.

Studi kelayakan yang sudah dilakukan untuk pembangunan PLTS apung di Sumut tersebut rencananya berkapasitas 400 megawatt (MW). “Jaringan yang terpasang 150kv sehingga PT SESM menggunakan kapasitas yang sesuai yakni 20 MW siang dan 20 MW malam. Itu juga pemakaiannya sekitar 5 jam siang dan peak 5 jam malam,” jelas Direktur Utama SESM, Zulfian Mirza.

Baca Juga: Izin Perusahaan Batu Bara Ini Belum Diperpanjang, 7 Perusahaan Lain Akan Habis

Menurut Zulfian, pemilihan PLTS apung dan lokasi bekas lahan tambang tersebut, bertujuan agar biaya investasi PLTS bisa diminimalkan.  Dengan demikian akan menghasilkan harga listrik yang sangat kompetitif kepada PLN untuk didistribusikan.

Untuk program PLTS yang memanfaatkan lahan bekas tambang di Sumatera Selatan, PT SESM bekerjasama dengan perusahaan BUMN.  “Setelah PLTS di Sumut, kami akan masuk ke PLTS eks lahan tambang di Sumsel. Ada lahan 100 ha yang sudah digunakan oleh tambang, relatif flat dan milik BUMN. Kami tahun lalu sudah MoU dan sekarang sedang dilakukan studi kelayakan dan izin lainnya,” papar Zulfian.

Baca Juga: Diserbu Polusi Batu Bara, Warga Demo KCN

Peresmian PLTS Mini FTTM IBT

Sebagai upaya untuk mendukung keberlanjutan proyek-proyek tersebut, PT SESM menggandeng Jurusan Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk kerjasama riset.   

PT SESM dan FTTM ITB melakukan Peresmian dan Serah Terima hibah PLTS Atap mini berkapasitas 10 kWp (kilowatt peak)  yang berlokasi di lantai 5 Gedung Tambang FTTM ITB, Bandung, Kamis (5/9/2019). Penandatanganan peresmian dan serah terima pengoperasian PLTS Atap tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT SESM dan Dekan FTTM, Prof Sri Widyantoro.

Hibah PLTS Atap 10  kWp tersebut merupakan tindaklanjut dari penandatanganan kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya pada 2 April 2019 lalu dalam rangka pengembangan teknologi yang berkaitan dengan PLTS.

Baca Juga: Harga Batu Bara Terperosok, PTBA Ajukan Ini ke Inalum

“April lalu kami sudah tandatangan MOA di bidang riset dan dilanjutkan kerjasama pemasangan mini PLTS 10 kWp untuk mendukung kegiatan riset di teknik metalurgi ITB.  Dengan kerjasama ini kami harap bisa menghasilkan satu inovasi produk-produk baru.  Kita harapkan tahun depan untuk pelaksanaan proyek bisa mendapat dukungan dari profesional atau tenaga ahli dari Jurusan Teknik Metalurgi ITB untuk proyek di lapangan,” imbuh Zulfian.

Sementara, Dekan FTTM ITB, Sri  Widyantoro, mengaku bangga dengan kerjasama dan hibah pembangunan PLTS Atap di lingkungan FTTM ITB tersebut.  Kerjasama tersebut akan menjadi pengalaman berharga bagi pihaknya dalam bekerjasama dengan pihak industri.

“Jadi kami selalu membuka diri untuk kerjasama dengan industri dan banyak sekali manfaatnya bagi dosen dan mahasiswa FTTM untuk pembelajaran. PLTS berkapasitas 10 kWp bisa untuk menerangi satu lantai di gedung ini.  Ke depan kita memang harus ke renewable energy dan kami sekarang sudah punya Program Studi S-2 Geothermal dan ke depan akan terus kami kembangkan untuk energi terbarukan,” terang Sri Widyantoro.

Pihak FTTM ITB berkomitmen untuk ikut melakukan riset dalam rangka mendorong efisiensi PLTS diantaranya untuk teknologi material photovoltaic solar sel dan baterai melalui Jurusan Teknik Metalurgi FTTM, juga memungkinkan kerjasama dengan lintas-fakultas di ITB untuk mengembangkan solar sel secara keseluruhan.

Sebagai informasi, selain berekspansi membangun PLTS, PT SESM merupakan perusahaan yang memasok batu bara ke 16 lokasi PLTU untuk PT PLN (Persero).  Batu bara yang disuplai ke PLN berasal dari Kalimantan Selatan, Kaltim, dan Sumsel.

Tag: Institut Teknologi Bandung (ITB), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: PT Sumber Energi Sukses Makmur (SESM)

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.39 3,739.37
British Pound GBP 1.00 17,665.91 17,487.15
China Yuan CNY 1.00 2,003.20 1,983.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.00 9,528.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,810.67 1,792.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,280.06 10,177.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,634.07 15,478.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,378.40 3,341.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,100.04 12,969.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.470 -32.163 654
2 Agriculture 1367.560 -20.038 21
3 Mining 1651.226 -19.891 49
4 Basic Industry and Chemicals 887.628 -7.335 73
5 Miscellanous Industry 1173.485 -14.145 49
6 Consumer Goods 2237.091 -6.321 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.440 -0.066 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1213.788 -7.826 75
9 Finance 1261.082 -4.842 90
10 Trade & Service 801.768 -3.260 163
No Code Prev Close Change %
1 VINS 101 136 35 34.65
2 GHON 1,350 1,600 250 18.52
3 DART 318 370 52 16.35
4 HOME 99 113 14 14.14
5 GGRP 840 945 105 12.50
6 TRIM 153 170 17 11.11
7 PDES 1,100 1,215 115 10.45
8 YELO 160 176 16 10.00
9 CCSI 296 324 28 9.46
10 BBLD 450 488 38 8.44
No Code Prev Close Change %
1 PANI 123 101 -22 -17.89
2 DIGI 1,990 1,695 -295 -14.82
3 GLOB 486 420 -66 -13.58
4 JSKY 980 860 -120 -12.24
5 TIRA 278 244 -34 -12.23
6 IDPR 350 314 -36 -10.29
7 PEGE 234 212 -22 -9.40
8 APEX 605 550 -55 -9.09
9 MBTO 145 132 -13 -8.97
10 SMDM 137 125 -12 -8.76
No Code Prev Close Change %
1 HOME 99 113 14 14.14
2 MAMI 139 140 1 0.72
3 MSIN 470 468 -2 -0.43
4 IPTV 540 530 -10 -1.85
5 FREN 154 163 9 5.84
6 MNCN 1,285 1,270 -15 -1.17
7 BCAP 163 163 0 0.00
8 ERAA 1,920 1,940 20 1.04
9 YELO 160 176 16 10.00
10 KPIG 148 146 -2 -1.35