Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:36 WIB. GOLD - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.501 $/ounce
  • 13:35 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,61 $/barel
  • 13:34 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 59,09 $/barel
  • 13:28 WIB. Valas - Dollar melemah 0,08% terhadap Yuan pada level 7,09 Yuan/Dollar
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar menguat 0,08% terhadap Yen pada level 108,22 Yen/Dollar
  • 13:26 WIB. Valas - Dollar menguat 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,2488 $/Pound
  • 13:25 WIB. Valas - Dollar menguat 0,11% terhadap Euro pada level 1,1064 $/Euro
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,46% di akhir sesi I.
  • 10:22 WIB. Kanada - Rasio utang terhadap PDB Kanada turun 30,9% (tahun fiskal 2018-2019) sedang tahun lalu 31,3%
  • 09:17 WIB. China - Guangzhou Port Group buka jalur peti kemas perdana ke pantai timur AS
  • 08:19 WIB. AS - Apple Inc akan berikan US$250 juta untuk produsen kaca Corning Incorporated
  • 22:34 WIB. Jepang  - Menkeu Taro Aso rekomendasikan Masatsugu Asakawa menjadi Presiden ADB

Akankah Ratifikasi Indonesia-Australia CEPA Selesai Tahun Ini?

Akankah Ratifikasi Indonesia-Australia CEPA Selesai Tahun Ini? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita optimistis perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Australia bisa segera diberlakukan (entry into force) tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Mendag usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham, Minggu (8/9/2019), di Bangkok, Thailand. Pertemuan bilateral tersebut dilakukan di sela-sela Pertemuan tingkat Menteri Asean (Asean Economic Ministers/AEM) ke-51 dan pertemuan terkait lainnya pada 5-10 September 2019.

Mendag mengungkapkan, saat ini naskah Indonesia-Australia CEPA (IA-CEPA) dan dokumen pendukung telah disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Ketua DPR pada 9 Agustus 2019 lalu.

"Sesuai UU Perdagangan, apabila DPR tidak mengambil keputusan dalam waktu paling lama 60 hari kerja pada masa sidang setelah menerima naskah IA-CEPA, pemerintah dapat memutuskan perlu atau tidaknya persetujuan DPR," ungkap Mendag.

Sementara itu di pihak Australia, proses ratifikasi ditargetkan selesai November 2019. Usai menggelar pemilu pada Mei 2019 lalu yang kembali dimenangkan partai petahana, proses ratifikasi di pihak Australia diharapkan akan mudah diselesaikan. Pemerintah Australia memperkirakan proses ratifikasi memakan waktu kurang lebih enam bulan masa sidang bersama.

Baca Juga: Indonesia-Korea Selatan Percepat Penyelesaian Perundingan CEPA

"Periode selama proses ratifikasi ini telah dimanfaatkan kedua negara untuk berkoordinasi menyusun model kerja sama ekonomi agar kerja sama segera diimplementasikan usai proses ratifikasi selesai," lanjut Enggar.

Misalnya, dia mengungkapkan, untuk kerja sama di bidang investasi dan kerja sama pendidikan vokasional, Pemerintah Australia telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menjajaki kemungkinan investasi di sektor vokasi (work training).

Pemerintah Australia menyatakan ketertarikannya dan akan menyosialisasikan potensi investasi sektor vokasi kepada pemangku kepentingan di Australia. Selain itu, Australia berencana menambah kuota visa kerja dan berlibur (working and holiday visa/WHV) sebelum IA-CEPA berlaku.

"Ini itikad baik Pemerintah Australia dan kami menyambut baik rencana tersebut. Ini juga sebagai transisi dari kuota 1.000 orang per tahun menjadi 4.100 per tahun, dan bertambah setiap tahunnya hingga mencapai kuota 5.000 orang per tahun setelah IA-CEPA berlaku," ujarnya.

Selain itu, sebagai persiapan implementasi IA-CEPA, Kementerian Perdagangan telah melakukan lokakarya implementasi sistem tariff rate quota (TRQ) pada Agustus 2019 untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai TRQ.

Implementasi sistem TRQ merupakan salah satu komitmen dalam perjanjian IA-CEPA dan kedua negara optimistis dapat mengembangkan sistem TRQ berbasis elektronik yang adil dan transparan.

Indonesia berkomitmen memasukkan produk-produk yang tercakup dalam kelompok produk ternak, sereal, hortikultura, dan baja ke dalam 16 pos tarif dalam TRQ.

Baca Juga: Dorong Implementasi IA-CEPA, Indonesia-Australia Gelar Lokakarya Sistem TRQ

"Kemendag akan kembali mengingatkan kementerian/lembaga terkait untuk mempersiapkan regulasi atau ketentuan pendukung operasional, seperti keputusan menteri, peraturan menteri, dan regulasi lainnya. Selain itu juga memetakan proses dan kelengkapan administrasi yang jelas serta transparan untuk memudahkan penggunanya," jelas Mendag.

Pada pertemuan bilateral Indonesia-Australia tersebut, kedua menteri juga meninjau pertumbuhan ekonomi kedua negara, dan membahas perkembangan kerja sama ekonomi komprehensif regional (RCEP) yang ditargetkan selesai secara substansi pada November 2019.

Tag: Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Perundingan Bilateral

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,772.53 3,734.80
British Pound GBP 1.00 17,676.18 17,499.89
China Yuan CNY 1.00 2,000.62 1,980.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,694.17 9,595.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.89 1,789.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,289.41 10,184.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,661.22 15,502.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.36 3,347.67
Yen Jepang JPY 100.00 13,075.22 12,943.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6236.690 17.255 653
2 Agriculture 1401.290 40.171 21
3 Mining 1677.442 -1.658 49
4 Basic Industry and Chemicals 892.715 -1.823 72
5 Miscellanous Industry 1156.368 -32.269 49
6 Consumer Goods 2234.077 11.452 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.631 1.437 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.642 17.931 75
9 Finance 1252.622 4.164 90
10 Trade & Service 806.759 0.554 163
No Code Prev Close Change %
1 TFAS 180 278 98 54.44
2 OKAS 193 260 67 34.72
3 ITIC 1,000 1,250 250 25.00
4 ETWA 82 96 14 17.07
5 JSKY 720 840 120 16.67
6 KOTA 478 550 72 15.06
7 KARW 91 102 11 12.09
8 YELO 134 150 16 11.94
9 MINA 2,300 2,570 270 11.74
10 BMSR 100 110 10 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDRA 800 675 -125 -15.62
2 TFCO 635 545 -90 -14.17
3 TRST 400 360 -40 -10.00
4 JAWA 124 112 -12 -9.68
5 LPLI 158 144 -14 -8.86
6 INTD 159 145 -14 -8.81
7 MPRO 790 725 -65 -8.23
8 AHAP 62 57 -5 -8.06
9 BUKK 1,770 1,630 -140 -7.91
10 GLOB 420 390 -30 -7.14
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MAMI 130 139 9 6.92
3 MNCN 1,285 1,275 -10 -0.78
4 MSIN 466 466 0 0.00
5 TFAS 180 278 98 54.44
6 BMTR 364 354 -10 -2.75
7 HMSP 2,290 2,330 40 1.75
8 PGAS 2,050 2,180 130 6.34
9 GGRM 54,600 54,625 25 0.05
10 ERAA 1,860 1,980 120 6.45