Portal Berita Ekonomi Jum'at, 28 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:16 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 51,51 USD/barel
  • 09:15 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 46,43 USD/barel
  • 09:14 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.641 USD/troy ounce
  • 09:14 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,45% pada level 14.088 IDR/USD
  • 09:12 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 7,071 CNY/USD
  • 09:11 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,16% terhadap Yen pada level 109,41 JPY/USD
  • 09:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2886 USD/GBP
  • 09:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,14% terhadap Euro pada level 1,0986 USD/EUR
  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 1,48% pada level 2.946
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 2,05% pada level 26.230
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 1,88% pada level 3.053
  • 09:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 2,35% pada level 21.224
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 2,34% pada level 2.006
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 4,42% pada level 2.978
  • 09:00 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 4,42% pada level 25.776

Mengintip Prospek Warabala Coworking Space di Indonesia

Mengintip Prospek Warabala Coworking Space di Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perusahaan konsultasi properti asal Amerika, JLL memprediksi pada 2030 tiga dari sepuluh bangunan di setiap jalan raya di seluruh dunia akan menjadi ruang kerja fleksibel. Ruang kerja bersama (coworking space) ini disebut JLL sebagai industri yang berkembang pesat karena dapat disewa oleh pekerja individu atau perusahaan dalam jangka pendek atau panjang.

Ruang kerja bersama di Indonesia sendiri telah tumbuh 400% di antara 2016 dan 2018 menurut Asosiasi Ruang Kerja Indonesia. Mengingat besarnya populasi milenial di Indonesia, tidak heran jika saat ini banyak perusahaan mencari ruang kerja fleksibel untuk memenuhi tuntutan demografis tersebut.

Menurut Colliers International, pasar ruang kerja fleksibel lepas landas pada 2017 ketika operator internasional memasuki pasar dan lebih banyak ruang terletak di kawasan pusat bisnis, bukan di pinggiran Jakarta.

"Para ahli memperkirakan tren ini akan berlanjut ketika pengusaha menyadari kebutuhan untuk memenuhi tuntutan tenaga kerja mereka," kata Matthew Kenley, Head of Partnership Growth, IWG, dalam keterangannya, Senin (9/9/2019).

Baca Juga: Canggih, Terminal 3 Soetta Kini Punya Coworking Space Premium

Tren ini membuat ruang kerja fleksibel menjadi pasar pertumbuhan yang menarik bagi para investor karena peluang waralaba baru berkembang di sektor ini.

Menurut Kenley, dalam batas waralaba berikutnya, peluang signifikan tersedia untuk menawarkan ruang kerja bersama karena jumlah pekerja fleksibel di sekitar kota-kota besar berlipat ganda. Analis memperkirakan pada 2022, tenaga kerja mobile global akan mencapai hingga 43% dari total tenaga kerja.

"Bagi mereka yang mencari investasi baru, ruang kerja fleksibel menawarkan peluang yang luas," jelas Kenley.

Pertumbuhan ruang kerja bersama di kawasan ini telah didorong oleh startup yang sedang berkembang di seluruh pasar, termasuk Indonesia. Perusahaan multinasional (MNC) pun melihat nilai dari memasukkan opsi ruang kerja fleksibel untuk mengakomodasi pekerja di berbagai regional dengan biaya yang lebih rendah.

Selain itu, pentingnya hubungan pribadi di kawasan ini telah membantu pertumbuhan ruang kerja bersama karena memungkinkan kolaborasi bisnis.

Kenley berujar, "Dalam penelitian kami di ruang kerja yang fleksibel, kami menemukan sekitar 85% responden global percaya bahwa produktivitas dalam organisasi mereka meningkat akibat dari fleksibilitas yang lebih besar. Untuk mempertahankan tingkat permintaan ruang kerja selama beberapa tahun ke depan, operator perlu memanfaatkan model waralaba."

Manfaat Waralaba Ruang Kerja Fleksibel

Tren waralaba biasanya terdapat di restoran atau pusat kebugaran. Namun ternyata, bisnis kantor (serviced office) menawarkan peluang yang lebih besar.

Kenley mengatakan, waralaba jenis ini bisa menghasilkan pengembalian investasi yang signifikan dan mendukung pertumbuhan cepat dan ekspansi yang diperlukan untuk mengatasi meningkatnya permintaan akan ruang kerja bersama di Indonesia.

Baca Juga: Horeee! Pemerintah Bakal Kasih Coworking Space untuk Startup Lokal

"Mereka juga mendapatkan manfaat dari kerangka bisnis operator, pemasaran, dan keahlian operasional untuk membuat usaha ini berhasil. Karena franchisee (pewaralaba) bermitra dengan operator ruang kerja fleksibel, perusahaan dan pekerja akan memiliki akses pengalaman berkualitas tinggi, sesuai dengan kebutuhan dan harapan lokal," kata dia.

Waralaba yang tertarik untuk berinvestasi dalam pengembangan ruang kerja yang fleksibel di Indonesia memiliki peluang awal untuk terlibat dalam bidang yang diperkirakan akan terus tumbuh dengan cepat karena globalisasi dan kemajuan teknologi menciptakan tenaga kerja yang lebih mobile. 

Karena alasan ini, kerja fleksibel bukanlah tren yang akan hilang dalam waktu dekat. Penelitian terbaru JLL menemukan bahwa ketika dihadapkan dengan dua tawaran pekerjaan serupa, 80% pekerja akan menolak pekerjaan yang tidak menawarkan pekerjaan fleksibel.

"Oleh karena itu, ruang kerja fleksibel perlu tersedia di kota-kota besar serta daerah sekitarnya untuk memenuhi permintaan yang harus diantisipasi di Asia Tenggara," tukas Kenley.

Baca Juga

Tag: Coworking Space, Jones Lang LaSalle Incorporated (JLL)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Istimewa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,754.92 3,716.77
British Pound GBP 1.00 18,203.22 18,019.30
China Yuan CNY 1.00 2,007.16 1,986.91
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,088.09 13,947.91
Dolar Australia AUD 1.00 9,231.93 9,138.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.44 1,789.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,083.81 9,981.33
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,368.70 15,212.99
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,340.78 3,303.63
Yen Jepang JPY 100.00 12,779.47 12,648.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5535.694 -153.227 682
2 Agriculture 1207.532 -23.247 22
3 Mining 1368.723 -34.054 49
4 Basic Industry and Chemicals 770.392 -21.052 77
5 Miscellanous Industry 1050.866 -17.023 51
6 Consumer Goods 1799.973 -43.530 57
7 Cons., Property & Real Estate 433.140 -5.803 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 965.769 -20.170 78
9 Finance 1253.766 -51.425 92
10 Trade & Service 676.875 -5.364 168
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 75 100 25 33.33
2 ALDO 362 450 88 24.31
3 IBST 6,900 8,275 1,375 19.93
4 FORU 105 122 17 16.19
5 JAYA 71 80 9 12.68
6 SRAJ 200 222 22 11.00
7 OCAP 140 155 15 10.71
8 LRNA 154 170 16 10.39
9 ITIC 1,605 1,760 155 9.66
10 DEAL 187 204 17 9.09
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 70 50 -20 -28.57
2 CTBN 3,150 2,370 -780 -24.76
3 ALKA 396 300 -96 -24.24
4 DPNS 254 195 -59 -23.23
5 COCO 930 720 -210 -22.58
6 PICO 695 545 -150 -21.58
7 BALI 930 730 -200 -21.51
8 KPAL 140 110 -30 -21.43
9 BUKK 1,260 995 -265 -21.03
10 MAYA 8,100 6,500 -1,600 -19.75
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,480 4,130 -350 -7.81
2 MNCN 1,270 1,290 20 1.57
3 BBCA 32,100 31,450 -650 -2.02
4 TOWR 855 835 -20 -2.34
5 TLKM 3,510 3,470 -40 -1.14
6 BMRI 7,650 7,350 -300 -3.92
7 ANTM 630 600 -30 -4.76
8 DEAL 187 204 17 9.09
9 BHIT 61 59 -2 -3.28
10 PGAS 1,495 1,385 -110 -7.36