Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.647 USD/troy ounce.
  • 08:29 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 33,68 USD/barel.
  • 08:28 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 26,22 USD/barel.
  • 08:27 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 3,41% pada level 2.749.
  • 08:26 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 3,44% pada level 23.433.
  • 08:25 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 2,58% pada level 8.090.

Bareksa Prioritas Imbau Investor 'Kaya' Jeli Memilah Instrumen dan Jalur Distribusi Investasi

Bareksa Prioritas Imbau Investor 'Kaya' Jeli Memilah Instrumen dan Jalur Distribusi Investasi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Mengelola kekayaan nasabah kaya atau High Net-Worth Inviduals (HNWI), merupakan hal yang kompleks, namun dengan agen investasi yang tepat serta tujuan dan ekspektasi dalam berinvestasi akan mempermudah akses dalam menanamkan modal yang besar dan diharapkan akan menghasilkan high return bagi investor.

 

Bagi nasabah kaya, mengoptimalkan portofolio untuk peningkatan pendapatan pasif sudah menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan sehari-hari. Persaingan diantara lembaga-lembaga keuangan konvensional dalam menggaet investasi dari nasabah kaya untuk memarkirkan sejumlah pendapatan di institusi mereka dimulai dari berbagai penawaran ‘super’mulai dari benefit finansial hingga complimentary.

 

Menurut Co-Founder/CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra, tujuan investasi nasabah kaya ini pada dasarnya bisa dijawab dengan banyak alternatif instrumen investasi. “Saat ini, alat untuk berinvestasi tidak lagi terbatas pada wujud fisik seperti tanah, properti, atau emas, tetapi juga obligasi (surat hutang), saham, reksa dana, bahkan bentuk-bentuk pendanaan (funding) yang kerap ditawarkan oleh perusahaan fintech. Meskipun mayoritas masih menarget investor ritel dan milenial, kami rasa sudah saatnya Nasabah HNWI juga mempertimbangkan alternatif investasi dari perusahaan fintech,” tutur Karaniya.

 

Baca Juga: Mengenal Investasi dan Cara-Cara Memulainya

 

Senada dengan pernyataan Karaniya, CEO Jagartha Advisors FX Iwan juga menyatakan perlunya keterbukaan bagi investor kaya terhadap lebih banyak opsi untuk berinvestasi. Namun, Iwan juga menyatakan perlu ada kewaspadaan bagi nasabah-nasabah kaya sebelum memutuskan untuk terjun lebih dalam ke produk-produk investasi, khususnya yang lahir dari perusahaan fintech.

 

“Jika bicara soal investasi di pasar modal, Nasabah kaya seringkali menerima informasi soal perkembangan asetnya dari pihak perusahaan atau agen yang sudah ia kenal dan percaya. Proses interaksi inilah yang sering tidak ditemui pada banyak perusahan fintech berbasis digital. Interaksi dengan agen secara personal mungkin terbatas, sehingga nasabah dituntut untuk lebih mandiri dalam mengawasi portofolionya,” kata Iwan.

 

Baca Juga: Teliti, Syarat Utama untuk Investasi Secara Online

 

Menurut Iwan, produk-produk investasi, khususnya Reksa Dana dari perusahaan fintech memiliki peluang optimalisasi aset yang sama besarnya dengan produk yang dipasarkan oleh agen perbankan, sekuritas atau asset management. Namun, Iwan menuturkan keunggulan fintech terletak pada kecepatan, akurasi, dan pilihan produk Reksa Dana yang lebih banyak dengan data historis yang bisa diakses secara real-time lewat sistem aplikasi.

 

Secara spesifik, jika dilihat dari preferensinya, kelompok HNWI setidaknya memiliki tiga fator pendorong dalam berinvestasi. Dilansir dari Global Family Business Survey oleh KPMG[1], faktor yang pertama ialah apresiasi modal jangka panjang. Hal tersebut merupakan kenaikan nilai aset berdasarkan kenaikan harga pasar. Investasi yang ditargetkan untuk apresiasi modal cenderung memiliki resiko lebih besar.  Sehingga diperlukan penyedia jasa investasi yang memiliki kemampuan dalam pemahaman apresiasi modal.

 

Investor HNWI dapat memilih layanan yang ada untuk berinvestasi. Namun yang juga perlu diingat ialah keahlian pemasaran penyedia layanan. Selain memiliki izin sebagai WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana), fokus layanan juga menentukan pengetahuan tenaga mengenai investasi.

 

Hal ini penting untuk memastikan investor mendapatkan edukasi dan pemahaman yang tepat. Seperti misalnya Bank yang juga menjual produk investasi lainnya seperti Deposito, Tabungan, Bancassurance, Foreign Exchange. Hal ini berarti fokus tenaga akan terbagi dan pilihan produk investasi pasar modal yang ditawarkan terbatas.

 

Sehingga pemahaman terhadap produk dan situasi pasar tidak lebih baik dibandingkan agen penjual khusus yang hanya berfokus pada investasi dan pasar modal saja seperti Bareksa Prioritas yang juga menggandeng Jagartha Advisors sebagai penasihat investasi independen.

 

Yang kedua adalah pendapatan (current income) yang merupakan penghasilan periodik yang diterima investor dari kepemilikan suatu investasi. Hal ini berkaitan dengan pemeliharaan portfolio oleh investor. Khususnya HNWI yang menanamkan modal dengan jumlah besar tentu mengharapkan revenue maksimal.

 

Di peringkat ketiga terdapat diversifikasi portfolio. Sesuai dengan pepatah “don’t put your eggs in one basket”, investor perlu bijaksana dalam mendiversifikasi portfolio agar tujuan investasinya tercapai. Memilih agen investasi yang dilengkapi dengan beragam portfolio dan jasa penasihat investasi sangat berperan untuk membantu investor dalam menentukan porsi portfolio.

 

Baca Juga: Bangga! Pasar Investasi Indonesia Bikin Bangga!

 

Terkait hal ini, Karaniya menekankan perlunya pemahaman akan pengaruh internal dan eksternal terhadap kinerja pasar modal, dimana dampaknya bisa menyebabkan volatilitas nilai Reksa Dana. “Sensitivitas lebih tinggi terhadap pergerakan NAV sering kami jumpai di nasabah kalangan High Net-Worth mengingat jumlah yang mereka tempatkan dalam satu produk Reksa Dana cukup besar. Untuk memastikan nasabah kaya terinformasi dengan baik tentang kondisi pasar dan update produk dengan keuntungan maksimal, kami juga mengandalkan peran advisor yang secara independen mendampingi investor dalam mengalokasikan asetnya. Hal inilah yang saya rasa bisa menjadi nilai tambah bagi investor untuk berinvestasi di Bareksa, khususnya segmen premium melalui Bareksa Prioritas,”tambah Karaniya.

 

Sebagai informasi, untuk bisnis nasabah ritel dan milenial, saat ini Bareksa Portal Investasi (Bareksa.com), telah mencatatkan total dana kelolaan saat ini mencapai Rp2 triliun, tumbuh sekitar 42,86% dibandingkan dengan capaian akhir tahun lalu senilai Rp1,4 triliun. Sampai saat ini, Bareksa.com jumlah user sudah mencapai 525.000 akun, dimana sebanyak 75% nasabah berumur di bawah 35 tahun.

 

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Investasi, Bareksa

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Freepik

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,343.24 4,297.73
British Pound GBP 1.00 20,125.34 19,917.01
China Yuan CNY 1.00 2,311.19 2,286.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,326.23 16,163.78
Dolar Australia AUD 1.00 10,037.37 9,929.41
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,106.01 2,084.92
Dolar Singapura SGD 1.00 11,445.76 11,327.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,749.88 17,568.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,757.48 3,711.97
Yen Jepang JPY 100.00 15,012.63 14,859.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.695 -151.944 688
2 Agriculture 978.421 -34.066 22
3 Mining 1228.044 -34.552 49
4 Basic Industry and Chemicals 653.864 -23.079 78
5 Miscellanous Industry 727.043 -32.128 52
6 Consumer Goods 1697.996 -58.668 57
7 Cons., Property & Real Estate 334.365 -13.299 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 821.336 -31.949 78
9 Finance 991.588 -33.035 92
10 Trade & Service 600.535 -7.731 170
No Code Prev Close Change %
1 KBAG 100 135 35 35.00
2 VINS 96 129 33 34.38
3 SBAT 105 141 36 34.29
4 RUIS 171 220 49 28.65
5 PYFA 173 220 47 27.17
6 MTPS 336 420 84 25.00
7 DFAM 322 402 80 24.84
8 AMFG 2,250 2,690 440 19.56
9 TIRA 274 324 50 18.25
10 HDFA 131 153 22 16.79
No Code Prev Close Change %
1 ENVY 100 93 -7 -7.00
2 PANS 1,000 930 -70 -7.00
3 PNIN 715 665 -50 -6.99
4 TKIM 5,300 4,930 -370 -6.98
5 AKRA 2,150 2,000 -150 -6.98
6 BALI 645 600 -45 -6.98
7 ITIC 4,300 4,000 -300 -6.98
8 CSRA 344 320 -24 -6.98
9 DOID 129 120 -9 -6.98
10 LMPI 86 80 -6 -6.98
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 2,820 -210 -6.93
2 BTPS 2,780 2,660 -120 -4.32
3 BBCA 28,275 28,175 -100 -0.35
4 BBNI 4,310 4,010 -300 -6.96
5 REAL 72 67 -5 -6.94
6 TLKM 3,220 3,110 -110 -3.42
7 IPCC 298 322 24 8.05
8 PURA 75 72 -3 -4.00
9 KAEF 1,275 1,340 65 5.10
10 BMRI 5,125 4,770 -355 -6.93