Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:52 WIB. Brazil - Presiden Brazil sudah tanda tangani peraturan liberalisasi ekonomi dengan mengurangi birokrasi
  • 16:30 WIB. China - AIIB akan investasi US$1,09 M untuk 6 proyek di Asean
  • 15:13 WIB. Mobil Listrik - China miliki 245 pos untuk ganti baterai pada Agustus,  107 diantaranya di Beijing
  • 15:09 WIB. China - Mobil Maserati yang recall akan diperbaiki dengan gratis
  • 15:06 WIB. China - Jumlah pos pengisian energi baru bertambah 9 ribu pos pada Agustus
  • 14:58 WIB. China - Maserati tarik 711 mobil di China karena ada cacat pada lampu (headlight beams)
  • 12:59 WIB. India - Petronet LNG akan pasok 5 juta ton per tahun LNG dari proyek Driftwood
  • 09:56 WIB. China - Wearable device yang dikirim China naik 34,3% pada kuartal 2 atau 23,07 juta unit
  • 09:04 WIB. AS - Barron Hilton meninggal dalam usia 91 tahun di kediaman Los Angeles

Kapal Kargo Pengangkut 4.000 Mobil Terbalik, 4 ABK Hilang

Kapal Kargo Pengangkut 4.000 Mobil Terbalik, 4 ABK Hilang - Warta Ekonomi
WE Online, Seoul -

Kapal super kargo Golden Ray milik Korea Selatan (Korsel) yang mengangkut sekitar 4.000 mobil, terbalik di perairan St Simons, Georgia, Amerika Serikat (AS). Ribuan mobil itu sedianya akan dikirim ke Timur Tengah.

Pasukan Penjaga Pantai AS mengungkapkan, seorang nakhoda dan 23 anak buah kapal (ABK) berada di Golden Ray tersebut. Namun, mereka hanya bisa menyelamatkan 20 orang.

Situs Vessel Finder menyatakan kapal itu baru saja berangkat dari Pelabuhan Burnswick dan menuju Baltimore. Kapal kargo yang diproduksi pada 2017 itu berlayar dengan bendera Marshall Islands. Golden Ray memiliki kapasitas untuk mengangkut 6.933 kendaraan.

Baca Juga: Kebakaran Kapal di California: 33 Mayat Ditemukan, 1 Hilang

Kementerian Luar Negeri Korsel mengungkapkan, ABK yang berhasil diselamatkan adalah 6 warga Korsel, 13 warga Filipina, dan 1 pilot AS. Insiden kapal kargo yang terbalik itu terjadi pada Minggu (8/9/2019).

Kementerian Luar Negeri Korsel mengungkapkan, kapal mengalami kemiringan sekitar 80 derajat ke arah sisi pelabuhan sebelum akhirnya terbalik.

Tim penyelamat masih mencari empat ABK yang hilang dan diyakini berada di ruang mesin kapal.

"Empat ABK yang hilang berkewarganegaraan Korsel," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Korsel.

Upaya penyelamatan itu masih terhambat karena adanya kebakaran di kapal yang bisa membahayakan tim penyelamat.

Menurut Komandan Pasukan Penjaga Pantai Charleston, Kapten John Reed, empat ABK tidak bisa diselamatkan karena terjadi kebakaran di kapal sehingga tim penyelamat tidak memberikan pertolongan.

"Asap dan api menghalangi tim penyelamat. Situasinya sangat berisiko untuk masuk ke dalam kapal guna menyelamatkan empat ABK yang masih hilang," jelas Reed.

Para petugas sedang menunggu kapal kargo dalam kondisi stabil, sebelum upaya penyelamatan dilanjutkan. Namun, dia tidak yakin kalau kebakaran itu sudah padam.

"Kita belum menentukan apakah akan masuk ke dalam atau tidak karena kebakaran belum bisa diketahui statusnya," tuturnya.

Sementara seorang petinggi perusahaan mengungkapkan, kapal itu mengangkut mobil Hyundai Motor dan Kia Motors.

"Kita melakukan mengutamakan proses penyelamatan awak kabin kapal sebagai prioritas kita. Setelah itu, kita akan menyelidiki kerusakan pada kargonya," ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya, dilansir Reuters. Sebagian besar mobil di dalam kapal kargo sepanjang 200 meter itu berstatus terendam.

Kapal kargo itu dimiliki Hyundai Glovis. CNN berusaha menghubungi Hyundai Glovis untuk meminta konfirmasi, tetapi belum ada balasan. Menurut Letnan Phillip VanderWeit dari Pasukan Penjaga Pantai AS, kapal itu meminta bantuan sekitar pukul 02.00 Minggu pagi.

"Kapal penolong tiba di lokasi terbaliknya kapal, sekitar dua jam setelah panggilan pertolongan," kata VanderWeit dilansir CNN.

Baca Juga: Kapal Terbakar di Pulau Santa Cruz, 25 Orang Tewas

Meskipun upaya penyelamatan terhenti, Pasukan Penjaga Pantai AS terus berada di sekitar lokasi terbaliknya kapal tersebut. Mereka berusaha menstabilkan kapal tersebut.

"Jika sudah stabil, tim akan melanjutkan upaya penyelamatan," kata VanderWeit.

Direktur International Seafarers' Center di Brunswick, Georgia, Vicki West, mengungkapkan bahwa pihaknya menawarkan bantuan untuk proses penyelamatan ABK kapal.

"Organisasinya memberikan makanan dan pakaian kepada 20 ABK yang umumnya berasal dari Filipina dan Korsel," kata West. Dia mengungkapkan, ABK yang selamat dalam kondisi baik.

Para pejabat masih menyelidiki mengenai penyebab kapal tersebut bisa terbalik. Dua penyidik Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) AS kemarin tiba di lokasi.

"NTSB akan menyelidiki insiden tersebut untuk mendukung penyelidikan yang dilakukan Pasukan Penjaga Pantai," ujar juru bicara NTSB Keith Holloway.

Pasukan Penjaga Pantai bersama dengan Dinas Sumber Daya Alam Georgia pun melakukan penilaian terhadap kerusakan lingkungan. Komandan Norm Witt dari Unit Keselamatan Maritim Pasukan Penjaga Pantai mengungkapkan, tim penyidik akan menentukan penyebab kecelakaan dan memitigasi polusi.

"Belum ada polusi yang disebabkan insiden tersebut," kata Witt.

Meskipun polusi belum terdeteksi, para pejabat dari Kesehatan Publik Pantai melarang warga di St Simons dan Jekyll Island untuk berenang. Mereka juga akan memeriksa air laut untuk menjamin keselamatan warga dan ekosistem.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Kapal, Kapal Tenggelam

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: The Brunswick News via AP/Bobby Haven

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69