Portal Berita Ekonomi Minggu, 09 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Topan Faxai Terjang Tokyo, Transportasi Lumpuh Penumpang Telantar

Topan Faxai Terjang Tokyo, Transportasi Lumpuh Penumpang Telantar
WE Online, Tokyo -

Salah satu badai terkuat di Jepang menerjang Tokyo kemarin, hingga menewaskan satu orang, mengakibatkan kerusakan gedung-gedung dan melumpuhkan transportasi.

Lebih dari 160 penerbangan pesawat dibatalkan dan beberapa jalur kereta ditutup selama beberapa jam akibat badai Faxai itu.

Situasi tersebut membuat jutaan komuter terlantar di wilayah Tokyo dan sekitarnya yang memiliki populasi 36 juta jiwa.

Otoritas memperingatkan warga agar segera menghindari berada di luar ruangan akibat badai tersebut.

Baca Juga: Badai Topan Lingling Hantam Korea Utara, Kim Jong-un Bilang. . .

Badai Faxai menerjang pesisir dekat Kota Chiba, Jepang, sebelum fajar dengan kekuatan angin 207 km per jam.

"Ini kekuatan angin terbesar yang pernah tercatat di sana," ungkap laporan kantor penyiaran nasional NHK, dilansir Reuters, kemarin.

Badai yang bergerak cepat itu pun mengarah ke laut. Seorang wanita berusia sekitar 50 tahun meninggal dunia setelah ditemukan di jalanan Tokyo dan dibawa ke rumah sakit.

"Tayangan dari kamera keamanan terdekat menunjukkan dia terbentur gedung setelah tertiup angin kencang yang dibawa badai itu," papar laporan NHK.

Wanita lain berusia 20-an tahun diselamatkan dari rumahnya di Ichihara, timur Tokyo, setelah rumahnya rusak terkena tiang besi dari lapangan golf di dekatnya. Wanita itu mengalami luka serius.

"Ada bunyi pusaran gemuruh, saya tidak dapat mengetahui apa itu. Lalu saya melihat ke atas dan melihat satu lubang besar di atap, tapi saya tetap tidak tahu apa yang telah terjadi," kata seorang tetangga wanita tersebut.

Baca Juga: Usai Bahama, Badai Dorian Hantam Pantai Atlantik Kanada

Beberapa tanah longsor terjadi dan satu jembatan hanyut terbawa banjir. Sebanyak 930.000 rumah mengalami listrik padam akibat badai, termasuk di seluruh kota Kamogawa.

"Namun jumlah rumah yang mengalami listrik padam berkurang menjadi 840.000 pada siang hari," ungkap pernyataan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang.

Sejumlah tiang listrik roboh dan beberapa menara listrik di Chiba runtuh seluruhnya. Beberapa panel surya di pembangkit listrik tenaga surya apung di tenggara Tokyo mengalami kebakaran.

Badan Energi Atom Jepang (JAEA) menyatakan, menara pendingin di reaktor riset Oarai roboh tapi tak ada kebocoran radiasi yang berdampak pada para pekerja atau lingkungan sekitar. Reaktor itu sudah tidak beroperasi sejak 2006 dan akan segera dinonaktifkan secara total.

Juru bicara Sony Corp menyatakan, operasi di pabriknya di Kisarazu, tenggara Tokyo, dihentikan karena listrik padam. Perusahaan tidak menjelaskan kapan pabrik itu akan kembali dibuka. Pabrik itu merakit konsol game PlayStation.

"Dua pabrik Nissan di barat Tokyo termasuk pabrik di Oppama berhenti beroperasi akibat banjir," ungkap laporan NHK.

Badai yang kekuatannya terus melemah itu bergerak ke laut tapi hujan lebat masih terjadi selama beberapa jam, termasuk di Fukushima yang pernah mengalami krisis nuklir setelah gempabumi dan tsunami.

Baca Juga: Topan Faxai Terjang Jepang, 100 Penerbangan Dibatalkan

Sekitar empat hingga lima badai menerjang Jepang setiap tahun tapi jarang yang sampai hingga ke Tokyo. NHK menyatakan Faxai merupaka nbadai terkuat di Tokyo dalam beberapa tahun terakhir.

Jalanan yang biasanya dipenuhi para komuter yang sedang berjalan kaki atau bersepeda tampak sepi kemarin. Sejumlah rambu jalan dan papan iklan roboh dari gedung, truk-truk terbalik, atap gedung lepas dan kaca pecah bertebaran di jalanan.

Beberapa restoran cepat saji di pusat Tokyo tutup dan melindungi kaca toko dengan kayu. Pohon-pohon roboh di berbagai lokasi di Tokyo. Beberapa pohon menimpa jalur kereta sehingga melumpuhkan layanan kereta.

"Sebanyak 2.000 orang diperintahkan mengungsi karena risiko tanah longsor," papar laporan NHK.

Beberapa layanan kereta berkecepatan tinggi Tokaido Shinkansen sempat dihentikan operasinya tapi layanan dapat kembali normal beberapa jam kemudian. Untuk menormalkan kembali membutuhkan waktu beberapa jam bagi jalur kereta lainnya. Situasi ini membuat para komuter marah karena harus menunggu kereta selama beberapa jam.

Layanan kereta langsung antara bandara Narita dan Tokyo masih beroperasi secara terbatas hingga malam kemarin. Ribuan pelancong pun memenuhi pusat transportasi utama menjelang ajang kompetisi Rugby World Cup yang dimulai akhir bulan ini dan Olimpiade Tokyo tahun depan itu.

"Mereka jelas tidak memiliki rencana cadangan," ujar seorang pelancong yang tinggal di Tokyo dan ikut memadati lokasi pintu keluar bandara Narita.

Makanan pun habis diborong para pelancong di sejumlah toko bandara. Pelancong yang marah itu pun cukum geram dengan otoritas bandara setempat.

Baca Juga: Bencana Topan Bailu, Ratusan Penerbangan di Taiwan Batal

"Mereka mengizinkan pesawat-pesawat mendarat dan ribuan penumpang turun ke bandara yang terisolir. Tak ada bus, tak ada kereta. Koneksi satu-satunya adalah kereta swasta yang beroperasi setiap setengah jam ke Tokyo," kata salah seorang pelancong.

Pelancong itu tiba di bandara sebelum pukul 4 sore waktu lokal dan baru mendapat bus pada pukul 7.30 sore setelah berdiri antre beberapa jam.

"Istri saya mengatakan: 'bagaimana jika ini terjadi selama Olimpiade?'" tutur dia pada Reuters.

Suhu di Tokyo mencapai 36 derajat Celsius sebelum badai menerjang kota itu. Otoritas pun memperingatkan warganya pada risiko terkena stroke panas.

Kondisi cuaca dan badai ekstrem semakin sering terjadi di berbagai belahan bumi akibat pemanasan global. Emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim secara drastis di berbagai penjuru dunia.

Sebelumnya, badai Dorian menerjang Bahama, Amerika Serikat dan Kanada. Korea Selatan dan Korea Utara juga diterjang badai Lingling.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Tag: Badai Dorian, Jepang

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Mandatory credit Kyodo/via Reuters

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23