Portal Berita Ekonomi Senin, 16 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:21 WIB. OIL - Serangan terhadap kilang Aramco menyebabkan kenaikan 10 persen harga minyak WTI dan Brent 
  • 08:57 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 1,15% di awal sesi I.
  • 08:46 WIB. IPO - Dana IPO Bhakti Agung Propertindo sebanyak 20% untuk pembayaran utang ke BTN, dan 80% diantaranya untuk CAPEX
  • 08:44 WIB. Jakarta - Bhakti Agung Propertindo lepas saham 1.677.522.000 unit saham pada IPO hari ini (16/9/2019).
  • 08:44 WIB. Pyongyang - Kim Jong Un sudah mengirim surat kedua untuk meeting dengan Trump.
  • 08:41 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka melemah 0,51% pada posisi 27.212
  • 08:40 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 0,24% pada posisi 2.054
  • 08:39 WIB. Korea - Badan Statistik: Korsel impor produk tembakau mencapai US$589,3 juta pada 2018, pertumbuhan terbesar sejak 1995
  • 08:38 WIB. Bursa - Indeks Strait Times Singapore dibuka melemah 0,21% pada posisi 3.204 
  • 08:36 WIB. Valas - Yen terhadap dollar diperdagangkan pada posisi 107,68 Yen/Dollar
  • 08:35 WIB. Valas - Dollar terhadap Poundsterling diperdagangkan pada posisi 1,25 $/Pound
  • 08:34 WIB. Valas - Dollar terhadap Euro diperdagangkan pada posisi 1,11 $/Euro
  • 08:32 WIB. GOLD - Spot price emas diperdagangkan pada posisi 1.508 $/ounce
  • 08:31 WIB. Hong Kong - Volume kargo untuk ekspor turun 19% dan impor turun 15% pada Agutus
  • 08:31 WIB. OIL - Minyak bumi acuan Brent meningkat 10,94% pada posisi 67,03 $/barel

Topan Faxai Terjang Tokyo, Transportasi Lumpuh Penumpang Telantar

Topan Faxai Terjang Tokyo, Transportasi Lumpuh Penumpang Telantar - Warta Ekonomi
WE Online, Tokyo -

Salah satu badai terkuat di Jepang menerjang Tokyo kemarin, hingga menewaskan satu orang, mengakibatkan kerusakan gedung-gedung dan melumpuhkan transportasi.

Lebih dari 160 penerbangan pesawat dibatalkan dan beberapa jalur kereta ditutup selama beberapa jam akibat badai Faxai itu.

Situasi tersebut membuat jutaan komuter terlantar di wilayah Tokyo dan sekitarnya yang memiliki populasi 36 juta jiwa.

Otoritas memperingatkan warga agar segera menghindari berada di luar ruangan akibat badai tersebut.

Baca Juga: Badai Topan Lingling Hantam Korea Utara, Kim Jong-un Bilang. . .

Badai Faxai menerjang pesisir dekat Kota Chiba, Jepang, sebelum fajar dengan kekuatan angin 207 km per jam.

"Ini kekuatan angin terbesar yang pernah tercatat di sana," ungkap laporan kantor penyiaran nasional NHK, dilansir Reuters, kemarin.

Badai yang bergerak cepat itu pun mengarah ke laut. Seorang wanita berusia sekitar 50 tahun meninggal dunia setelah ditemukan di jalanan Tokyo dan dibawa ke rumah sakit.

"Tayangan dari kamera keamanan terdekat menunjukkan dia terbentur gedung setelah tertiup angin kencang yang dibawa badai itu," papar laporan NHK.

Wanita lain berusia 20-an tahun diselamatkan dari rumahnya di Ichihara, timur Tokyo, setelah rumahnya rusak terkena tiang besi dari lapangan golf di dekatnya. Wanita itu mengalami luka serius.

"Ada bunyi pusaran gemuruh, saya tidak dapat mengetahui apa itu. Lalu saya melihat ke atas dan melihat satu lubang besar di atap, tapi saya tetap tidak tahu apa yang telah terjadi," kata seorang tetangga wanita tersebut.

Baca Juga: Usai Bahama, Badai Dorian Hantam Pantai Atlantik Kanada

Beberapa tanah longsor terjadi dan satu jembatan hanyut terbawa banjir. Sebanyak 930.000 rumah mengalami listrik padam akibat badai, termasuk di seluruh kota Kamogawa.

"Namun jumlah rumah yang mengalami listrik padam berkurang menjadi 840.000 pada siang hari," ungkap pernyataan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang.

Sejumlah tiang listrik roboh dan beberapa menara listrik di Chiba runtuh seluruhnya. Beberapa panel surya di pembangkit listrik tenaga surya apung di tenggara Tokyo mengalami kebakaran.

Badan Energi Atom Jepang (JAEA) menyatakan, menara pendingin di reaktor riset Oarai roboh tapi tak ada kebocoran radiasi yang berdampak pada para pekerja atau lingkungan sekitar. Reaktor itu sudah tidak beroperasi sejak 2006 dan akan segera dinonaktifkan secara total.

Juru bicara Sony Corp menyatakan, operasi di pabriknya di Kisarazu, tenggara Tokyo, dihentikan karena listrik padam. Perusahaan tidak menjelaskan kapan pabrik itu akan kembali dibuka. Pabrik itu merakit konsol game PlayStation.

"Dua pabrik Nissan di barat Tokyo termasuk pabrik di Oppama berhenti beroperasi akibat banjir," ungkap laporan NHK.

Badai yang kekuatannya terus melemah itu bergerak ke laut tapi hujan lebat masih terjadi selama beberapa jam, termasuk di Fukushima yang pernah mengalami krisis nuklir setelah gempabumi dan tsunami.

Baca Juga: Topan Faxai Terjang Jepang, 100 Penerbangan Dibatalkan

Sekitar empat hingga lima badai menerjang Jepang setiap tahun tapi jarang yang sampai hingga ke Tokyo. NHK menyatakan Faxai merupaka nbadai terkuat di Tokyo dalam beberapa tahun terakhir.

Jalanan yang biasanya dipenuhi para komuter yang sedang berjalan kaki atau bersepeda tampak sepi kemarin. Sejumlah rambu jalan dan papan iklan roboh dari gedung, truk-truk terbalik, atap gedung lepas dan kaca pecah bertebaran di jalanan.

Beberapa restoran cepat saji di pusat Tokyo tutup dan melindungi kaca toko dengan kayu. Pohon-pohon roboh di berbagai lokasi di Tokyo. Beberapa pohon menimpa jalur kereta sehingga melumpuhkan layanan kereta.

"Sebanyak 2.000 orang diperintahkan mengungsi karena risiko tanah longsor," papar laporan NHK.

Beberapa layanan kereta berkecepatan tinggi Tokaido Shinkansen sempat dihentikan operasinya tapi layanan dapat kembali normal beberapa jam kemudian. Untuk menormalkan kembali membutuhkan waktu beberapa jam bagi jalur kereta lainnya. Situasi ini membuat para komuter marah karena harus menunggu kereta selama beberapa jam.

Layanan kereta langsung antara bandara Narita dan Tokyo masih beroperasi secara terbatas hingga malam kemarin. Ribuan pelancong pun memenuhi pusat transportasi utama menjelang ajang kompetisi Rugby World Cup yang dimulai akhir bulan ini dan Olimpiade Tokyo tahun depan itu.

"Mereka jelas tidak memiliki rencana cadangan," ujar seorang pelancong yang tinggal di Tokyo dan ikut memadati lokasi pintu keluar bandara Narita.

Makanan pun habis diborong para pelancong di sejumlah toko bandara. Pelancong yang marah itu pun cukum geram dengan otoritas bandara setempat.

Baca Juga: Bencana Topan Bailu, Ratusan Penerbangan di Taiwan Batal

"Mereka mengizinkan pesawat-pesawat mendarat dan ribuan penumpang turun ke bandara yang terisolir. Tak ada bus, tak ada kereta. Koneksi satu-satunya adalah kereta swasta yang beroperasi setiap setengah jam ke Tokyo," kata salah seorang pelancong.

Pelancong itu tiba di bandara sebelum pukul 4 sore waktu lokal dan baru mendapat bus pada pukul 7.30 sore setelah berdiri antre beberapa jam.

"Istri saya mengatakan: 'bagaimana jika ini terjadi selama Olimpiade?'" tutur dia pada Reuters.

Suhu di Tokyo mencapai 36 derajat Celsius sebelum badai menerjang kota itu. Otoritas pun memperingatkan warganya pada risiko terkena stroke panas.

Kondisi cuaca dan badai ekstrem semakin sering terjadi di berbagai belahan bumi akibat pemanasan global. Emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim secara drastis di berbagai penjuru dunia.

Sebelumnya, badai Dorian menerjang Bahama, Amerika Serikat dan Kanada. Korea Selatan dan Korea Utara juga diterjang badai Lingling.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Badai Dorian, Jepang

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Mandatory credit Kyodo/via Reuters

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.53 3,719.01
British Pound GBP 1.00 17,582.91 17,401.23
China Yuan CNY 1.00 1,994.14 1,974.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,090.00 13,950.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,681.24 9,582.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.39 1,782.38
Dolar Singapura SGD 1.00 10,251.00 10,145.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,606.08 15,449.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.58 3,348.54
Yen Jepang JPY 1.00 13,077.78 12,946.64

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6334.843 -7.331 651
2 Agriculture 1365.814 13.005 21
3 Mining 1670.003 -35.835 49
4 Basic Industry and Chemicals 899.212 -6.623 72
5 Miscellanous Industry 1198.465 0.426 49
6 Consumer Goods 2366.016 -3.032 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.832 -1.191 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1197.015 2.363 75
9 Finance 1268.975 4.024 90
10 Trade & Service 812.213 -2.562 162
No Code Prev Close Change %
1 SKYB 50 67 17 34.00
2 BCAP 163 199 36 22.09
3 AKSI 476 580 104 21.85
4 JAWA 129 150 21 16.28
5 BBLD 416 476 60 14.42
6 INTD 140 160 20 14.29
7 SIMA 83 93 10 12.05
8 INPP 760 835 75 9.87
9 BBHI 160 175 15 9.38
10 SRAJ 230 250 20 8.70
No Code Prev Close Change %
1 ETWA 115 84 -31 -26.96
2 KARW 126 96 -30 -23.81
3 BMSR 145 120 -25 -17.24
4 ALMI 460 382 -78 -16.96
5 OKAS 260 224 -36 -13.85
6 AMAG 308 278 -30 -9.74
7 TMAS 154 141 -13 -8.44
8 EMTK 6,100 5,600 -500 -8.20
9 DNAR 270 248 -22 -8.15
10 FIRE 3,080 2,840 -240 -7.79
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 555 25 4.72
2 MNCN 1,300 1,305 5 0.38
3 MSIN 466 490 24 5.15
4 BHIT 73 79 6 8.22
5 BMTR 362 376 14 3.87
6 TMAS 154 141 -13 -8.44
7 BCAP 163 199 36 22.09
8 MAMI 130 129 -1 -0.77
9 TELE 390 366 -24 -6.15
10 ANTM 1,120 1,070 -50 -4.46