Portal Berita Ekonomi Jum'at, 10 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,84% pada level 25.727.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,81% pada level 2.150.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 1,06% pada level 22.290.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,95% pada level 3.383.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,63% pada level 2.652.
  • 16:30 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,11% pada level 6.056.
  • 16:29 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 7,00 CNY/USD.
  • 16:28 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,28% terhadap Dollar AS pada level 14.435 IDR/USD.

Hindari Resesi, OJK Diminta Segera Selesaikan Gagal Bayar Asuransi

Hindari Resesi, OJK Diminta Segera Selesaikan Gagal Bayar Asuransi
WE Online, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta bertindak cepat atas risiko keuangan yang dapat menyeret Indonesia ke dalam resesi ekonomi. Hal ini menyusul bahan paparan Bank Dunia yang menyebut Indonesia berpotensi terkena dampak resesi ekonomi global, yang berasal dari permasalahan di sektor keuangan.

 

Dua masalah yang dimaksud yakni, penguasaan 88% aset perbankan oleh konglomerasi keuangan, dan masalah gagal bayar polis yang dihadapi AJB Bumiputera 1912 dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

 

"Kalau dari Bank Dunia menyatakan harus ada monitoring dari OJK, memang ya. Soalnya masalah dua asuransi ini kan ibarat puncak gunung es yang hanya kelihatan ujungnya. Kalau lambat respon, bisa menyeret pada resesi," kata peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurohman, saat dihubungi, Senin (9/9/2019).

 

Rizal berpandangan, lantaran memiliki perbedaan yang signifikan penetapan solusi atas masalah di Bumiputera Jiwasraya harus dihitung secara hati-hati.

 

Meski harus hati-hati, tegasnya bukan menjadi alasan bagi OJK untuk tidak mendukung dan memberi kemudahan operasional untuk kedua perusahaan dalam memperbaiki kinerjanya.

 

Baca Juga: Kasus Bumiputera dan Jiwasraya Jadi Perhatian Bank Dunia Karena . . .

 

Saat ini, upaya penyelesaian masalah Bumiputera terkesan jalan di tempat karena sudah 3 tahun tidak mengalami perubahan yang berarti. Sedangkan Jiwasraya, upaya penyehatannya terancam gagal karena jajaran OJK belum juga menerbitkan lisensi atas anak usahanya, Jiwasraya Putera yang diyakini bisa mendukung bisnis Jiwasraya.

 

“OJK lebih bagus untuk mendorong khusus yang dua ini. Kalau memang bisa diamankan dari sisi kinerja keuanganya, tentu harus mempunyai satu keputusan yang tepat,” tutur Rizal.

 

Berangkat dari hal tersebut, kata Rizal, menjadi penting jajaran OJK harus berfokus pada upaya penyelamatan dua perusahaan tadi. Jika terlambat, hal ini menjadi pintu masuk resesi dunia kepada ekonomi Indonesia. 

 

Ini mengingat bayak lembaga keuangan nasional yang tengah rentan akan imbas resesi.

 

"Jadi keduanya harus segera diselesaikan kalau tidak mau terseret pada resesi. OJK harus jeli, tidak hanya 2 perusahaan ini yang akan memberi kontribusi pada resesi, banyak sekor keuangan yang bermasalah juga. Artinya share efeknya kepada resesi itu jauh lebih besar. jadi OJK harus jeli melihat resiko keuangan ini," tegas dia.

 

Baca Juga: Soal AJB Bumiputera Dan Jiwasraya, OJK Diminta Tak Buang Badan

 

Untuk diketahui, Bank Dunia telah menyoroti sektor keuangan Indonesia. Meski dinilai aman terhadap guncangan resesi ekonomi yang belakangan semakin membayangi sejumlah negara, namun pihak Bank Dunia melihat adanya dua sektor di ranah keuangan Indonesia yang membutuhkan penanganan segera.

 

"Perusahaan tersebut mungkin menjadi tidak likuid dan membutukan perhatian segera," tulis jajaran Bank Dunia dalam paparan bertajuk "Global Economics Risks and Implementations for Indonesia" yang dikutip Senin (9/9).

Baca Juga

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Asuransi, World Bank (Bank Dunia)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Fajar Sulaiman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40