Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:22 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.500 $/ounce
  • 08:21 WIB. Valas - Dollar melemah 0,08% terhadap Yen pada level 107,93 Yen/dollar
  • 08:20 WIB. Valas - Dollar stabil terhadap Poundsterling pada level 1,2527
  • 08:19 WIB. Valas - Dollar melemah 0,09% terhadap Euro pada level 1,1051 $/Euro
  • 07:50 WIB. Ekonomi Global - OECD koreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,9% (2019) dan 3% (2020)
  • 07:47 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 0,32% pada level 22.105
  • 07:46 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif pada level 2.081
  • 07:45 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup stagnan pada level 3.006
  • 07:44 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,19% pada level 27.094
  • 07:44 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup menguat 0,07% pada level 8.128
  • 07:42 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,88 $/barel
  • 07:42 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,79 $/barel
  • 00:02 WIB. Kuba - Menlu Kuba: Mencegah pengiriman bahan bakar adalah bagian dari genosida kepada Kuba
  • 23:52 WIB. Italia - OECD prediksikan PDB Italia naik 0,4% pada 2020
  • 23:46 WIB. Jerman - Pendapatan Rocket Internet naik 33% menjadi 32 juta euro pada semester I

CIA Diduga Tarik Mata-matanya di Kremlin karena...

CIA Diduga Tarik Mata-matanya di Kremlin karena... - Warta Ekonomi
WE Online, Washington -

Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat (AS) dilaporkan menarik mata-matanya di internal pemerintah Rusia atau Kremlin dengan alasan khawatir dibocorkan Presiden Donald Trump.

Laporan itu diterbitkan CNN. CIA langsung mengecam laporan tersebut yang dianggap menyesatkan dan salah.

Reaksi luar biasa Badan Intelijen Pusat Amerika muncul ketika The New York Times menerbitkan sepotong laporan mengejutkan, yang sebagian besar bertentangan dengan laporan CNN.

Baca Juga: Amerika Serikat Tarik 5.000 Tentara dari Afghanistan, Ada Apa?

Menurut The New York Times; "Para pejabat CIA membuat keputusan yang sulit pada akhir 2016 untuk menawarkan mengekstrak sumber dari Rusia, beberapa minggu sebelum Trump menjabat (sebagai presiden)."

"Sebagai wawasan terbaik pemerintah Amerika mengenai pemikiran dan perintah dari Presiden Rusia Vladimir Putin," tulis media AS itu mengutip sumbernya.

Laporan The New York Times yang mengutip seorang sumber mengatakan kekhawatiran tentang laporan media soal dugaan campur tangan pemilu oleh Rusia yang mendorong keputusan CIA tersebut diambil.

"Mantan pejabat intelijen mengatakan tidak ada bukti publik bahwa Trump secara langsung membahayakan sumbernya, dan pejabat Amerika saat ini bersikeras bahwa pengawasan media terhadap sumber-sumber agen (intelijen) itu sendiri merupakan dorongan untuk ekstraksi," lanjut The New York Times.

Masih menurut The New York Times, mata-mata tersebut menolak tawaran ekstraksi tahun 2016. Tetapi, CIA mendesaknya lagi beberapa bulan kemudian setelah lebih banyak penyelidikan media mengancam nasib mata-mata tersebut, dan dia akhirnya mengalah.

Isu ini semakin kencang ketika NBC News secara eksklusif melaporkan bahwa mata-mata Rusia di Washington sekarang hidup di bawah perlindungan AS, dan hidupnya dalam bahaya.

Sumber mengatakan kepada NBC News bahwa orang Rusia yang tinggal di Washington adalah orang yang sama yang dirujuk dalam laporan CNN dan The New York Times, dan NBC News menyatakan; "Ia cocok dengan profil seseorang yang mungkin memiliki akses ke informasi tentang kegiatan (Presiden Rusia) Putin."

Baca Juga: Adu Sindir Rusia-AS, Siapa yang Lebih Normal?

Seorang jurnalis NBC yang mengetuk pintu sosok yang diduga mata-mata Rusia diadang oleh orang-orang tak dikenal yang mengendarai sebuah SUV. Orang-orang tak dikenal itu diduga para personel keamanan. Spekulasi tentang identitas mata-mata tersebut telah menyebar di media sosial.

"Narasi CNN bahwa Badan Intelijen Pusat membuat keputusan hidup atau mati berdasarkan apa pun selain analisis objektif dan pengumpulan suara sama sekali salah," kata Direktur Urusan Publik CIA, Brittany Bramell, dalam sebuah pernyataan.

"Spekulasi yang salah arah bahwa penanganan Presiden atas intelijen paling sensitif (bagi) bangsa kita, yang dia miliki aksesnya setiap hari. Mendorong operasi pembasmian yang diduga tidak akurat," ujar Bramwell.

Menurut laporan kepala koresponden nasional CNN dan mantan pejabat pemerintahan Obama, Jim Sciutto, keputusan untuk melakukan ekstraksi terjadi segera setelah pertemuan Mei 2017 di Oval Office di mana Trump membahas informasi intelijen yang sangat rahasia dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Duta Besar Rusia untuk AS Sergei Kislyak.

Informasi intelijen tentang ISIS di Suriah yang telah disediakan oleh Israel juga dibahas dalam pertemuan itu.

"Pengungkapan itu mendorong pejabat intelijen untuk memperbarui diskusi sebelumnya tentang potensi risiko pemaparan," tulis CNN.

Baca Juga: Tak Ingin Tiru AS, Rusia Takkan Sebar Rudal di Eropa

Sciutto kemudian mem-posting di Twitter, setelah laporan diterbitkan The New York Times. Menurutnya, agen ganda yang berada dalam bahaya memiliki kemampuan luar biasa untuk mengambil foto dokumen kepresidenan, serta akses langsung ke Putin.

Meski dikecam dan disangkal CIA, laporan CNN itu dilansir berbagai media ternama, termasuk Vox, The Hill, dan The Guardian.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Central Intelligence Agency (CIA), Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: AP/Carolyn Kaster

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.39 3,739.37
British Pound GBP 1.00 17,665.91 17,487.15
China Yuan CNY 1.00 2,003.20 1,983.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.00 9,528.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,810.67 1,792.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,280.06 10,177.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,634.07 15,478.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,378.40 3,341.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,100.04 12,969.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.470 -32.163 654
2 Agriculture 1367.560 -20.038 21
3 Mining 1651.226 -19.891 49
4 Basic Industry and Chemicals 887.628 -7.335 73
5 Miscellanous Industry 1173.485 -14.145 49
6 Consumer Goods 2237.091 -6.321 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.440 -0.066 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1213.788 -7.826 75
9 Finance 1261.082 -4.842 90
10 Trade & Service 801.768 -3.260 163
No Code Prev Close Change %
1 VINS 101 136 35 34.65
2 GHON 1,350 1,600 250 18.52
3 DART 318 370 52 16.35
4 HOME 99 113 14 14.14
5 GGRP 840 945 105 12.50
6 TRIM 153 170 17 11.11
7 PDES 1,100 1,215 115 10.45
8 YELO 160 176 16 10.00
9 CCSI 296 324 28 9.46
10 BBLD 450 488 38 8.44
No Code Prev Close Change %
1 PANI 123 101 -22 -17.89
2 DIGI 1,990 1,695 -295 -14.82
3 GLOB 486 420 -66 -13.58
4 JSKY 980 860 -120 -12.24
5 TIRA 278 244 -34 -12.23
6 IDPR 350 314 -36 -10.29
7 PEGE 234 212 -22 -9.40
8 APEX 605 550 -55 -9.09
9 MBTO 145 132 -13 -8.97
10 SMDM 137 125 -12 -8.76
No Code Prev Close Change %
1 HOME 99 113 14 14.14
2 MAMI 139 140 1 0.72
3 MSIN 470 468 -2 -0.43
4 IPTV 540 530 -10 -1.85
5 FREN 154 163 9 5.84
6 MNCN 1,285 1,270 -15 -1.17
7 BCAP 163 163 0 0.00
8 ERAA 1,920 1,940 20 1.04
9 YELO 160 176 16 10.00
10 KPIG 148 146 -2 -1.35