Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:18 WIB. Iran - Presiden Iran kritik Perancis,  Jerman dan Inggris yang menyalahkan Iran terhadap serangan Aramco
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 1,11% di akhir sesi II.
  • 12:13 WIB. AS - EIA: Harga bensin naik lebih dari 8 sen menjadi sekitar US$3,34 per galon di California,  Oregon,  Washington,  Nevada,  Arizona,  Alaska dan Hawaii
  • 12:05 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 1,26% di akhir sesi I.
  • 10:57 WIB. Suku Bunga - Tingkat bunga penjaminan LPS turun 25 bps untuk Rupiah dan valas pada Bank Umum dan BPR, berlaku 26 September 2019

Wow! Riset Membuktikan Indonesia Siap Terapkan Teknologi Omnichannel

Wow! Riset Membuktikan Indonesia Siap Terapkan Teknologi Omnichannel - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Era industri 4.0 tidak terlepas dari internet ofthings (IoT), cyber-physical system (CPS), cloud computing, cognitive computing, artificial intelligence, dan industrial internet of things (IIoT). Berkenaan dengan itu, Indonesia tentu menghadapi tantangan tersendiri dalam melakukan penerapan hal tersebut di dalam industrinya, khususnya dari segi pemasaran.

Teknologi pemasaran automasi berbasis realtime dengan pendekatan omnichannel terintegrasi yang ditawarkan Resulticks disebut siap diterima Indonesia. Dalam menjawab hal tersebut, Country Sales Manager for Indonesia Resulticks, Adam Bachtiar, memaparkan hasil riset yang dilakukan Resulticks terhadap market di Asia Tenggara.

Baca Juga: Amankah Layanan Realtime Marketing Omnichannel Resulticks?

"Di Indonesia, yang menarik adalah 90 persen menyatakan bahwa pemasaran yang realtime itu yang menjadi prioritas utama saat mereka (pelaku bisnis) menjalankan omnichannel," kata Adam saat memaparkan riset Resulticks di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Riset yang dipaparkan Adam menunjukan bahwa prioritas realtime marketing di Indonesia jauh lebih tinggi daripada negara-negara di Asia Tenggara, yakni 68 persen.

Dari laporan hasil riset tersebut, disebutkan juga bahwa 83 persen bisnis di Indonesia sudah mengkonsolidasikan data mereka ke dalam platform yang sudah terintegrasi, dan 70 persen eksekutif bisnis di Indonesia berencana meningkatkan pengeluaran untuk teknologi omnichannel.

Baca Juga: Top! Resulticks Tawarkan Layanan Marketing Terintegrasi Indonesia

Tantangan dalam penerapan Omnichannel

Dalam menerapkan omnichannel sendiri, negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan. Tantangan tersebut, yakni ketidaklengkapan data pelanggan, teknologi dan software yang terbatas, serta kemampuan mengolah data secara realtime.

"41 persen mengatakan keterbatasan teknologi dan software. Ini yang paling banyak disebutkan oleh survei kita. Kemudian, 39 persen di antaranya mengatakan terlalu banyak data untuk di manage," ujar Adam.

Baca Juga: Like di Instagram Hilang, Influencer Marketing Terancam?

Di Indonesia sendiri, sebanyak 57 persen mengatakan keterbatasan teknologi menjadi tantangan utama. Selain itu integrasi data yang buruk juga menjadi tantangan dalam penerapan omnichannel di Indonesia.

"45 persen di antara yang kita survei menyatakan bahwa integrasi data yang jelek itu menjadi tantangan," katanya.

  

Tag: Resulticks, Internet of Things (IoT), Digital Marketing

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.59 3,739.57
British Pound GBP 1.00 17,621.99 17,446.46
China Yuan CNY 1.00 2,003.28 1,983.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,596.66 9,499.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.80 1,789.87
Dolar Singapura SGD 1.00 10,288.27 10,185.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,574.56 15,419.27
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,393.77 3,357.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,173.11 13,039.32

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6206.199 -25.274 655
2 Agriculture 1370.120 -3.285 20
3 Mining 1655.731 -9.706 49
4 Basic Industry and Chemicals 865.817 -15.123 73
5 Miscellanous Industry 1175.534 6.983 49
6 Consumer Goods 2216.558 -7.799 54
7 Cons., Property & Real Estate 492.330 -8.272 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1221.672 -6.834 75
9 Finance 1256.359 0.335 90
10 Trade & Service 796.070 -0.485 164
No Code Prev Close Change %
1 OPMS 135 228 93 68.89
2 AHAP 75 101 26 34.67
3 OKAS 216 270 54 25.00
4 POLA 840 1,000 160 19.05
5 KRAH 1,135 1,320 185 16.30
6 ALKA 420 480 60 14.29
7 ABMM 1,950 2,180 230 11.79
8 PSAB 240 268 28 11.67
9 ISSP 121 135 14 11.57
10 MPOW 181 198 17 9.39
No Code Prev Close Change %
1 YELO 176 145 -31 -17.61
2 FILM 416 350 -66 -15.87
3 PORT 625 530 -95 -15.20
4 PSDN 167 142 -25 -14.97
5 TIRA 286 254 -32 -11.19
6 PRAS 167 150 -17 -10.18
7 PTIS 280 252 -28 -10.00
8 EMTK 5,100 4,610 -490 -9.61
9 KPAL 680 625 -55 -8.09
10 BAPA 89 82 -7 -7.87
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 147 148 1 0.68
2 IATA 50 50 0 0.00
3 IPTV 520 555 35 6.73
4 FREN 166 163 -3 -1.81
5 YELO 176 145 -31 -17.61
6 ERAA 1,925 2,020 95 4.94
7 PGAS 2,170 2,280 110 5.07
8 HOME 84 84 0 0.00
9 BCAP 160 161 1 0.62
10 BRPT 1,000 965 -35 -3.50