Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 2,11% pada level 24.890.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,35% pada level 2.418.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,88% pada level 22.750.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 1,15% pada level 3.340.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,19% pada level 2.540.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,21% pada level 6.184.
  • 16:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,20% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:11 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,22% terhadap Dollar AS pada level 14.680 IDR/USD.

China Peringatkan Kapal Inggris di LCS, Langkah Defensif?

China Peringatkan Kapal Inggris di LCS, Langkah Defensif?
WE Online, London -

Atase Pertahahan China untuk Inggris Su Guanghui memperingatkan London bahwa keputusannya untuk mengirim kapal induk HMS Queen Elizabeth ke Laut China Selatan (LCS) akan dilihat sebagai "tindakan permusuhan" oleh Beijing.

Su Guanghui menambahkan bahwa langkah-langkah seperti itu melanggar kedaulatan dan integritas teritorial China.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan penyebaran kapal induk ke wilayah LCS pada tahun 2021 sebagai bagian dari partisipasi negara dalam kebebasan operasi navigasi, yang juga dilakukan oleh AS dan Australia.

Baca Juga: Mengapa AS Tuntut China Patuhi Hukum Laut China Selatan?

Namun, Duta Besar China untuk Inggris Liu Xiaoming menolak klaim bahwa operasi semacam itu mempromosikan kebebasan bernavigasi di jalur pelayaran.

"Laut China Selatan adalah lautan luas. Kami tidak keberatan dengan orang yang berlayar di sana tetapi tidak memasuki perairan teritorial China dalam 12 mil laut. Jika Anda tidak melakukan itu, seharusnya tidak ada masalah. Laut China Selatan cukup luas untuk memiliki navigasi pengiriman gratis," kata Xiaoming seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (11/9/2019).

Inggris dan China telah memiliki konflik atas tindakan Angkatan Laut Inggris di LCS, yaitu saat kapal penyerang amfibi HMS Albion berlayar di dekat Kepulauan Paracel, sebuah kepulauan yang disengketakan saat ini dikendalikan oleh China.

Beijing juga memiliki ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai kebebasan operasi navigasi di laut, menyebutnya sebagai aksi "provokasi".

Baca Juga: Kesekian Kalinya, China Tolak Kapal Perang AS Masuk Wilayahnya

Terlepas dari protes China, Washington terus melakukan operasi, menuduh Beijing melakukan ekspansi militer yang agresif di kawasan itu, termasuk melalui pembangunan pulau-pulau buatan. China menegaskan bahwa instalasi militernya di LCS murni "defensif".

Kedaulatan atas berbagai pulau dan wilayah LCS, yang sangat penting karena banyaknya jalur perdagangan maritim yang melaluinya, diklaim oleh berbagai negara seperti Brunei, Taiwan, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Namun sebagian besar wilayah ini saat ini dikendalikan oleh China. Negara yang disebut terakhir bahkan tidak mengakui keputusan badan internasional, seperti oleh Arbitrase, yang membantah klaim Beijing atas apa yang disebut wilayah Sembilan Garis Putus di LCS.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Tag: Kapal, Inggris, China (Tiongkok), Laut China Selatan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Peter Nicholls

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,947.21 3,907.62
British Pound GBP 1.00 19,379.79 19,185.49
China Yuan CNY 1.00 2,130.13 2,108.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,801.64 14,654.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,621.66 10,508.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.86 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,783.65 10,670.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,388.97 17,214.48
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,526.72 3,484.98
Yen Jepang JPY 100.00 13,965.13 13,824.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5190.166 32.332 698
2 Agriculture 1199.731 2.896 23
3 Mining 1425.633 -5.327 48
4 Basic Industry and Chemicals 764.950 4.825 80
5 Miscellanous Industry 932.015 14.201 52
6 Consumer Goods 1916.331 3.504 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.650 4.645 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 881.754 -5.951 78
9 Finance 1140.076 15.339 93
10 Trade & Service 635.415 -0.943 174
No Code Prev Close Change %
1 SGER 145 195 50 34.48
2 IMAS 565 705 140 24.78
3 WOMF 218 266 48 22.02
4 LRNA 146 178 32 21.92
5 RUIS 167 196 29 17.37
6 PRAS 104 122 18 17.31
7 IMJS 232 272 40 17.24
8 NOBU 665 770 105 15.79
9 PGLI 177 204 27 15.25
10 MEDC 492 565 73 14.84
No Code Prev Close Change %
1 IKAN 645 600 -45 -6.98
2 KJEN 1,375 1,280 -95 -6.91
3 POLI 1,160 1,080 -80 -6.90
4 APEX 160 149 -11 -6.88
5 DNAR 262 244 -18 -6.87
6 YULE 206 192 -14 -6.80
7 KOIN 118 110 -8 -6.78
8 BIKA 192 179 -13 -6.77
9 FORU 89 83 -6 -6.74
10 JMAS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,970 2,930 -40 -1.35
2 FREN 133 130 -3 -2.26
3 BBRI 3,130 3,190 60 1.92
4 MEDC 492 565 73 14.84
5 PURA 126 129 3 2.38
6 BBNI 4,620 4,780 160 3.46
7 TOWR 1,085 1,070 -15 -1.38
8 MDKA 1,980 1,915 -65 -3.28
9 KAEF 3,330 3,350 20 0.60
10 DOID 294 286 -8 -2.72