Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:46 WIB. Bursa - Indeks FTSE dibuka melemah 0,16% pada level 7.344
  • 20:09 WIB. CPO - Harga CPO CIF Rotterdam diperdagangkan pada level 567,5 dollar/ton
  • 20:05 WIB. Valas - Dollar menguat 0,38% terhadap Poundsterling pada level 1,2479 $/pound
  • 20:04 WIB. Valas - Dollar menguat 0,15% terhadap Euro pada level 1,1024 $/euro
  • 20:03 WIB. Valas - Dollar melemah 0,09% terhadap Yen pada level 107,92 yen/dollar
  • 20:02 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Yuan pada level 7,0928 yuan/dollar
  • 20:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.501 $/ounce
  • 19:59 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,64 $/barel
  • 19:58 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,81 $/barel
  • 18:18 WIB. Korea - Kemenko dan Keuangan: Penurunan ekspor dan investasi terus berlanjut
  • 16:40 WIB. China - Dana sebesar 850 juta yuan rencananya akan digelontorkan untuk industri babi dalam 3 tahun ke depan
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,24% pada level 3.006
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,54% pada level 2.091
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,16% pada level 3.163
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,13% pada level 26.435

KEIN dan Kadin Jatim Siap Jadi Garda Terdepan Menuju Industri 4.0

KEIN dan Kadin Jatim Siap Jadi Garda Terdepan Menuju Industri 4.0 - Warta Ekonomi
WE Online, Surabaya -

Di era industri 4.0, dimana perdagangan antar negara dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai marketplace yang ada, jiwa nasionalisme di tubuh anak bangsa harus ditegakkan. Hal ini guna membendung banjirnya barang impor dari berbagai negara di pasar Indonesia.

Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Sutrisno Bachir mengatakan bahwa era digital memang menjadi keniscayaan. Tetapi hal ini jangan kemudian membuat anak bangsa menjadi silau dan ingin membuat marketplace semua seperti Bukalapak atau Tokopedia, dimana barang yang dijual justru barang dari luar negeri, seperti China.

“Jangan silau dengan industri 4.0, jangan semua ingin jadi seperti Bukalapak, harus ada yang memikirkan produksinya, industrinya,” ujar Sutrisno disela Seminar dan Workshop “Peningkatan Daya Saing melalui Internet of Things dan Implementasi Industri 4.0” di Surabaya, Selasa (10/9/2019) sore.

Baca Juga: KEIN Klaim Angka Kemiskinan Berkurang, Yakin?

Menurutnya, masyarakat Indonesia harus jeli dan berhati-hati dalam menyikapi era industri 4.0. Jika tidak, maka besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang sangat besar ini tidak akan memiliki added value yang besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Menurutnya ada dua kunci dalam memacu ekonomi nasional, yaitu tidak mudah melakukan impor dan tidak mengekspor bahan mentah

“Ada dua hal yang selalu menjadi keinginan pak Jokowi, membendung impor dan tidak mengekspor bahan mentah. Bahan mentah harus diolah dulu di dalam negeri agar memiliki nilai tambah bagi Indonesia,” tambahnya.

Untuk itu, generasi milenial harus memiliki semangat nasionalisme gaya baru, yaitu dengan memilih dan mengedepankan produk dalam negeri agar ekonomi Indonesia menjadi semakin kokoh. Menurutnya, generasi milenial saat ini sangat berpikir instan, bukan generasi yang mau bekerja keras seperti jaman dahulu. Mereka inginnya bekerja di tempat AC, nongkrong di tempat ngopi atau cafe.

“Nah ini millennial yang mana yang untuk kepentingan nasional kita. Jangan jadi millennial yang hobinya kerja di Starbucks atau Coffee Bean. Ini kopinya saja kopi luar negeri. Ini nasionalismenya tidak ada, kita tidak bisa seperti itu. Kita itu ada industri seperti Starbucks, itu harus didukung. Rakyat harus dididik seperti itu. Kita ini produsen kopi, kopi Gayo dan macam-macam, malah mereka belinya dari situ. Nah, generasi kita itu harus memiliki nasionalisme baru, bukan mengangkat senjata melawan penjajah tetapi melawan ekonomi dari luar,” tandasnya.

Sementara dari sisi penguatan industri, Ketua Umum Kadin Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa perkembangan persaingan pasar produk-produk hasil olahan industri manufaktur baik domestik maupun internasional yang semakin ketat, memaksa industri nasional untuk meningkatkan daya saingnya. 

Upaya-upaya peningkatan daya saing industri manufaktur nasional telah dilakukan Pemerintah melalui berbagai kebijakan dan fasilitasi, akan tetapi diperlukan kemampuan industri manufaktur itu sendiri untuk meningkatkan daya saingnya perlu terus didorong. Salah satu upaya terkini yang semestinya diperlukan serta sejalan perkembangan teknologi IoT (Internet of Things) adalah implementasi Industri 4.0.  

"Dengan Implementasi Industri 4.0, diharapkan akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas industri manufaktur Jawa Timur, baik Industri Manufaktur Kecil, Menengah dan Besar. Kami yakin, bilamana Industri manufaktur kita telah mengimplementasikan Industri 4.0 secara optimal, akhirnya akan meningkatkan daya saing produk-produk industri olahan Jawa Timur," tegas La Nyalla.

Untuk itu kata La Nyalla dukungan Pemerintah, baik dari sisi kebijakan maupun fasilitas dan kemudahan bagi industri manufaktur yang telah mengimplementasikan Industri 4.0 menjadi keharusan agar dunia usaha lebih mampu bersaing dan memenangkan persaingan global.

Tag: Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), La Nyalla Mahmud Matalitti

Penulis: Mochamad Ali Topan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Mochamad Ali Topan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69