Portal Berita Ekonomi Senin, 28 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,79% pada penutupan sesi II.
  • 13:06 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,91 USD/barel.
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,60 USD/barel.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Euro pada level 1,1626 USD/EUR.
  • 13:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,20% terhadap Poundsterling pada level 1,2771 USD/GBP. 
  • 13:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,29% terhadap Yen pada level 105,27 JPY/USD.
  • 13:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.856 USD/troy ounce.

Dunia Arab Ramai-ramai Kecam Pernyataan Kontroversial Netanyahu

Dunia Arab Ramai-ramai Kecam Pernyataan Kontroversial Netanyahu
WE Online, Amman -

Dunia Arab ramai-ramai menyampaikan protes dan kecaman kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Penyebabnya adalah Netanyahu bersumpah akan mencaplok sebagian Tepi Barat jika terpilih kembali menjadi Perdana Menteri Israel.

Netanyahu membuat pernyataan itu hanya satu minggu menjelang pemilu. Pernyataan itu pun menuai protes dari lawan-lawannya, Partai Kahol Lavan dan Uni Demokrat. Kedua pihak tidak berhasil mencegah apa yang mereka lihat sebagai "pemilihan ilegal".

Pernyataan itu juga disambut dengan kritik keras dari Liga Arab. Liga Arab menyatakan bahwa aneksasi bagian-bagian dari Tepi Barat akan melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.

Baca Juga: Sumpah Netanyahu Usai Pemilu: Bentuk Pemerintahan Baru di Tepi Barat

"Langkah semacam itu hanya akan menghambat proses perdamaian Israel-Palestina," ujar Sekretaris jendral Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (11/9/2019).

Sementara Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi juga mengecam janji Netanyahu, dengan mengatakan bahwa pemenuhan janji itu akan mendorong seluruh wilayah menuju kekerasan.

"Tindakan sepihak yang ia usulkan berisiko membunuh seluruh proses perdamaian dan menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan di kawasan itu," sambung Safadi.

Netanyahu membuat janji serupa menjelang pemilihan sebelumnya pada bulan April lalu, tetapi kemudian gagal membentuk aliansi dengan pihak lain untuk mendapatkan pemerintahan mayoritas dalam batas satu bulan.

Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan pemilu baru perlu diadakan, yang akan berlangsung pada 17 September mendatang.

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah Israel dilaporkan telah melobi pemerintah Trump untuk mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang dikuasainya di Tepi Barat.

Baca Juga: PM Israel Benyamin Netanyahu Dituduh Terima Suap dari Para Miliarder

Pejabat Palestina telah berulang kali mengkritik Israel atas kegiatan penyelesaiannya di Tepi Barat.

Tujuan yang diumumkan untuk mencaplok Lembah Jordan dan permukiman Tepi Barat datang di tengah kebijakan Israel baru-baru ini yang berfokus pada menegakkan klaim teritorialnya dengan dukungan dari pemerintah AS saat ini.

Washington telah mendukung klaim Tel Aviv atas Yerusalem secara keseluruhan sebagai ibukotanya, serta klaim negara Yahudi itu atas Dataran Tinggi Golan, yang telah dikontrol Israel sejak Perang Enam Hari 1967.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Benjamin Netanyahu, Israel, Tepi Barat, Palestina

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Ronen Zvulu

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,008.27 3,968.17
British Pound GBP 1.00 19,195.16 19,002.67
China Yuan CNY 1.00 2,204.40 2,182.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,033.80 14,884.21
Dolar Australia AUD 1.00 10,612.36 10,505.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,939.82 1,920.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,929.70 10,819.37
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.83 17,314.80
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.56 3,569.35
Yen Jepang JPY 100.00 14,266.27 14,120.30
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68