Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,98% pada level 23.716.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 2,38% pada level 2.332.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,29% pada level 3.274.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,91% pada level 2.463.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,09% pada level 5.799.
  • 16:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,27% terhadap Yuan pada level 6,78 CNY/USD.
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,58% terhadap Dollar AS pada level 14.785 IDR/USD.

Masalah Bumiputera dan Jiwasraya, OJK Kok Santai Banget?

Masalah Bumiputera dan Jiwasraya, OJK Kok Santai Banget?
WE Online, Jakarta -

Bank Dunia menyoroti persoalan likuiditas seret dua perusahaan asuransi jiwa nasional, yakni Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Bank Dunia menilai dua perusahaan tersebut membutuhkan perhatian segera.

 

Pengamat Asuransi, Herris Simanjuntak berpendapat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kurang responsif dalam menangani permasalahan dua perusahaan tersebut sehingga Bank Dunia memberikan peringatan.

 

"Itukan AJB Bumiputera dan Jiwasraya asuransi-asuransi yang size papan atas yang jumlah preminya triliunan, kemudian pemegang polisnya jutaan. Jadi sizenya besar, sehingga kalau dia bermasalah, maka gangguannya bukan cuma gangguan di Industri perasuransian tapi juga di industri keuangan. Makanya diperingatin," tutur Herris di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

 

Baca Juga: Hindari Resesi, OJK Diminta Segera Selesaikan Gagal Bayar Asuransi

 

Herris berpandangan, hingga saat ini tidak ada langkah-langkah konkret dari OJK untuk menyelesaikan masalah asuransi. Bahkan, penjelasan pun tak diberikan oleh lembaga pimpinan Wimboh Santoso itu.

 

"Bukan hanya diinformasikan, tapi langkah-langkah dan timelinenya juga. Jadi ada waktu, misalnya kami ini 6 bulan, ini 1tahun nanti perusahaan ini akan bisa pulih kembali. Itu sebetulnya yang ditunggu bukan hanya oleh Wolrd Bank tapi juga oleh masyarakat," katanya.

 

Baca Juga: Kasus Bumiputera dan Jiwasraya Jadi Perhatian Bank Dunia Karena . . .

 

Menurut Herris, seyogyanya OJK tak terus menerus mengulur waktu. Sebab, liabilitas perusahaan terus berjalan.

 

"Apalagi misalnya AJB Bumiputera. Katanya dia beroperasi, tapi berapa sih premi yang masuk dalam situasi seperti ini. Sementara tanggungjawabnya kan dia jalan terus.  Nah ini, namanya solvabilitasnya itu groak atau bolongnya itu, kalau makin diulur, makin dalam," ujarnya.

 

Baca Juga: Soal AJB Bumiputera Dan Jiwasraya, OJK Diminta Tak Buang Badan

 

Sementara terkait Asuransi Jiwasraya, perseroan akan mengeluarkan produk baru melalui skema kerja sama dengan perusahaan reasuransi atau dikenal dengan financial reisurance (FinRe). Ini untuk memperbaiki likuditas perusaahaan. Saat ini, perseroan tengah menunggu restu dari OJK.

 

"Kalau ada rencana seperti itu jadi atau nggak jadi dibuat, OJK harus jelaskan. Inikan tidak.  Jadi diterima atau tidak, kenapa ditolak atau tidak mesti dijelaskan. Kita belum bisa terima usulan jiwasraya karena blablabla, harusnya gitukan. Kalau inikan kayanya hanya berdiam diri saja nih," jelasnya.

 

Ia menambahkan, OJK harus segera mengambil langkah-langkah konkret terkait permasalahan ini.

 

"Nah ini perlu langkah-langkah cepat dan konkret dari OJK untuk dilakukan analisis dan kajian yang mendalam mengenai situasi dan kondisinya. Mengenai aktualnya, teknisnya dan segala macam dan jelaskan ke masyrakat dan juga menguraikan langkah-langkah atasinya," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera, PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,960.94 3,921.43
British Pound GBP 1.00 19,033.39 18,841.06
China Yuan CNY 1.00 2,187.72 2,165.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,855.91 14,708.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,721.51 10,607.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,916.99 1,897.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,906.62 10,794.14
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,475.01 17,299.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,593.59 3,555.26
Yen Jepang JPY 100.00 14,216.18 14,073.38
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4934.093 -65.267 707
2 Agriculture 1156.958 -29.674 24
3 Mining 1340.548 -15.994 47
4 Basic Industry and Chemicals 702.870 -6.150 80
5 Miscellanous Industry 849.133 -3.159 53
6 Consumer Goods 1846.211 -22.465 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.139 -2.692 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 813.187 -6.744 79
9 Finance 1061.669 -21.366 94
10 Trade & Service 626.543 -4.189 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 88 113 25 28.41
2 MTPS 376 470 94 25.00
3 KBAG 68 84 16 23.53
4 EPAC 336 398 62 18.45
5 NFCX 1,690 2,000 310 18.34
6 SGER 324 382 58 17.90
7 HELI 169 194 25 14.79
8 MTLA 354 400 46 12.99
9 DPNS 228 254 26 11.40
10 HOMI 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 100 93 -7 -7.00
2 SSTM 406 378 -28 -6.90
3 SINI 466 434 -32 -6.87
4 SQMI 176 164 -12 -6.82
5 PSGO 132 123 -9 -6.82
6 ROCK 1,395 1,300 -95 -6.81
7 DSFI 59 55 -4 -6.78
8 AGRO 326 304 -22 -6.75
9 DPUM 89 83 -6 -6.74
10 MASA 595 555 -40 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,025 27,250 -775 -2.77
2 BBRI 3,190 3,130 -60 -1.88
3 BRIS 825 770 -55 -6.67
4 BBNI 4,590 4,540 -50 -1.09
5 BEST 169 168 -1 -0.59
6 PURA 136 144 8 5.88
7 TLKM 2,810 2,780 -30 -1.07
8 DEAL 132 144 12 9.09
9 BMRI 5,475 5,300 -175 -3.20
10 TOWR 1,025 1,020 -5 -0.49