Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.496 $/ounce
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,28 $/barel
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,73 $/barel
  • 12:23 WIB. India - Saham Vodafone Idea naik 16,5% yang merupakan lompatan terbesar dalam 1 bulan
  • 12:16 WIB. India - Pakistan menolak izin perjalanan PM India ke AS melintasi wilayah udara Pakistan
  • 10:50 WIB. India - Startup investasi online Groww peroleh pendanaan seri B sebesar 154 crore rupee dari Ribbit Capital
  • 09:26 WIB. China - Pendiri Alibaba Joe Tsai resmi jadi pemilik Brooklyn Nets
  • 06:12 WIB. AS - Fed Reserve menurunkan suku bunga 25 bps pada hari Rabu

Menlu Pakistan: Genosida di Kashmir Akan Terjadi!

Menlu Pakistan: Genosida di Kashmir Akan Terjadi! - Warta Ekonomi
WE Online, Jenewa -

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi membeberkan penduduk India di Kashmir yang mayoritas berpenduduk Muslim bisa berpotensi adanya genosida. India pada 5 Agustus di;aporkan telah mencabut status otonomi Kashmir, wilayah yang menjadi sumber perselisihan antara India dan Pakistan, dua negara yang memiliki senjata nuklir.

 

"Kota, gunung, dataran, lembah yang sedih dan terguncang di Jammu & Kashmir, yang diduduki India, bergaung hari ini bersama bekas-bekas suram yang ditinggalkan Rwanda, Srebrenica, Rohingya dan pembunuhan berencana Gujarat," kata Qureshi dalam sidang dewan hak asasi manusia PBB mengutip Reuters, Rabu (11/9/2019).

 

"Rakyat di Jammu & Kashmir, yang diduduki India, sedang memperhitungkan kemungkinan terburuk... Saya bergidik menyebutkan kata genosida di sini, tapi saya harus melakukannya. Rakyat Kashmir di daerah yang diduduki itu, sebagai warga negara, kelompok suku, ras dan keagamaan, menghadapi ancaman serius pada nyawa, cara hidup dan mata pencaharian mereka dari rezim yang kejam, cenderung beraliran misoginis dan xenofobia," tuturnya.

 

Hingga kini, belum ada komentar dari delegasi India di dewan tersebut. Pemerintah India dan Pakistan sama-sama menyatakan Kashmir sebagai wilayah mereka.

 

Baca Juga: Konflik Kashmir, Pesawat Presiden India Tak Diizinkan Lewat Wilayah Udara Pakistan

 

6f9xt9tiuvsg5r9v1gd7_12013.jpg

 

Pasukan militer India dan Pakistan telah beberapa kali terlibat adu tembak di Garis Kendali sepanjang 740 kilometer. India memasukkan Kashmir dengan tentara-tentaranya, membatasi pergerakan serta memutus komunikasi saat Perdana Menteri Narendra Modi mencabut hak-hak khusus wilayah itu pada 5 Agustus. Sambungan seluler dan internet sejak itu diputus.

 

Qureshi mengatakan kepada para wartawan di Jenewa, "Saat ini saya tidak lihat ada kemungkinan untuk menjalin hubungan bilateral dengan India." Ia mendesak Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB untuk membantu meredakan ketegangan.

 

"Hari ini delapan juta orang terpenjara, tercabut dari semua kebebasan politik dan sipil. Dunia tidak bisa diam saja, dunia jangan diam. Dan jika diam, mereka akan jadi bagian dari kelalaian kriminal ini," terangnya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: Kashmir, India, Pakistan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Foto: Foto: Reuters.

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.39 3,739.37
British Pound GBP 1.00 17,665.91 17,487.15
China Yuan CNY 1.00 2,003.20 1,983.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.00 9,528.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,810.67 1,792.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,280.06 10,177.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,634.07 15,478.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,378.40 3,341.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,100.04 12,969.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6276.633 39.943 653
2 Agriculture 1387.598 -13.692 21
3 Mining 1671.117 -6.325 49
4 Basic Industry and Chemicals 894.963 2.248 72
5 Miscellanous Industry 1187.630 31.262 49
6 Consumer Goods 2243.412 9.335 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.506 3.875 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1221.614 6.972 75
9 Finance 1265.924 13.302 90
10 Trade & Service 805.028 -1.731 163
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 390 486 96 24.62
2 SDRA 675 795 120 17.78
3 TIRA 238 278 40 16.81
4 JSKY 840 980 140 16.67
5 SMMA 8,800 10,000 1,200 13.64
6 POLI 1,120 1,265 145 12.95
7 MBTO 130 145 15 11.54
8 NUSA 75 82 7 9.33
9 GIAA 490 535 45 9.18
10 KOTA 550 600 50 9.09
No Code Prev Close Change %
1 FILM 630 500 -130 -20.63
2 SSTM 500 454 -46 -9.20
3 DNAR 266 242 -24 -9.02
4 INOV 434 400 -34 -7.83
5 KDSI 1,475 1,365 -110 -7.46
6 YULE 150 139 -11 -7.33
7 BIPP 69 64 -5 -7.25
8 BMSR 110 103 -7 -6.36
9 ETWA 96 90 -6 -6.25
10 MINA 2,570 2,410 -160 -6.23
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MNCN 1,275 1,285 10 0.78
3 MSIN 466 470 4 0.86
4 MAMI 139 139 0 0.00
5 KPIG 148 148 0 0.00
6 HOME 97 99 2 2.06
7 HMSP 2,330 2,370 40 1.72
8 BMTR 354 354 0 0.00
9 FREN 142 154 12 8.45
10 ERAA 1,980 1,920 -60 -3.03