Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.496 $/ounce
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,28 $/barel
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,73 $/barel
  • 12:23 WIB. India - Saham Vodafone Idea naik 16,5% yang merupakan lompatan terbesar dalam 1 bulan
  • 12:16 WIB. India - Pakistan menolak izin perjalanan PM India ke AS melintasi wilayah udara Pakistan
  • 10:50 WIB. India - Startup investasi online Groww peroleh pendanaan seri B sebesar 154 crore rupee dari Ribbit Capital
  • 09:26 WIB. China - Pendiri Alibaba Joe Tsai resmi jadi pemilik Brooklyn Nets
  • 06:12 WIB. AS - Fed Reserve menurunkan suku bunga 25 bps pada hari Rabu

Kisah Para Wanita dalam Berburu Osama bin Laden Setelah Tragedi 9/11

Kisah Para Wanita dalam Berburu Osama bin Laden Setelah Tragedi 9/11 - Warta Ekonomi
WE Online, Washington -

Pada Mei 2011, usai diburu selama bertahun-tahun, Presiden AS oada saat itu Barrack Obama mengatakan jika Osama bin Laden, dalam tragedi serangan 9 September 2011 atau 9/11 ditemukan dan ditembak mati oleh Navy SEAL, pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat pada sebuah penyerbuan. Tetapi dibalik penyerbuan itu ada kisah para perempuan yang membawa prajurit AS ke mangsanya.

 

Para wanita tersebut merupakan analis di CIA (Badan Intelijen AS) yang bekerja dalam unit yang dikenal dengan nama Stasiun Alec. Para intelejen ditugasi menemukan Bin Laden, usai serangan 9/11 yang menewaskan 3.000 orang tersebut.

 

n9ifcjnygs0bcbfwjtvz_22229.jpg

 

Para intelejen berhasil menemukan Abu Zubaydah, penyokong Al Qaeda kelompok yang dipimpin bin Laden, membantu menemukan dan membunuh Abu Musab al Zarqawi, pemimpin al Qaeda di Irak, serta menjalankan "situs hitam," penjara rahasia CIA yang digunakan untuk menginterogasi tersangka teror.

 

Fran Moore, seorang mantan direktur intelijen CIA, menjelaskan jika orang-orang itu tidak menyelesaikan masalah, “Saya tidak yakin kita akan berhasil.”

 

Ada beberapa kolega laki-laki Moore lebih efektif. mantan Direktur CIA Michael Hayden mengutip NBC News mengatakan, "Sekelompok saudara perempuan yang luar biasa" dalam pencarian Osama.

 

Michael Scheuer, yang mengelola Stasiun Alec, menuturkan dirinya ingin sekali memasang tanda di pintu kantor bertuliskan, "Tidak butuh pria, saya akan melakukannya [bersama kolega perempuannya]."

 

Baca Juga: 2 Hari Sebelum Peristiwa 9/11, Putin Ternyata Pernah Telpon Bush, Bilang. . .

 

Nada Bakos, selaku kepala tim penargetan yang membunuh Zarqawi, mengatakan timnya fokus, serta tak kenal lelah untuk mencari Zarqawi dan para pemimpin Al Qaeda lainnya.

 

Beberapa faktor lainnya yang mungkin telah dipengaruhi oleh pandangan keamanan perempuan yang lebih jelas.

Setelah serangan 9/11, lanjut dia, para wanita di timnya telah bersumpah, "Kamu (Osama) tidak akan melakukan itu (9/11) padaku lagi."

 

"Kami agresif dalam melindungi anak-anak kami," kata Bakos. 

 

"Kami melihat risiko secara berbeda, jangka panjang."

Carol Rollie-Flynn, mantan direktur eksekutif Counter Terrorism Center, mengatakan dia berpikir "kekuatan sebenarnya dari para wanita ini adalah dedikasi mereka yang intens dan perhatian yang luar biasa terhadap detail."

 

Detail dan lebih detail, kata Bakos, adalah bagian dalam mencari Zarqawi. Para wanita itu menyaring penyadapan komunikasi, laporan interogasi, laporan mata-mata dan gambar-gambar satelit. Setelah dua tahun sebelum serangan 9/11, semua staf di Stasiun Alec kecuali Scheuer adalah perempuan.

 

Usai tragedi 9/11, wanita yang terlibat mendirikan "situs hitam". Para pejabat mengatakan kepada NBC News bahwa Abu Zubaydah dan Khalid Sheikh Mohammed (KSM), salah satu dalang 9/11, diinterogasi oleh perempuan.

 

jc6s3nlwl7ddm2nm52ua_15345.jpg

 

Seorang mantan pejabat CIA mengatakan kepada NBC News bahwa perempuan mungkin sangat efektif dalam menginterogasi tersangka teror karena kombinasi kejutan dan rasa malu.

 

Pelaku teror 9/11 terpana bahwa wanita, yang mereka anggap lebih rendah, telah dipilih untuk menanyai mereka.

Jose Rodriquez, kepala Pusat Penanggulangan Terorisme CIA menulis dalam bukunya " Hard Measures (Tindakan Keras)" bahwa "KSM" pernah mengatakan kepada salah satu interogator wanitanya bahwa ia lebih suka berurusan dengan wanita .

 

Menurut Rodriguez, KSM mengatakan dia percaya wanita lebih siap dan kurang menghakimi. Akan tetapi, KSM juga senang CIA tidak sepenuhnya dijalankan oleh wanita.

 

Salah satu wanita yang mungkin memiliki peran terbesar dalam perburuan bin Laden adalah Jennifer Matthews.

"Ada beberapa yang membentuk database manusia tentang Al Qaeda dan saya ingat mereka semua perempuan," kata Rollie-Flynn.

 

"Jennifer Matthews adalah salah satunya. Mereka tahu segalanya. Pengetahuan mereka seperti ensiklopedia. Mereka akan memberi pengarahan singkat kepada direktur dan memiliki semua jawaban.”

Pada awal 2002, Rodriguez menunjuk Matthews untuk memimpin satuan tugas melacak Zubaydah yang sulit dipahami.

 

Selanjutnya saat hamil anak ketiganya, dia tetap bekerja dan pada bulan Maret ia mendapat informasi bahwa Zubaydah berada di salah satu dari 16 lokasi di Pakistan.

 

6b62rwfdnq5u925y9qyn_14931.jpg

 

FBI dan ISI (Badan Intelijen) Pakistan, yang memiliki cukup kekuatan bersiap untuk melakukan 16 serangan serentak.

Matthews mengatakan kepada Penasihat Keamanan Nasional AS saat itu, Condoleezza Rice bahwa peluang untuk sukses tidak lebih dari 40 persen.

 

Razia dilakukan pada 28 Maret 2002. Usai itu, Matthews masuk ke rumah direktur CIA George Tenet jam 5 malam. Ia membaca email singkat dari pemimpin tim CIA di Faisalabad, Pakistan. Zubaydah terluka parah dalam baku tembak dan ditangkap. Pada 2008, Matthews dipromosikan menjadi kepala stasiun CIA di Afghanistan.

 

Matthews mengatur pertemuan untuk bertemu dengan petugas CIA dan memberikan informasi tentang keberadaan bin Laden dan tangan kanannya, Ayman al-Zawahiri. Namun lima hari setelah Natal 2009, seorang informan CIA masuk ke kompleks CIA di Khost tanpa digeledah dan meledakkan sebuah bom, menewaskan petugas CIA, termasuk Matthews dan analis wanita lainnya.

 

Banyak yang menggunakan tragedi itu untuk mengkritik Matthews, dan mempertanyakan kapasitasnya. Sementara para pembela HAM mengatakan kesempatan itu harus dikejar bagi siapa pun, yang lain mengira Matthews telah dibutakan karena melihat buruannya terlalu dekat dan gagal mengikuti prosedur keamanan.

 

Pemburu al Qaeda yang sekarang dikenal publik sebagai "Maya" juga tidak luput dari kritik. Maya membantu memimpin perburuan bin Laden, berduka atas kematian mentornya "Jessica," dan kemudian menuntut untuk pergi ke Afghanistan ketika SEAL bersiap untuk menyerang sarang Osama.

 

Ia lantas melihat helikopter menghilang ke dalam kegelapan, mengetahui bahwa usahanya selama bertahun-tahun membawa mereka ke penggalian mereka. Usai kematian bin Laden, Maya mendapat bonus uang tunai dan medali. Dia sangat penting dalam pencarian Osama.

 

Namun Maya menolak promosi dan kenaikan gaji USD16.000 (Rp227 juta). John Brennan, mantan direktur CIA mengatakan kepada NBC News bahwa wanita memiliki perspektif yang unik.

 

"Kita semua adalah produk dari pengalaman kita," kata Brennan.

 

"Selain kecerdasan bawaan dan kemampuan serta kreativitas yang dibawa perempuan ke dunia kerja, saya pikir mereka memiliki kesempatan untuk melihat dunia melalui, dan saya pikir ini sangat penting, mata seorang wanita."

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: Osama bin Mohammed bin Awad bin Laden

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Foto: (Foto/Wikipedia Commons)

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.39 3,739.37
British Pound GBP 1.00 17,665.91 17,487.15
China Yuan CNY 1.00 2,003.20 1,983.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.00 9,528.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,810.67 1,792.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,280.06 10,177.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,634.07 15,478.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,378.40 3,341.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,100.04 12,969.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6276.633 39.943 653
2 Agriculture 1387.598 -13.692 21
3 Mining 1671.117 -6.325 49
4 Basic Industry and Chemicals 894.963 2.248 72
5 Miscellanous Industry 1187.630 31.262 49
6 Consumer Goods 2243.412 9.335 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.506 3.875 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1221.614 6.972 75
9 Finance 1265.924 13.302 90
10 Trade & Service 805.028 -1.731 163
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 390 486 96 24.62
2 SDRA 675 795 120 17.78
3 TIRA 238 278 40 16.81
4 JSKY 840 980 140 16.67
5 SMMA 8,800 10,000 1,200 13.64
6 POLI 1,120 1,265 145 12.95
7 MBTO 130 145 15 11.54
8 NUSA 75 82 7 9.33
9 GIAA 490 535 45 9.18
10 KOTA 550 600 50 9.09
No Code Prev Close Change %
1 FILM 630 500 -130 -20.63
2 SSTM 500 454 -46 -9.20
3 DNAR 266 242 -24 -9.02
4 INOV 434 400 -34 -7.83
5 KDSI 1,475 1,365 -110 -7.46
6 YULE 150 139 -11 -7.33
7 BIPP 69 64 -5 -7.25
8 BMSR 110 103 -7 -6.36
9 ETWA 96 90 -6 -6.25
10 MINA 2,570 2,410 -160 -6.23
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MNCN 1,275 1,285 10 0.78
3 MSIN 466 470 4 0.86
4 MAMI 139 139 0 0.00
5 KPIG 148 148 0 0.00
6 HOME 97 99 2 2.06
7 HMSP 2,330 2,370 40 1.72
8 BMTR 354 354 0 0.00
9 FREN 142 154 12 8.45
10 ERAA 1,980 1,920 -60 -3.03