Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.496 $/ounce
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,28 $/barel
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,73 $/barel
  • 12:23 WIB. India - Saham Vodafone Idea naik 16,5% yang merupakan lompatan terbesar dalam 1 bulan
  • 12:16 WIB. India - Pakistan menolak izin perjalanan PM India ke AS melintasi wilayah udara Pakistan
  • 10:50 WIB. India - Startup investasi online Groww peroleh pendanaan seri B sebesar 154 crore rupee dari Ribbit Capital
  • 09:26 WIB. China - Pendiri Alibaba Joe Tsai resmi jadi pemilik Brooklyn Nets
  • 06:12 WIB. AS - Fed Reserve menurunkan suku bunga 25 bps pada hari Rabu

Hari Ini Bergerak Tak Menentu, IHSG Besok Bakal . . .

Hari Ini Bergerak Tak Menentu, IHSG Besok Bakal . . . - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Indeks Haraga Saham Gabungan (IHSG) secata mengejutkan menguat +0.72% atau 45.28 poin ke level 6.381,95 setelah sempat terjungkal ke zona merah hingga level terendah di 6.328,69. Saham sektor aneka Industri (+3.09%) dan Property (+1.57%) memimpin penguatan. 

 

Head of Research Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan bahwa saham  PT Astra International Tbk (ASII) naik cukup signifikan atau +3.75% setelah sempat terpuruk jauh dibawah level 7.000 dimana data penjualan mobil yang melambat menjadi trigger negatif sebelumnya. 

 

“Secara fundamental kinerja keuangan ASII masih cenderung positif diekspektasi 2019 masih mengalami pertumbuhan bottom line 2.8% dan harga saham ASII pada saat ini mencerminkan PER 13.29x dibawah rata-rata 5 tahun terakhir,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

 

Baca Juga: Bikin Sport Jantung! Bursa Domestik Beri Kejutan di Akhir Perdagangan!

 

Menurut Lanjar, pergerakan IHSG diperkirakan masik akan bergerak melanjutkan penguatan dengan support resistance 6.350-6.425. “Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya; LSIP, WSBP, WTON, CPIN, JPFA, HMSP, IMAS, WSKT, PTPP, LPCK, ADHI, WIKA, CTRA dan RALS,” terangnya. 

 

Hal yang sama disampaikkan oleh Direktur Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya, yang menuturkan bila IHSG masih terlihat berusaha untuk keluar dari fase konsolidasi wajarnya, memanfaatkan momentum koreksi wajar masih bisa dijadikan peluang oleh investor, mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend.

 

 

“Demikian juga dengan capital inflow yang masih tercatat secara year to date, menunjukkan bahwa minat investor asing masih cukup besar ke pasar modal Indonesia, IHSG masih berpotensi menguat,” ucapnya.

 

Baca Juga: IHSG Dibuka Turun 0,03% di Awal Sesi I

 

Sebagai informasi, Bursa saham Asia ditutup menguat dengan indeks Nikkei (+0.96%), TOPIX (+1.65%) dan HangSeng (+1.78%) naik signifikan cenderung optimis. Banyak indikasi bermunculan bahwa china akan bergerak untuk mengurangi dampak perang perdagangan. Tiongkok merilis daftar baru yang disetujui untuk pembebasan tarif. Pergerakan China untuk mengurangi dampak perang perdagangan memberikan harapan terjadinya stimulus moneter agresif dari bank sentral Eropa dan The Fed.

 

Sementara, Bursa Eropa dibuka menguat mengikuti penguatan mayoritas bursa saham Asia. Indeks Eurostoxx (+0.45%), FTSE (+0.95%) dan DAX (+0.79%) naik rata-rata diatas setengah persen. Sebagian penguatan didorong oleh rotasi kesektor-sektor yang tertinggi di tahun ini seperti sektor pertambangan dan perbankan di Eropa. Sentimen selanjut investor akan terfokus pada laporan bulanan persediaan dan permintaan serta perkiraan produksi oleh OPEC sebagai indikasi pergerakan harga minyak kedepan.

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Pasar Modal

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.39 3,739.37
British Pound GBP 1.00 17,665.91 17,487.15
China Yuan CNY 1.00 2,003.20 1,983.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.00 9,528.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,810.67 1,792.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,280.06 10,177.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,634.07 15,478.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,378.40 3,341.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,100.04 12,969.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6276.633 39.943 653
2 Agriculture 1387.598 -13.692 21
3 Mining 1671.117 -6.325 49
4 Basic Industry and Chemicals 894.963 2.248 72
5 Miscellanous Industry 1187.630 31.262 49
6 Consumer Goods 2243.412 9.335 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.506 3.875 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1221.614 6.972 75
9 Finance 1265.924 13.302 90
10 Trade & Service 805.028 -1.731 163
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 390 486 96 24.62
2 SDRA 675 795 120 17.78
3 TIRA 238 278 40 16.81
4 JSKY 840 980 140 16.67
5 SMMA 8,800 10,000 1,200 13.64
6 POLI 1,120 1,265 145 12.95
7 MBTO 130 145 15 11.54
8 NUSA 75 82 7 9.33
9 GIAA 490 535 45 9.18
10 KOTA 550 600 50 9.09
No Code Prev Close Change %
1 FILM 630 500 -130 -20.63
2 SSTM 500 454 -46 -9.20
3 DNAR 266 242 -24 -9.02
4 INOV 434 400 -34 -7.83
5 KDSI 1,475 1,365 -110 -7.46
6 YULE 150 139 -11 -7.33
7 BIPP 69 64 -5 -7.25
8 BMSR 110 103 -7 -6.36
9 ETWA 96 90 -6 -6.25
10 MINA 2,570 2,410 -160 -6.23
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MNCN 1,275 1,285 10 0.78
3 MSIN 466 470 4 0.86
4 MAMI 139 139 0 0.00
5 KPIG 148 148 0 0.00
6 HOME 97 99 2 2.06
7 HMSP 2,330 2,370 40 1.72
8 BMTR 354 354 0 0.00
9 FREN 142 154 12 8.45
10 ERAA 1,980 1,920 -60 -3.03