Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.496 $/ounce
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,28 $/barel
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,73 $/barel
  • 12:23 WIB. India - Saham Vodafone Idea naik 16,5% yang merupakan lompatan terbesar dalam 1 bulan
  • 12:16 WIB. India - Pakistan menolak izin perjalanan PM India ke AS melintasi wilayah udara Pakistan
  • 10:50 WIB. India - Startup investasi online Groww peroleh pendanaan seri B sebesar 154 crore rupee dari Ribbit Capital
  • 09:26 WIB. China - Pendiri Alibaba Joe Tsai resmi jadi pemilik Brooklyn Nets
  • 06:12 WIB. AS - Fed Reserve menurunkan suku bunga 25 bps pada hari Rabu

Indonesia Butuh Sawit dan Hutan

Indonesia Butuh Sawit dan Hutan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perkebunan kelapa sawit atau kelestarian hutan? Sebenarnya pernyataan tersebut bukan ditujukan untuk memilih salah satu dan meninggalkan pilihan yang lain, tetapi kenyataannya keduanya berperan banyak dan penting bagi Indonesia.

Sawit merupakan komoditas strategis bagi masyarakat Indonesia karena sektor ini telah berkontribusi pada penerimaan negara, pemerataan kesejahteraan, penyerapan tenaga kerja, dan mendorong kinerja ekspor. Namun di negara-negara Uni Eropa, komoditas ini memiliki sentimen negatif yang dihubungkan dengan isu lingkungan (deforestasi) dan kesehatan.

Deforestasi menurut FAO didefinisikan sebagai konservasi lahan hutan untuk penggunaan lahan lain atau pengurangan yang tajam dari tutupan hutan di bawah ukuran 10%.

Menurut Yanto Santosa seorang Guru Besar Institut Pertanian Bogor, perkebunan sawit yang berasal dari pengalihan hutan sekunder sebagai deforestasi, jumlah lahannya hanya berkisar 20-25% dari total lahan sawit yang ada. Sedangkan sisanya, 75-80% merupakan "reforestasi" serta terjadi peningkatan produktivitas lahan yang terdegradasi dan ini cukup untuk peningkatan stok karbon atau tingkat penyerapan CO2.

Baca Juga: Industri Sawit Dihantui Ancaman UE, Biofuel Jadi Solusi

Sebenarnya, isu yang berkembang tersebut berakar dari persaingan pasar minyak nabati berbahan kelapa sawit, kedelai, biji bunga matahari, dan rapeseed flower.

Sampai saat ini pelaku usaha sawit dan pemerintah terus berupaya untuk membuktikan bahwa sawit berperan dalam menjaga kelestarian hutan. Hal itu karena areal perkebunan sawit yang tersebar di Indonesia tidak dialokasi dari kawasan hutan, melainkan dari lahan yang terdegradasi akibat penebangan dan kebakaran hutan.

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) di Oslo, Norwegia, melaporkan Indonesia sudah mencapai beberapa aspek dari sustainable development goals (SDGs) yang merupakan program untuk menjaga lingkungan oleh PBB, seperti misalnya penanganan perubahan iklim, pengembangan energi terbarukan dan pengurangan emisi gas, mendukung moratorium hutan primer, serta mendukung pencegahan kebakaran hutan.

Begitu pula dalam hal pemulihan lahan gambut. Dari 80 perusahaan perkebunan sawit, sebanyak 49 perusahaan di antaranya telah menyusun Dokumen Rencana Pemulihan Ekosistem Gambut yang meliputi total ekosistem gambut seluas 278.639 hektare, yang terdiri dari 78.286 hektare areal Fungsi Lindung Ekosistem Gambut (FLEG) dan 20.353 hektare areal Fungsi Budidaya Ekosistem Gambut.

Sistem Perkebunan Kelapa Sawit Lestari Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) merupakan standar yang digunakan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia pada pasar global dan berkelanjutan.

ISPO mendorong penggunaan standar kelestarian tanaman kelapa sawit di Indonesia untuk mengurangi dampaknya pada lingkungan hidup, iklim dan keanekaragaman hayati, serta penggunaan sertifikasi untuk menjaga hutan tropis. Pemerintah terus memperbaharui standar ISPO agar diterima oleh masyarakat UE dengan tujuan menyamakan pemahaman bahwa perkebunan sawit adalah kegiatan sektor nonmigas yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya untuk membantu produsen kelapa sawit dalam mencapai standar tersebut. Pada tanggal 28 Agustus 2019, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan telah menyerahkan 64 sertifikat ISPO terdiri dari 63 perusahaan sawit dan satu koperasi dari Riau.

Untuk mempercepat penyertaan standar ISPO, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 yang bertujuan untuk meningkatkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, memberikan kepastian hukum, menjaga dan melindungi kelestarian lingkungan, serta untuk meningkatkan pembinaan petani kelapa sawit dan meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit.

Tag: Sawit, Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO)

Penulis: Jessica Marpaung, Junior Researcher for Warta Ekonomi

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.39 3,739.37
British Pound GBP 1.00 17,665.91 17,487.15
China Yuan CNY 1.00 2,003.20 1,983.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.00 9,528.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,810.67 1,792.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,280.06 10,177.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,634.07 15,478.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,378.40 3,341.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,100.04 12,969.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6276.633 39.943 653
2 Agriculture 1387.598 -13.692 21
3 Mining 1671.117 -6.325 49
4 Basic Industry and Chemicals 894.963 2.248 72
5 Miscellanous Industry 1187.630 31.262 49
6 Consumer Goods 2243.412 9.335 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.506 3.875 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1221.614 6.972 75
9 Finance 1265.924 13.302 90
10 Trade & Service 805.028 -1.731 163
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 390 486 96 24.62
2 SDRA 675 795 120 17.78
3 TIRA 238 278 40 16.81
4 JSKY 840 980 140 16.67
5 SMMA 8,800 10,000 1,200 13.64
6 POLI 1,120 1,265 145 12.95
7 MBTO 130 145 15 11.54
8 NUSA 75 82 7 9.33
9 GIAA 490 535 45 9.18
10 KOTA 550 600 50 9.09
No Code Prev Close Change %
1 FILM 630 500 -130 -20.63
2 SSTM 500 454 -46 -9.20
3 DNAR 266 242 -24 -9.02
4 INOV 434 400 -34 -7.83
5 KDSI 1,475 1,365 -110 -7.46
6 YULE 150 139 -11 -7.33
7 BIPP 69 64 -5 -7.25
8 BMSR 110 103 -7 -6.36
9 ETWA 96 90 -6 -6.25
10 MINA 2,570 2,410 -160 -6.23
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MNCN 1,275 1,285 10 0.78
3 MSIN 466 470 4 0.86
4 MAMI 139 139 0 0.00
5 KPIG 148 148 0 0.00
6 HOME 97 99 2 2.06
7 HMSP 2,330 2,370 40 1.72
8 BMTR 354 354 0 0.00
9 FREN 142 154 12 8.45
10 ERAA 1,980 1,920 -60 -3.03