Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:49 WIB. Valas - Dollar melemah 0,33% terhadap Euro pada level 1,1066 $/euro
  • 19:47 WIB. Valas - Dollar menguat 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,2472 $/pound
  • 19:45 WIB. Valas - Dollar melemah 0,45% terhadap Yen pada level 107,96 yen/dollar
  • 19:41 WIB. Valas - Dollar menguat 0,11% terhadap Yuan pada level 7,09 yuan/dollar
  • 19:37 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.500 $/ounce
  • 19:36 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 59,42 $/barel
  • 19:34 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,33 $/barel
  • 18:07 WIB. India - Maruti Suzuki catatkan ekspor mobil satu juta unit dari Pelabuhan Mundra di Gujarat
  • 16:53 WIB. Thailand - Ekspor ayam broiler ke China naik lebih dari 700% dari Thailand pada Januari-Juli 2019
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,46% pada level 2.999
  • 16:22 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,46% pada level 2.080
  • 16:20 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,15% pada level 3.162
  • 16:19 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,07% pada level 26.468
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,38% pada level 22.044
  • 16:16 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Rupiah pada level 14.060 rupiah/dollar

Inggris Diprediksi Timbulkan Kerusuhan Jika No Deal-Brexit, Kenapa?

Inggris Diprediksi Timbulkan Kerusuhan Jika No Deal-Brexit, Kenapa? - Warta Ekonomi
WE Online, London -

Pemerintah Inggris mengutarakan antisipasi terburuk jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan, atau yang dikenal sebagai no-deal Brexit, pada 31 Oktober. Operasi yang dinamakan sebagai “Operation Yellowhammer” tersebut telah dipersiapkan sejak awal bulan lalu, sekira sembilan hari setelah Boris Johnson terpilih sebagai perdana menteri baru.

 

Pada isi dokumen tersebut, pemerintah Inggris mengatakan kemungkinan terjadinya terjadi gangguan pada rute lintas-Selat Inggris yang parah, yang akan memengaruhi pasokan obat-obatan dan jenis makanan segar tertentu. Dikatakan juga mengenai kemungkinan terjadinya demonstrasi dan kontra-demonstrasi di seluruh negeri, disertai dengan kemungkinan meningkatnya gangguan publik.

 

Kesiapan publik dan usaha di Inggris untuk menghadapi hasil no-deal Brexit kemungkinan akan rendah, terutama karena kericuhan politik yang saat ini masih berlangsung di negara itu.

 

Baca Juga: Langkah Brexit Dipersulit Bikin PM Inggris Naik Pitam: Saya Lebih Baik Mati!

 

Pada skenario terburuk dikatakan bahwa truk harus menunggu hingga dua setengah hari untuk menyeberangi Selat Inggris dan warga Inggris dapat mengalami peningkatan pemeriksaan imigrasi di pos perbatasan UE.

 

"Jenis pasokan makanan segar tertentu akan berkurang," demikian disebutkan dalam dokumen yang dilansir Reuters, Kamis (12/9/2019). "Ada risiko bahwa pembelian panik akan menyebabkan atau memperburuk gangguan pasokan makanan."

 

vdnd19myh1hvfxhqsutm_18980.jpg

 

Arus lalu lintas di Selat Inggris dapat berkurang hingga 60 persen pada hari pertama setelah no-deal Brexit. Gangguan terburuk bisa bertahan hingga tiga bulan. Dokumen tersebut juga memaparkan kemungkinan terjadi antrian lalu lintas yang dapat memengaruhi pengiriman bahan bakar, mengganggu pasokan di London dan Inggris tenggara, dan pembelian panik dapat menyebabkan kekurangan di bagian lain negara itu.

 

Layanan keuangan lintas perbatasan akan terpengaruh seperti halnya pertukaran informasi antara polisi dan layanan keamanan. Dokumen dari Operation Yellowhammer pertama kali diterbitkan di surat kabar Sunday Times pada 18 Agustus.

 

Michael Gove yang merupakan menteri bertugas mengoordinasikan persiapan menghadapi "no-deal Brexit", mengatakan bahwa dokumen itu sudah lama dan tidak mencerminkan tingkat kesiapan pemerintah saat ini. Tetapi, kubu oposisi Partai Buruh mengatakan bahwa dokumen tersebut mengonfirmasi risiko yang parah dari no-deal Brexit.

 

“Sangat tidak bertanggung jawab bagi pemerintah untuk mencoba mengabaikan peringatan-peringatan gamblang ini dan mencegah publik melihat bukti-buktinya,” kata Juru Bicara Partai Buruh, Keir Stramer.

 

"Boris Johnson sekarang harus mengakui bahwa dia tidak jujur dengan rakyat Inggris tentang konsekuensi dari No-Deal Brexit."

 

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan akan menunda parlemen Inggris selama lima pekan menjelang Brexit. Banyak yang menduga keputusan kontroversial itu diambil agar pihak oposisi di parlemen memiliki waktu lebih sedikit untuk menggagalkan Brexit atau kembali menundanya.Pada Rabu, pengadilan tertinggi Skotlandia menyatakan bahwa langkah itu melanggar undang-undang, dan tidak sah. Pemerintah Inggris akan mengajukan banding ke pengadilan dalam persidangan pekan depan.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: Inggris

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Foto: Foto: Reuters.

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.39 3,739.37
British Pound GBP 1.00 17,665.91 17,487.15
China Yuan CNY 1.00 2,003.20 1,983.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.00 9,528.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,810.67 1,792.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,280.06 10,177.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,634.07 15,478.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,378.40 3,341.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,100.04 12,969.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.470 -32.163 654
2 Agriculture 1367.560 -20.038 21
3 Mining 1651.226 -19.891 49
4 Basic Industry and Chemicals 887.628 -7.335 73
5 Miscellanous Industry 1173.485 -14.145 49
6 Consumer Goods 2237.091 -6.321 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.440 -0.066 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1213.788 -7.826 75
9 Finance 1261.082 -4.842 90
10 Trade & Service 801.768 -3.260 163
No Code Prev Close Change %
1 VINS 101 136 35 34.65
2 GHON 1,350 1,600 250 18.52
3 DART 318 370 52 16.35
4 HOME 99 113 14 14.14
5 GGRP 840 945 105 12.50
6 TRIM 153 170 17 11.11
7 PDES 1,100 1,215 115 10.45
8 YELO 160 176 16 10.00
9 CCSI 296 324 28 9.46
10 BBLD 450 488 38 8.44
No Code Prev Close Change %
1 PANI 123 101 -22 -17.89
2 DIGI 1,990 1,695 -295 -14.82
3 GLOB 486 420 -66 -13.58
4 JSKY 980 860 -120 -12.24
5 TIRA 278 244 -34 -12.23
6 IDPR 350 314 -36 -10.29
7 PEGE 234 212 -22 -9.40
8 APEX 605 550 -55 -9.09
9 MBTO 145 132 -13 -8.97
10 SMDM 137 125 -12 -8.76
No Code Prev Close Change %
1 HOME 99 113 14 14.14
2 MAMI 139 140 1 0.72
3 MSIN 470 468 -2 -0.43
4 IPTV 540 530 -10 -1.85
5 FREN 154 163 9 5.84
6 MNCN 1,285 1,270 -15 -1.17
7 BCAP 163 163 0 0.00
8 ERAA 1,920 1,940 20 1.04
9 YELO 160 176 16 10.00
10 KPIG 148 146 -2 -1.35