Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:36 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 59,42 $/barel
  • 19:34 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,33 $/barel
  • 18:07 WIB. India - Maruti Suzuki catatkan ekspor mobil satu juta unit dari Pelabuhan Mundra di Gujarat
  • 16:53 WIB. Thailand - Ekspor ayam broiler ke China naik lebih dari 700% dari Thailand pada Januari-Juli 2019
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,46% pada level 2.999
  • 16:22 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,46% pada level 2.080
  • 16:20 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,15% pada level 3.162
  • 16:19 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,07% pada level 26.468
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,38% pada level 22.044
  • 16:16 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Rupiah pada level 14.060 rupiah/dollar
  • 15:42 WIB. Jepang - Bank of Japan tidak mengubah suku bunga, tetap -0,1%
  • 16:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.496 $/ounce
  • 16:04 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,39 $/barel
  • 16:02 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,06 $/barel
  • 14:28 WIB. Brazil - Bank Sentral Brazil turunkan suku bunga acuan 50 bps, dari 6% menjadi 5,5%

Sempat Terhenti, PT Garam Optimis Capai 26 Ribu Ton Per Tahun

Sempat Terhenti, PT Garam Optimis Capai 26 Ribu Ton Per Tahun - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Direktur Utama PT Garam (persero) Budi Sasongko menyatakan, industri garam yang berada di Gresik Jatim sempat berhenti sejak 25 lalu. Tahun ini mampu akan bangkit kembali produksi 26 ribu ton per tahun.

Budi mengungkapkan, sebelumnya, lahan seluas 260 hektare tersebut tidak produktif sejak 1994 lalu disewakan kepada pihak lainnya. Sebelumnya tahun 1992 dengan memproduksi garam halus kemasan dengan produksi garam beryodium 3 ton per hari. Pada Tahun 2000 mampu memproduksi Bittern yang merupakan salah satu diversifikasi dari hasil produksi garam namun pada tahun 2003 produksi Bittern dihentikan namun tetap memproduksi garam halus dan mulai merintis produksi Garam kurang Natrium atau Less Sodium Salt (LOSOSA) yaitu garam premium untuk kesehatan,aman.

“Dengan bangkitnya kembali ini kami optimis akan mampu produksi sekitar 100 persen sebesar 26.000 ton per tahunnya secara bertahap sejak September 2019 diproyeksikan mencapai 20 persen  kapasitas atau 5.200 ton, tahun ke-2 mencapai 60 persen atau 15.600 ton dan ini dibutuhkan 3 tahun untuk bisa capai target ini,” tegas Budi di Gresik kemarin (12/9/2019) sore.

Baca Juga: Tingkatkan Produksi, PT Garam Operasikan Dua Pabrik Baru

Menurutnya pencapian target itu di didukung dengan adanya 4 pabrik yang berada di Gresik yakni Pabrik Camplong, dengan kapasitas 63.000 ton per tahun, Pabrik Sampang, dengan kapasitas 11.800 ton per tahun, Pabrik Galus Segoromadu, dengan kapasitas 30.000 ton per tahun dan Pabrik Lososa Segoromadu, dengan kapasitas 1.500 ton per tahun.

Sementara  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno saat berkunjung PT Garam kemarin (11/9/2019) menyatakan, revitalisasi lahan ini bertujuan untuk mengurangi defisit neraca garam nasional dan pemenuhan garam industri di Tanah Air. Selain itu, revitalisasj ini untuk meningkatkan produksi PT Garam (Persero) dalam upaya swasembada garam menuju kedaulatan garam nasional.

“Saya yakin revitalisasi ini sebagai upaya BUMN mendukung swasembada garam nasional. Apalagi, saat ini kebutuhan garam masih ditutupi dari impor. Dengan adanya revitalisasi lahan-lahan garam ini akan mampu meningkatkan produksi garam nasional,” kata Rini kemarin.

Dijelaskan Rini, lahan garam Manyar ditata sebagai etalase proses produksi yang bervariatif yaitu proses produksi garam sistim konvensional, proses produksi garam dengan teknologi GEKI (Korea) dan proses produksi garam dengan teknologi Bestekin (pemurnian air laut).

“Pekerjaan konstruksi pegaraman Manyar dimulai pada Juli 2019 dan direncanakan awal musim produksi 2020 dilakukan trial proses produksi konvensional dan dilakukan pembangunan pabrik garam GEKI,” ujarnya.

Strategi untuk memperkuat bisnis hilir (hilirisasi) kata Rini ,  garam adalah dengan senantiasa meningkatkan kualitas produk dan layanan garam olahan untuk industri dan konsumsi. Penataan fasilitas produksi dimulai sejak proses produksi, sistem penyimpanan hasil produksi, SOP pengelolaan barang konsumsi dan yang sesuai ketentuan Balai POM serta sistem pelaporan menggunakan program ERP yang terintegrasi.

“Memperkuat produksi garam olahan menjadi keniscayaan untuk mampu bertahan dalam persaingan di bisnis garam yang nyaris sempurna saat ini sebab tumpuan usaha pada produksi dan penjualan garam bahan baku terbukti tidak mampu menahan persaingan harga yang sangat fluktuatif dan rentan jatuh, di era terbuka nya pasar bebas dengan masuknya garam import,” pungkasnya.

Tag: PT Garam (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Penulis: Mochamad Ali Topan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Mochamad Ali Topan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.39 3,739.37
British Pound GBP 1.00 17,665.91 17,487.15
China Yuan CNY 1.00 2,003.20 1,983.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.00 9,528.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,810.67 1,792.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,280.06 10,177.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,634.07 15,478.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,378.40 3,341.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,100.04 12,969.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.470 -32.163 654
2 Agriculture 1367.560 -20.038 21
3 Mining 1651.226 -19.891 49
4 Basic Industry and Chemicals 887.628 -7.335 73
5 Miscellanous Industry 1173.485 -14.145 49
6 Consumer Goods 2237.091 -6.321 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.440 -0.066 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1213.788 -7.826 75
9 Finance 1261.082 -4.842 90
10 Trade & Service 801.768 -3.260 163
No Code Prev Close Change %
1 VINS 101 136 35 34.65
2 GHON 1,350 1,600 250 18.52
3 DART 318 370 52 16.35
4 HOME 99 113 14 14.14
5 GGRP 840 945 105 12.50
6 TRIM 153 170 17 11.11
7 PDES 1,100 1,215 115 10.45
8 YELO 160 176 16 10.00
9 CCSI 296 324 28 9.46
10 BBLD 450 488 38 8.44
No Code Prev Close Change %
1 PANI 123 101 -22 -17.89
2 DIGI 1,990 1,695 -295 -14.82
3 GLOB 486 420 -66 -13.58
4 JSKY 980 860 -120 -12.24
5 TIRA 278 244 -34 -12.23
6 IDPR 350 314 -36 -10.29
7 PEGE 234 212 -22 -9.40
8 APEX 605 550 -55 -9.09
9 MBTO 145 132 -13 -8.97
10 SMDM 137 125 -12 -8.76
No Code Prev Close Change %
1 HOME 99 113 14 14.14
2 MAMI 139 140 1 0.72
3 MSIN 470 468 -2 -0.43
4 IPTV 540 530 -10 -1.85
5 FREN 154 163 9 5.84
6 MNCN 1,285 1,270 -15 -1.17
7 BCAP 163 163 0 0.00
8 ERAA 1,920 1,940 20 1.04
9 YELO 160 176 16 10.00
10 KPIG 148 146 -2 -1.35