Portal Berita Ekonomi Sabtu, 08 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ditemukan Alat Sadap Canggih Dekat Gedung Putih, AS Tuding Perbuatan Israel

Ditemukan Alat Sadap Canggih Dekat Gedung Putih, AS Tuding Perbuatan Israel
WE Online, Washington -

Media Amerika Serikat melaporkan bahwa Israel otak di balik alat penyadap yang ditemukan di Washington pada tahun 2017. Alat penyadap tersebut digunakan untuk memata-matai Presiden Donald Trump dan para staf.

 

Pada tahun 2018, Pemerintah AS mengatakan bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri AS telah menemukan alat penyadap Stingray di dekat Gedung Putih dan di beberapa lokasi lainnya yang tersebar di Washington DC. Tetapi, pada saat itu tidak ada yang tahu siapa yang menanamkan alat penyadap tersebut.

 

Stingray merupaan alat penyadap elektronik canggih berukuran tas kerja untuk digunakan memonitor ponsel dengan meniru menara seluler, menipu ponsel pintar agar memberi informasi dalam jumlah besar kepada pemasang alat itu. Jenis Stingray bahkan dapat menyadap panggilan dengan memaksa panggilan tersebut masuk ke jaringan 2G, yang tidak dienkripsi.

 

Baca Juga: Trump Pecat John Bolton Sebagai Penasihat Keamanan Nasional

 

Para pejabat senior intelijen dan keamanan nasional AS yang tidak disebutkan namanya mengklaim bahwa Israel telah menanamkan alat penyadap tersebut. Tetapi, pemerintahan Trump tidak melakukan apa pun terhadap informasi itu.

 

lwt434mbkeidvlkjidmc_21691.jpg

 

“Seorang mantan pejabat senior intelijen mencatat bahwa setelah FBI dan agen-agen lain menyimpulkan bahwa Israel kemungkinan besar bertanggung jawab atas perangkat itu, administrasi Trump tidak mengambil tindakan untuk menghukum atau bahkan secara pribadi menegur pemerintah Israel,” demikian dilaporkan Politico.

 

"Reaksinya... sangat berbeda dari pada pemerintahan terakhir," kata sumber tersebut. "Dengan administrasi saat ini, ada satu set perhitungan yang berbeda dalam menangani hal ini."

 

Laporan dari Gizmodo,Stingray, yang juga dikenal sebagai penangkap IMSI karena mengidentifikasi perangkat oleh International Mobile Subscriber Identity, dianggap kontroversial sebagai alat penegakan hukum. Pihak kepolisian lokal dan pejabat federal sering menggunakan Stingray untuk melacak tersangka, walaupun legalitas penggunaannya masih dipertanyakan dan agensi enggan membicarakannya secara terbuka. 

 

Badan Penegakan Hukum dan Bea Cukai AS (ICE) memakai alat Stingray di Michigan untuk menemukan dan mendeportasi imigran tidak berdokumen, meskipun ICE mencoba untuk menyangkal penggunaan alat itu.

 

Sampai saat ini, Pemerintah Israel telah membantah klaim yang dilaporkan Politico tersebut. Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menyebut laporan itu sebagai kebohongan yang jelas.

 

Kantor PM Israel juga menegaskan bahwa pemerintahnya memiliki kebijakan untuk tidak melakukan kegiatan spionase terhadap AS.

 

"Ada komitmen yang sudah lama, dan arahan dari pemerintah Israel untuk tidak terlibat dalam operasi intelijen di AS. Arahan ini secara ketat ditegakkan tanpa kecuali," demikian disampaikan kantor Netanyahu.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Tag: Amerika Serikat (AS), Israel

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Foto: Foto: Reuters.

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23