Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ingin Uji Nyali, Ribuan Pelanggar Ganjil Genap Akhirnya Kena Tilang

Ingin Uji Nyali, Ribuan Pelanggar Ganjil Genap Akhirnya Kena Tilang Kredit Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan sejauh ini jumlah pengendara roda empat atau lebih yang melanggar ganjil genap mengalami naik turun.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan kebijakan perluasan Ganjil Genap yang diterapkan di 25 lokasi di Jakarta, pada Senin (9/9) lalu.

"Jumlahnya fluktuatif ya. Rata-rata 1.800 per hari pelanggaran yang ditindak," ungkapnya kepada wartawan, di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/9/2019).

Baca Juga: Untuk Habibie, Anies Bebaskan Aturan Ganjil Genap Pagi Ini

Baca Juga: Demokrat: Anies Jangan Buat Kebijakan Asal-asalan

Lanjutnya, ia mengatakan untuk pelaksanaan ganjil genap di hari kemarin tidak diberlakukan  secara optimal di semua ruas jalan yang telah ditetapkan.

Hal tersebut dikarenakan Gubernur Anies memberikan kesempatan bagi warga yang ingin bertakziah ke rumah duka Presiden ketiga B.J Habibie di Patra Kuningan, Jakarta.

Ia mengatakan jumlah pengendara roda empat yang melanggar aturan ini di setiap lokasi angkanya hampir relatif sama.

Penyebabnya, karena ruas jalan ganjil genap tidak ahanya ada di dalam kota, melainkan terhubung dengan akses jalan di luar rute ganjil genap.

"Pramuka dari arah timur, kemudian juga Salemba dari arah timur, Fatmawati dari arah selatan,  Gunung Sahari dari arah utara, Jalan S.Parman dan Tomang Raya yang dari arah barat," urainya.

Ia pun membantah jika jumlah pelanggaran ganjil genap yang terbilang  banyak karena sosialisasi yang kurang. Ia beralasan pengendara sebetulnya sudah tahu aturan ini, tapi masih banyak pengendara itu yang seperti 'uji nyali' .

" Iseng-iseng, kira-kira saya lolos gak nih ya lewat sini. Ternyata kan kena penindakan oleh petugas kita. Dari jumlah petugas yang ada itu, pengawasan kita lakukan cukup masif," tukasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Vicky Fadil

Bagikan Artikel: