Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:50 WIB. India - Startup investasi online Groww peroleh pendanaan seri B sebesar 154 crore rupee dari Ribbit Capital
  • 09:26 WIB. China - Pendiri Alibaba Joe Tsai resmi jadi pemilik Brooklyn Nets
  • 08:19 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 1,19% pada level 22.217
  • 08:18 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 0,82% pada level 2.087
  • 08:16 WIB. Valas - Dollar melemah 0,17% terhadap Yen pada level 108,27 Yen/dollar
  • 08:15 WIB. Valas - Dollar menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2462 $/Pound
  • 08:14 WIB. Valas - Dollar menguat 0,04% terhadap Euro pada level 1,1027 $/Euro
  • 08:11 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,80 $/barel
  • 08:10 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,26 $/barel
  • 08:10 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan melemah 0,23% dari pembukaan pada level 1.490 $/ounce
  • 08:08 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,03% pada level 3.006
  • 08:07 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,13% pada level 27.147
  • 08:06 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup melemah 0,11% pada level 8.177
  • 08:02 WIB. AS - Presiden Trump: Bank Sentral AS dan Jerome Powell tidak ada nyali,  tidak masuk akal dan tidak ada visi
  • 06:12 WIB. AS - Fed Reserve menurunkan suku bunga 25 bps pada hari Rabu

Mengenal ‘Sang Gurita' Octopus, Teknologi Berbisnis Era Ekonomi Digital

Mengenal ‘Sang Gurita' Octopus, Teknologi Berbisnis Era Ekonomi Digital - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia semakin pesat dan memperlihatkan tren yang positif. Riset dari Google dan Temasek mengungkapkan nilai transaksi digital di Indonesia diprediksi dapat menembus US$100 miliar atau Rp1.417,2 triliun pada 2025. Pemerintah RI menargetkan nilai bisnis online Indonesia mencapai USD 130 miliar atau setara Rp 1.730 triliun pada 2020.

 

Meski pertumbuhan ekonomi digital terlihat positif, beberapa tantangan tidak terelakan pada supply chain peta industri korporat saat ini, seperti visibilitas data transaksi, control tracking atau perencanaan manajemen supply chain yang kurang matang. Ralali.com sebagai marketplace B2B generasi terbaru, mengambil peran di era ekonomi digital dengan menghadirkan kemudahan akses usaha (sourcing), pengembangan usaha (scaling) dan penguatan usaha (sustaining) bagi pelaku bisnis tanah air terutama UMKM, didukung dengan inovasi teknologi berkelanjutan.

 

“Kami memperkenalkan inovasi berbasis teknologi untuk memudahkan pelaku bisnis dalam mengembangkan usaha yakni Octopus. Octopus menyajikan sistem manajemen distribusi, tracking serta monitoring penjualan produk, yang dikoneksikan dengan platform BIG Agent kami. Platform BIG Agent sendiri mengumpulkan data melalui 300 ribu Sobat Agent di 25 provinsi se-Indonesia melalui layanan survei, promosi dan akuisisi,” ungkap Irwan Suryadi, Chief Technology Officer (CTO) Ralali.com, di Jakarta, Jumat (13/9/2019). 

 

Baca Juga: Ralali Hubungkan Pekerja dengan Pemilik Bisnis Lewat Program Ini

 

Irwan mengungkapkan tantangan yang kerap dialami pelaku bisnis adalah gap informasi antara principal dengan distributor. Distributor memiliki peranan penting dalam supply chain untuk penjualan, penyimpanan (warehouse) dan pembayaran namun untuk mendistribusikan barang sampai pada UMKM tentunya melibatkan banyak pihak, menempuh tahap dan jarak panjang serta lama, maka data yang tersaji pun seringkali kurang akurat.

 

"Teknologi “Sang Gurita” Octopus dirancang khusus memberikan solusi bisnis baik bagi Mitra Ralali.com (seller) maupun principal yang menjadi partner Ralali.com, berupa perilaku pembelian dan penjualan secara mendetail dan akurat," ucapnya. 

 

Dengan Octopus yang terintegrasi dengan platform bisnis on-demand BIG Agent, principal dapat dengan mudah menganalisa tren pasar dan kebutuhan konsumen di berbagai daerah yang selama ini terjangkau secara optimal. Selain itu, konsumen, dalam hal ini UMKM, dapat memilih produk usaha terdekat dengan lokasi usaha mereka. Di sisi lain, persoalan yang muncul bagi distributor, antara lain cashflow, keterlambatan produk dan kelebihan stok barang dapat terselesaikan.

 

“Jadi supply chain dapat dikelola lebih baik dengan sistem Octopus. Principal lebih presisi mengetahui pertumbuhan bisnis, melacak penjualan produk, perilaku dan karakteristik konsumennya secara transparan, tanpa harus bergantung pada laporan distributor. Distributor juga mendapatkan keuntungan dengan melakukan stocking dan penjualan produk dengan tepat di daerahnya,” ungkap Irwan.

 

Baca Juga: Bantu UMKM Go Online, Ralali.com Gerakkan Ratusan Ribu Agen

 

Dari segi tingkat akurasi data, Ralali.com menjamin keakuratan data yang diberikan oleh Sobat Agent (sebutan bagi anggota BIG Agent). Sobat Agent dalam melakukan pekerjaan yang diberikan oleh principal melalui platform BIG Agent, selalu mengirimkan data berupa foto, profil dan lokasi dari UMKM sebagai target sasaran. Data tersebut merupakan syarat wajib untuk seluruh pekerjaan, baik survei, promosi maupun layanan akuisisi ini didapat mengacu pada GPS aktif.

 

“Brand dan principal memiliki performa bisnis lebih baik dan berkembang, dengan memperoleh visibilitas dari performa setiap distributor dan penjualan produk, juga memberikan fleksibilitas dalam memproses kebutuhan usaha melalui distributor di berbagai daerah secara tepat sasaran,” jelas Irwan.

 

Informasi terbaru, sebanyak 700ribu UMKM telah diberdayakan oleh Ralali.com dan ditargetkan menembus 1 juta pada 2019. Sistem Octopus mengambil peranan penting bagi bisnis brand dan principal dalam menciptakan konektivitas dan pemerataan untuk UMKM di era ekonomi digital, didukung 300.000 Sobat Agent yang masih akan terus bertumbuh kembang melalui platform aplikasi BIG Agent.

Tag: Ralali.com, Digital Economy

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Ist

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.39 3,739.37
British Pound GBP 1.00 17,665.91 17,487.15
China Yuan CNY 1.00 2,003.20 1,983.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,169.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.00 9,528.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,810.67 1,792.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,280.06 10,177.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,634.07 15,478.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,378.40 3,341.83
Yen Jepang JPY 100.00 13,100.04 12,969.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6276.633 39.943 653
2 Agriculture 1387.598 -13.692 21
3 Mining 1671.117 -6.325 49
4 Basic Industry and Chemicals 894.963 2.248 72
5 Miscellanous Industry 1187.630 31.262 49
6 Consumer Goods 2243.412 9.335 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.506 3.875 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1221.614 6.972 75
9 Finance 1265.924 13.302 90
10 Trade & Service 805.028 -1.731 163
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 390 486 96 24.62
2 SDRA 675 795 120 17.78
3 TIRA 238 278 40 16.81
4 JSKY 840 980 140 16.67
5 SMMA 8,800 10,000 1,200 13.64
6 POLI 1,120 1,265 145 12.95
7 MBTO 130 145 15 11.54
8 NUSA 75 82 7 9.33
9 GIAA 490 535 45 9.18
10 KOTA 550 600 50 9.09
No Code Prev Close Change %
1 FILM 630 500 -130 -20.63
2 SSTM 500 454 -46 -9.20
3 DNAR 266 242 -24 -9.02
4 INOV 434 400 -34 -7.83
5 KDSI 1,475 1,365 -110 -7.46
6 YULE 150 139 -11 -7.33
7 BIPP 69 64 -5 -7.25
8 BMSR 110 103 -7 -6.36
9 ETWA 96 90 -6 -6.25
10 MINA 2,570 2,410 -160 -6.23
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MNCN 1,275 1,285 10 0.78
3 MSIN 466 470 4 0.86
4 MAMI 139 139 0 0.00
5 KPIG 148 148 0 0.00
6 HOME 97 99 2 2.06
7 HMSP 2,330 2,370 40 1.72
8 BMTR 354 354 0 0.00
9 FREN 142 154 12 8.45
10 ERAA 1,980 1,920 -60 -3.03