Portal Berita Ekonomi Senin, 23 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:58 WIB. IHSG - IHSG dibuka hijau 0,14% di awal sesi I.
  • 08:55 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif pada level 26.414
  • 08:51 WIB. Bursa - Shanghai Composite Index dibuka negatif pada level 2.981
  • 08:37 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif pada level 3.158
  • 08:36 WIB. Valas - Yuan dibuka melemah 0,21% terhadap dollar pada level 7,11 Yuan/dollar
  • 08:20 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif pada level 2.091
  • 08:19 WIB. Valas - Yen diperdagangkan pada level 107,75 Yen/Dollar
  • 08:17 WIB. Valas - Dollar terhadap Poundsterling diperdagangkan pada level 1,2480 $/Pound
  • 08:16 WIB. Valas - Dollar terhadap Euro diperdagangkan pada level 1,1020 $/Euro
  • 08:14 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.512 $/ounce
  • 08:14 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,96 $/barel
  • 08:13 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,74 $/barel
  • 07:52 WIB. Libya - Turki,  UEA,  Perancis,  Jerman,  Italia,  Inggris dan AS dukung NOC Libya satunya-satunya perusahaan yang sah

Sofjan Wanandi Sesumbar Indonesia Bisa Geser Chinai

Sofjan Wanandi Sesumbar Indonesia Bisa Geser Chinai - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berencana menggantikan posisi China dalam perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) dengan melakukan pendekatan kepada para pelaku usaha di negara adidaya tersebut.

Baca Juga: Perang Dagang Makin Memanas, ICP Agustus Kena Imbas

Sofjan menuturkan dalam melakukan pendekatan tersebut maka Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mempertemukan para bankir dan perwakilan kamar dagang AS atau US Chamber untuk membahas tentang adanya peluang perdagangan terutama terkait barang-barang antara Indonesia dan AS.

“Kita gantikan peranan China sebagian. Itu besar sekali. Kita mau ganti, jadi beli ke kita ke perusahaan kita,” katanya saat ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat.

Sofjan melanjutkan kerja sama ini bersifat bilateral sehingga akan mempertimbangkan secara matang tentang keperluan dan kepentingan dari masing-masing kedua negara tersebut.

“Kerja sama dengan AS harus bilateral. Kerja samanya masih kita bicarakan apa yang mereka perlukan dan apa yang kita perlukan,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini Indonesia dan AS saling bergantung dalam memenuhi barang kebutuhan seperti Indonesia yang masih impor kapas dari AS. Sementara AS mengimpor produk tekstil dan garmen dari Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga mempunyai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan barang AS tersebut karena memiliki banyak pasokan sehingga akan lebih berpeluang untuk memasok dalam jumlah lebih besar.

“Bila kedua pihak saling memaksimalkan maka bisa menguntungkan,” katanya.

Sofjan juga menjelaskan terkait skema generalized system of preferences (GSP) yang saat ini masih dibahas oleh AS. Ia menuturkan ada kemungkinan yang cukup besar bahwa AS akan memperpanjang fasilitas kemudahan ekspor bagi Indonesia.

“Saya pikir kita bisa dapet GSP dan diperpanjang, tapi kita masih ada PR satu dua yang belum selesai seperti OJK dan sebagainya. Sekarang sedang diselesaikan,” katanya.

Tag: Sofjan Wanandi, China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 17,665.36 17,487.74
China Yuan CNY 2,000.03 1,980.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 9,588.84 9,486.94
Dolar Hong Kong HKD 1,804.63 1,786.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 15,597.07 15,441.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 13,136.78 13,003.16

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69