Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

China Culik Intelektual Uighur Tashpolat Tiyip di Jerman, Terancam Hukuman. . .

China Culik Intelektual Uighur Tashpolat Tiyip di Jerman, Terancam Hukuman. . . - Warta Ekonomi
WE Online, Beijing -

Intelektual Uighur yang diketahui bernama Tashpolat Tiyip dikabarkan akan menghadapi eksekusi oleh pihak berwenang China usai dua tahun mendekam dalam penahanan rahasia. Amnesty International mengatakan intelektual tersebut diculik diam-diam saat berkunjung ke Jerman.

 

Tiyip merupakan presiden Universitas Xinjiang. Pada 2017, dia mendatangi Jerman bersama dengan mahasiswa untuk sebuah konferensi. Dia dikabarkan diculik dan ditahan.

 

Tiyip diketahui salah satu dari ratusan orang Uighur terkemuka yang telah menghilang saat otoritas China telah memindahkan jutaan warga Muslim Uighur ke kamp-kamp konsentrasi di Xinjiang. China mengatakan, kamp-kamp tersebut merupakan pusat pembekalan pendidikan kejuruan yang bermanfaat bagi warga Xinjiang.

 

Amnesty mengungkapkan, Tiyip menjalani persidangan rahasia dan dihukum atas tuduhan separatisme. Laporan Amnesty mengatakan, dia dijatuhi hukuman mati, namun pelaksanaan eksekusi ditangguhkan.

 

Baca Juga: Geger! Perusahaan Ini Bilang Komunitas Muslim Uighur Jadi Sarasaran Serangan....

 

Baca Juga: Duh! Trump Akur ke China, Dolar AS Malah Gegana!

 

Menurut Kelompok hak asasi manusia (HAM) lantas melaporkan bahwa ia ditahan dalam kondisi yang tidak diketahui, dan eksekusinya dapat segera terjadi, karena periode penangguhan hukuman selama dua tahun akan berakhir bulan ini.

 

Patrick Poon, yang merupakan peneliti di Kantor Regional Asia Timur Amnesty International, mengatakan kepada Business Insider bahwa tidak jarang para intelektual Uighur menjadi sasaran pemerintah China.

 

"Dari penelitian dan wawancara saya dengan orang Uighur lainnya, beberapa intelektual Uighur lainnya juga dituduh melakukan (separatisme) ini, tidak menyebutkan kasus Ilham Tohti yang terkenal," katanya kepada Business Insider melalui email, Jumat (13/9/2019).

 

Tohti merupakan seorang sarjana Uighur yang telah ditahan oleh pemerintah China selama lima tahun terakhir. Dia diberi hukuman seumur hidup usai dihukum karena separatisme dalam persidangan dua hari. Tohti, menurut PEN America, merupakan seorang sarjana terkenal yang fokus pada isu-isu Uighur dan seorang advokat pembela hak-hak warga Uighur.

 

Frank Bencosme, manajer advokasi Asia Pasifik Amnesty International yang berbasis di Amerika Serikat, mengatakan kepada Radio Free Asia (RFA) bahwa tidak ada batas waktu yang pasti mengenai kasus Tiyip yang tersedia, dan belum ada komunikasi dari pemerintah China mengenai rencana mereka untuk mengeksekusinya.

 

The Uyghur Human Rights Project mencatat ada 386 kasus intelektual Uighur yang ditahan, dihilangkan, atau dipenjara hingga Maret tahun ini, termasuk para intelektual, mahasiswa, jurnalis, dan seniman.

 

Darren Byler, seorang sarjana di University of Washington yang fokus pada budaya Uighur, menjelaskan tujuan dari penargetan terhadap para intelektual Uighur. "Di masa lalu angka-angka ini berfungsi sebagai model untuk generasi muda Uighur," katanya kepada The Uyghur Human Rights Project.

 

“Kriminalisasi mereka mengirimkan pesan ke seluruh masyarakat Uighur bahwa ruang untuk perbedaan yang diizinkan untuk Uighur kini telah berkurang secara drastis. Jelas bahwa perayaan nilai-nilai Uighur yang ditentukan sendiri tidak lagi diizinkan," katanya.

 

"Uighur biasa memiliki harapan besar bagi para elite ini," kata Tahir Hamut, seorang penyair Uighur. “Karena itu, serangan terhadap para elite ini akan menghancurkan harapan masyarakat Uighur dan membuat Uighur putus asa. Mungkin Partai Komunis China ingin melihat hasil ini. "

 

Pemerintah China telah menargetkan etnik minoritas Uighur di provinsi Xinjiang selama beberapa tahun, terutama sejak 2017, menjaga mereka dalam apa yang disebut "kamp pendidikan ulang" di Xinjiang.

 

Pemerintah China menduga kamp-kamp tersebut merupakan pusat pendidikan kejuruan yang bertujuan membendung ekstremisme Islam. Namun Randall Schriver, Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Indo-Pasifik, mengatakan; "Partai Komunis (China) menggunakan pasukan keamanan untuk pemenjaraan massal Muslim China di kamp-kamp konsentrasi." 

 

Tudingan Schriver ini disampaikan selama briefing Pentagon pada bulan Mei. Dia saat itu mengatakan bahwa hampir 3 juta Muslim China, termasuk Uighur, berada di kamp.

 

Laporan Reuters mengabarkan, para tahanan telah melaporkan diinterogasi, disiksa, dan dipaksa untuk mengonsumsi propaganda partai Komunis di kamp, di mana mereka dijaga dari menara pengawal dan dipagari di kawat. Beberapa dari mereka telah melakukan bunuh diri.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Uighur, China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Foto: Foto/REUTERS/Thomas Peter

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00