Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 01:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE dibuka melemah 0,26% pada level 7.326
  • 20:04 WIB. CPO - Harga CPO CIF Rotterdam diperdagangkan pada level 567,5 Dollar/Ton
  • 19:58 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,08 $/barel
  • 19:57 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,18 $/barel
  • 19:56 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.519 $/ounce
  • 19:55 WIB. Valas - Dollar melemah 0,04% terhadap Yen pada level 107,52 Yen/Dollar
  • 19:54 WIB. Valas - Dollar menguat 0,48% terhadap Yuan pada level 7,1248 Yuan/Dollar
  • 19:53 WIB. Valas - Dollar menguat 0,42% terhadap Poundsterling pada level 1,2426 $/Pound
  • 19:52 WIB. Valas - Dollar menguat 0,25% terhadap Euro pada level 1,0989 $/Euro
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar menguat 0,21% terhadap Rupiah pada level 14.085 Rupiah/Dollar

Meneropong Prospek Komoditas Kelapa Sawit Indonesia

Meneropong Prospek Komoditas Kelapa Sawit Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sejak berkembangnya sektor perkebunan di Indonesia, kelapa sawit merupakan komoditas yang digadang-gadang sebagai primadona sektor pertanian khususnya perkebunan. Selain itu, komoditas ini termasuk memiliki prospek yang paling cerah dibandingkan komoditas perkebunan lainnya, seperti kakao, karet, kopi, dan lain-lain.

Hal ini dapat dilihat dari perkembangan luas areal/tanaman menghasilkan yang selalu meningkat setiap tahun dan kebijakan pemerintah yang selalu mengupayakan komoditas ini tetap eksis di pasar domestik maupun internasional.

Minyak sawit diproduksi dalam jumlah besar berupa minyak mentah sawit (CPO) dan minyak kernel sawit (PKO). Di Indonesia sendiri, minyak sawit tersebut diproduksi oleh produsen dengan luas lahan yang diusahakan adalah 40,59% oleh perkebunan rakyat; 54,43% oleh perkebunan besar swasta; dan 4,98% oleh perkebunan besar negara dari 14,03 juta ha total lahan sawit di Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Butuh Sawit dan Hutan 

Bisnis minyak kelapa sawit menguntungkan produsennya dengan beberapa alasan, di antaranya adalah margin laba yang besar, permintaan internasional yang besar yang diikuti dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia sebesar 9,6 miliar pada tahun 2050, tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibanding minyak nabati yang lain, dan gencarnya kampanye penggunaan biofuel secara global.

Selain itu, hasil penelitian Suharyono Turnip dan Marhadi tahun 2016 dengan menggunakan Teori Diamond Porter menyatakan faktor produksi, industri pendukung, peran pemerintah, dan kesempatan merupakan faktor yang mempengaruhi CPO sehingga memiliki daya saing di pasar Internasional. Apalagi dengan adanya diversifikasi produk CPO atau mandatori B20 oleh pemerintah akan berdampak pada permintaan CPO sekitar 4,1 juta ton (14% dari total ekspor CPO Indonesia).

Kemampuan Indonesia memenuhi permintaan ekspor CPO dalam jumlah banyak seperti ke India yaitu sebesar 6,714 ribu ton tahun 2018, menunjukkan bahwa komoditas ini layak untuk diperjuangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ekspor CPO dari Indonesia beberapa bulan terakhir ini adalah tren harga CPO internasional naik 0,44%; tren harga minyak kedelai internasional meningkat 0,90%; dan stok persediaan CPO di Malaysia yang turun hingga 80%.

Produksi CPO juga menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi jumlah CPO yang diekspor. Data Badan Pusat Statistik, Ditjenbun, dan GAPKI menunjukkan pertumbuhan produksi CPO tahun 2018 adalah 11,28% dari tahun sebelumnya, dengan total produksi 47,39 jt ton. Seiring dengan hal tersebut, pertumbuhan ekspornya juga meningkat sebesar 3,02% dengan total ekspor 32,02 juta ton tahun 2018.

Data GAPKI juga meramalkan hasil produksi kelapa sawit pada rentang waktu 2019-2025 akan terus meningkat seiring dengan permintaan domestik dalam bentuk makanan, biodiesel, biohidrocarbon, dan tenaga listik (PLN) yang juga meningkat. 

Sebagaimana diketahui, International Monetary Fund (IMF) mengoreksi pertumbuhan ekonomi global yang melambat dari 3,5% menjadi 3,3%. Dalam situasi pelambatan ekonomi global, harga komoditas seperti sawit, apalagi karet dan kopi cenderung relatif rendah atau mengalami penurunan.

Tag: Sawit, Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO)

Penulis: Jessica Marpaung, Junior Researcher for Warta Ekonomi

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/FB Anggoro

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,771.53 3,734.01
British Pound GBP 1.00 17,665.36 17,487.74
China Yuan CNY 1.00 2,000.03 1,980.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,147.00 14,007.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,588.84 9,486.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,804.63 1,786.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,279.76 10,176.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,597.07 15,441.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,392.57 3,354.97
Yen Jepang JPY 100.00 13,136.78 13,003.16

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6206.199 -25.274 655
2 Agriculture 1370.120 -3.285 20
3 Mining 1655.731 -9.706 49
4 Basic Industry and Chemicals 865.817 -15.123 73
5 Miscellanous Industry 1175.534 6.983 49
6 Consumer Goods 2216.558 -7.799 54
7 Cons., Property & Real Estate 492.330 -8.272 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1221.672 -6.834 75
9 Finance 1256.359 0.335 90
10 Trade & Service 796.070 -0.485 164
No Code Prev Close Change %
1 OPMS 135 228 93 68.89
2 AHAP 75 101 26 34.67
3 OKAS 216 270 54 25.00
4 POLA 840 1,000 160 19.05
5 KRAH 1,135 1,320 185 16.30
6 ALKA 420 480 60 14.29
7 ABMM 1,950 2,180 230 11.79
8 PSAB 240 268 28 11.67
9 ISSP 121 135 14 11.57
10 MPOW 181 198 17 9.39
No Code Prev Close Change %
1 YELO 176 145 -31 -17.61
2 FILM 416 350 -66 -15.87
3 PORT 625 530 -95 -15.20
4 PSDN 167 142 -25 -14.97
5 TIRA 286 254 -32 -11.19
6 PRAS 167 150 -17 -10.18
7 PTIS 280 252 -28 -10.00
8 EMTK 5,100 4,610 -490 -9.61
9 KPAL 680 625 -55 -8.09
10 BAPA 89 82 -7 -7.87
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 147 148 1 0.68
2 IATA 50 50 0 0.00
3 IPTV 520 555 35 6.73
4 FREN 166 163 -3 -1.81
5 YELO 176 145 -31 -17.61
6 ERAA 1,925 2,020 95 4.94
7 PGAS 2,170 2,280 110 5.07
8 HOME 84 84 0 0.00
9 BCAP 160 161 1 0.62
10 BRPT 1,000 965 -35 -3.50