Portal Berita Ekonomi Selasa, 15 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:51 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 0,07% pada level 8.051
  • 20:50 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 0,05% pada level 2.968
  • 20:48 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 0,19% pada level 26.764
  • 20:32 WIB. GOLD - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.490 USD/troy ounce
  • 20:31 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,13 USD/barel
  • 20:30 WIB. OIL- Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,44 USD/barel
  • 20:27 WIB. Valas - Dollar menguat 0,02% terhadap Yen pada level 108,31 Yen/USD
  • 20:26 WIB. Valas - Dollar menguat 0,77% terhadap Poundsterling pada level 1,2570 USD/Pound
  • 20:24 WIB. Valas - Dollar menguat 0,14% terhadap Euro pada level 1,1026 USD/Euro
  • 16:12 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,39% terhadap USD pada level 7,0617 Yuan/USD
  • 16:07 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,01% terhadap USD pada level Rp. 14.140/USD
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,81% pada level 26.521
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,37% pada level 3.125
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,15% pada level 3.007
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,11% pada level 2.067

Meneropong Prospek Komoditas Kelapa Sawit Indonesia

Meneropong Prospek Komoditas Kelapa Sawit Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sejak berkembangnya sektor perkebunan di Indonesia, kelapa sawit merupakan komoditas yang digadang-gadang sebagai primadona sektor pertanian khususnya perkebunan. Selain itu, komoditas ini termasuk memiliki prospek yang paling cerah dibandingkan komoditas perkebunan lainnya, seperti kakao, karet, kopi, dan lain-lain.

Hal ini dapat dilihat dari perkembangan luas areal/tanaman menghasilkan yang selalu meningkat setiap tahun dan kebijakan pemerintah yang selalu mengupayakan komoditas ini tetap eksis di pasar domestik maupun internasional.

Minyak sawit diproduksi dalam jumlah besar berupa minyak mentah sawit (CPO) dan minyak kernel sawit (PKO). Di Indonesia sendiri, minyak sawit tersebut diproduksi oleh produsen dengan luas lahan yang diusahakan adalah 40,59% oleh perkebunan rakyat; 54,43% oleh perkebunan besar swasta; dan 4,98% oleh perkebunan besar negara dari 14,03 juta ha total lahan sawit di Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Butuh Sawit dan Hutan 

Bisnis minyak kelapa sawit menguntungkan produsennya dengan beberapa alasan, di antaranya adalah margin laba yang besar, permintaan internasional yang besar yang diikuti dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia sebesar 9,6 miliar pada tahun 2050, tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibanding minyak nabati yang lain, dan gencarnya kampanye penggunaan biofuel secara global.

Selain itu, hasil penelitian Suharyono Turnip dan Marhadi tahun 2016 dengan menggunakan Teori Diamond Porter menyatakan faktor produksi, industri pendukung, peran pemerintah, dan kesempatan merupakan faktor yang mempengaruhi CPO sehingga memiliki daya saing di pasar Internasional. Apalagi dengan adanya diversifikasi produk CPO atau mandatori B20 oleh pemerintah akan berdampak pada permintaan CPO sekitar 4,1 juta ton (14% dari total ekspor CPO Indonesia).

Kemampuan Indonesia memenuhi permintaan ekspor CPO dalam jumlah banyak seperti ke India yaitu sebesar 6,714 ribu ton tahun 2018, menunjukkan bahwa komoditas ini layak untuk diperjuangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ekspor CPO dari Indonesia beberapa bulan terakhir ini adalah tren harga CPO internasional naik 0,44%; tren harga minyak kedelai internasional meningkat 0,90%; dan stok persediaan CPO di Malaysia yang turun hingga 80%.

Produksi CPO juga menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi jumlah CPO yang diekspor. Data Badan Pusat Statistik, Ditjenbun, dan GAPKI menunjukkan pertumbuhan produksi CPO tahun 2018 adalah 11,28% dari tahun sebelumnya, dengan total produksi 47,39 jt ton. Seiring dengan hal tersebut, pertumbuhan ekspornya juga meningkat sebesar 3,02% dengan total ekspor 32,02 juta ton tahun 2018.

Data GAPKI juga meramalkan hasil produksi kelapa sawit pada rentang waktu 2019-2025 akan terus meningkat seiring dengan permintaan domestik dalam bentuk makanan, biodiesel, biohidrocarbon, dan tenaga listik (PLN) yang juga meningkat. 

Sebagaimana diketahui, International Monetary Fund (IMF) mengoreksi pertumbuhan ekonomi global yang melambat dari 3,5% menjadi 3,3%. Dalam situasi pelambatan ekonomi global, harga komoditas seperti sawit, apalagi karet dan kopi cenderung relatif rendah atau mengalami penurunan.

Baca Juga

Tag: Sawit, Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO)

Penulis: Jessica Marpaung, Junior Researcher for Warta Ekonomi

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/FB Anggoro

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.16 3,747.30
British Pound GBP 1.00 17,882.08 17,698.52
China Yuan CNY 1.00 2,009.37 1,988.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,196.63 14,055.37
Dolar Australia AUD 1.00 9,628.15 9,529.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.96 1,791.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,366.29 10,259.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,656.04 15,498.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.95 3,361.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,111.04 12,976.98

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.877 21.077 657
2 Agriculture 1348.279 -2.319 20
3 Mining 1611.864 -7.561 48
4 Basic Industry and Chemicals 863.719 15.438 74
5 Miscellanous Industry 1148.018 -6.840 50
6 Consumer Goods 2164.148 14.244 54
7 Cons., Property & Real Estate 500.309 -1.443 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1209.995 -9.069 75
9 Finance 1233.976 7.226 90
10 Trade & Service 798.984 2.223 164
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 505 630 125 24.75
2 BMAS 240 292 52 21.67
3 TIRA 190 230 40 21.05
4 ISAT 2,680 3,040 360 13.43
5 PALM 210 238 28 13.33
6 VIVA 83 92 9 10.84
7 FITT 81 89 8 9.88
8 INTD 137 150 13 9.49
9 ASRM 2,040 2,230 190 9.31
10 HELI 151 165 14 9.27
No Code Prev Close Change %
1 FREN 220 168 -52 -23.64
2 DUTI 6,850 5,500 -1,350 -19.71
3 AKPI 470 398 -72 -15.32
4 AMAG 320 282 -38 -11.88
5 ITMA 820 725 -95 -11.59
6 TELE 338 304 -34 -10.06
7 BAJA 95 86 -9 -9.47
8 BMSR 93 85 -8 -8.60
9 KIOS 384 352 -32 -8.33
10 MDKI 248 228 -20 -8.06
No Code Prev Close Change %
1 FREN 220 168 -52 -23.64
2 LMAS 61 60 -1 -1.64
3 MAMI 212 220 8 3.77
4 KPIG 130 133 3 2.31
5 MSIN 432 454 22 5.09
6 TCPI 6,825 6,700 -125 -1.83
7 MNCN 1,310 1,310 0 0.00
8 IPTV 510 515 5 0.98
9 ABBA 161 151 -10 -6.21
10 BBRI 3,920 3,920 0 0.00