Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:02 WIB. Debt/GDP Ratio - Brazil 77,22%, India 68,30%, China 50,50%, Mexico 46,00%, Turkey 30,40%, Indonesia 29,80%, Nigeria 17,50%, Russia 13,50%
  • 07:44 WIB. Inflation Rate - Nigeria 11,24%, Turkey 9,26%, Russia 4,00%, India 3,99%, Indonesia 3,39%, China 3,00%, Mexico 3,00%, Brazil 2,89%, 
  • 07:37 WIB. Interest Rate - Turkey 16,50%, Nigeria 13,50%, Mexico 7,75%, Russia 7,00%, Brazil 5,50%, Indonesia 5,25%, India 5,15%, China 4,20%
  • 07:25 WIB. MINT GDP per Capita - Mexico US$ 10.385, Indonesia US$ 4.284, Nigeria US$ 2.396, Turkey US$ 15.026
  • 07:20 WIB. MINT GDP Growth - Mexico -0,80%, Indonesia 5,05%, Nigeria 1,94%, Turkey -1,50%
  • 07:15 WIB. BRIC GDP per Capita - Brazil US$11.026, Russia US$ 11.729, India US$ 2.104, China US$ 7.755
  • 07:11 WIB. BRIC GDP Growth - Brazil 1,00%, Russia 0,90%, India 5,00%, China 6,00%

Kemenperin Akselerasi Pembangunan Kawasan Industri Takalar

Kemenperin Akselerasi Pembangunan Kawasan Industri Takalar - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi pembangunan kawasan industri di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Selain untuk memfasilitasi peningkatan nilai investasi di sektor manufaktur, kawasan tersebut juga akan dipacu dalam mendorong kebijakan hilirisasi yang dapat mendongkrak nilai tambah bahan baku setempat. 

“Takalar memiliki kekayaan sumber daya alam. Oleh karena itu, anugerah tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Semoga keberadaan Kawasan Berikat Nusantara ini yang telah diminati oleh para investor asing berjalan sesuai masterplan-nya,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga: Bisnis Industri Migas Banyak Aturan, Apa Saja Sih?

Awal pekan, Dirjen KPAII didampingi Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito, telah meninjau langsung rencana lokasi pembangunan kawasan industri Takalar, yang berada di Desa Laikang dan Desa Punaga, Kecamatan Mangngarabombang. Pembangunan ini merupakan buah kerja sama dari investor China dan Malaysia.

“Jadi, calon investornya sudah ada, pengembangnya juga ada, serta pemerintahnya mendukung dan kepala daerahnya juga, kami optimis potensi ini bisa jadi nyata,” tutur Doddy. Maka itu, diharapkan pemerintah provinsi dan kabupaten senantiasa dapat bersinergi sehingga tujuan pembangunan kawasan industri Takalar dapat terealisasi.

“Sinergi seluruh stakeholder sangat diperlukan, sehingga kami yakin rencana pembangunan kawasan industri di Takalar akan terwujud. Kami pun ingin Kabupaten Takalar selangkah lebih maju dari daerah lain,” imbuhnya.

Berdasarkan data PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), pembangunan kawasan industri logam tersebut membutuhkan lahan seluas 1.000 hektare. Untuk pembangunannya, akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Takalar sudah menyediakan lahan seluas 750 hektare.

Baca Juga: Startup 4 Industry, Kemenperin Inisiasi Gerakan Transformasi Digital IKM

Kawasan industri tersebut diperkirakan bakal menyerap tenaga kerja sebanyak 15.000 orang. Selain itu, di kawasan terpadu ini bakal berfokus pada industri pengolahan aluminium dan tembaga.

Kabupaten Takalar dinilai potensial untuk menjadi kawasan industri logam dengan adanya sejumlah aspek yang dipenuhi. Misalnya wilayah strategis dengan jarak tempuh dari Pelabuhan Makassar sekitar 25 kilometer.

Dukungan lainnya, Takalar memiliki wilayah geografis dengan kawasan pantai dan waterfront yang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pembangunan pelabuhan khusus. Takalar juga memiliki ketersediaan air yang melimpah.

Sementara itu Bupati Takalar H. Syamsari mengaku optimistis dengan adanya pembangunan kawasan industri di wilayahnya. Sebab, menurutnya, Kabupaten Takalar akan menjadi peluang penunjang industri ibukota baru nantinya.

“Perjalanan kami membangun ini sudah berlangsung dari tahun lalu dengan membangun kerja sama dengan PT. KBN. Kami yakin, melalui kawasan industri ini, nantinya Sulawesi Selatan termasuk Makassar, Kabupaten Takalar dan Bantaeng akan menjadi penyokong sektor industri di ibukota baru karena berhadapan langsung,” paparnya. 

Bahkan, kawasan tersebut dinilai bakal banyak dilirik investor China karena jalur transportasi laut yang langsung, tidak perlu lagi ke Selat Malaka. “Kabupaten Takalar dijadikan sebagai kawasan industri itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan,” tegas Syamsari. 

Baca Juga

Tag: Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Antara/Zabur Karuru

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.81 3,750.91
British Pound GBP 1.00 18,259.33 18,072.02
China Yuan CNY 1.00 2,008.98 1,988.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,210.70 14,069.30
Dolar Australia AUD 1.00 9,707.33 9,607.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.83 1,793.66
Dolar Singapura SGD 1.00 10,415.35 10,310.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,812.25 15,649.28
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,398.06 3,361.84
Yen Jepang JPY 100.00 13,091.39 12,959.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6191.947 10.933 658
2 Agriculture 1325.665 -25.837 20
3 Mining 1588.528 -0.347 48
4 Basic Industry and Chemicals 910.095 8.396 74
5 Miscellanous Industry 1196.676 14.510 50
6 Consumer Goods 2101.267 -60.778 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.095 4.976 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1210.123 5.591 75
9 Finance 1260.490 13.824 90
10 Trade & Service 809.274 3.812 165
No Code Prev Close Change %
1 INTD 170 228 58 34.12
2 TFCO 332 414 82 24.70
3 TIRA 212 250 38 17.92
4 PTSN 374 422 48 12.83
5 MCOR 136 153 17 12.50
6 AMIN 294 330 36 12.24
7 MAIN 970 1,080 110 11.34
8 ERAA 1,695 1,880 185 10.91
9 LRNA 142 154 12 8.45
10 SKRN 505 545 40 7.92
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 505 412 -93 -18.42
2 OPMS 246 212 -34 -13.82
3 IBFN 238 208 -30 -12.61
4 APEX 555 500 -55 -9.91
5 PDES 1,105 1,000 -105 -9.50
6 BOSS 680 620 -60 -8.82
7 MINA 1,730 1,590 -140 -8.09
8 MREI 4,130 3,820 -310 -7.51
9 AMAG 310 288 -22 -7.10
10 SHID 3,400 3,200 -200 -5.88
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,695 1,880 185 10.91
2 MAMI 232 234 2 0.86
3 LMPI 150 152 2 1.33
4 TELE 364 358 -6 -1.65
5 BBRI 4,050 4,170 120 2.96
6 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
7 OPMS 246 212 -34 -13.82
8 JPFA 1,655 1,720 65 3.93
9 HMSP 2,270 2,160 -110 -4.85
10 ANTM 955 935 -20 -2.09