Portal Berita Ekonomi Sabtu, 11 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,84% pada level 25.727.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,81% pada level 2.150.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 1,06% pada level 22.290.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,95% pada level 3.383.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,63% pada level 2.652.
  • 16:30 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,11% pada level 6.056.
  • 16:29 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 7,00 CNY/USD.
  • 16:28 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,28% terhadap Dollar AS pada level 14.435 IDR/USD.

Ancaman Resesi Ekonomi, Bank Mandiri Atur Strategi

Ancaman Resesi Ekonomi, Bank Mandiri Atur Strategi
WE Online, Nusa Dua -

Sektor perbankan mulai merasakan dampak dari ancaman resesi perekonomian domestik. Salah satu dampak dirasakan oleh perbankan pelat merah, Bank Mandiri.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas, menuturkan pada tahun ini dampak dari resesi ekonomi global bahkan telah dirasakan, meski dinilai belum begitu besar. Karena itu, perseroan mulai menata kembali manajemen risiko dalam menghadapi ancaman kondisi buruk yang bisa datang.

"Tahun 2019 ini sudah mulai berasa meski belum kencang. Jadi strategi kita sebetulnya memperkuat risk manajemen. Appetite mau kemana itu yang diperkuat," kata Rohan kepada wartawan di Nusa Dua, Bali, Jumat (14/9/2019).

Baca Juga: Hindari Resesi, OJK Diminta Segera Selesaikan Gagal Bayar Asuransi

Pihaknya mengaku, salah satu dampak resesi ekonomi yang bakal dirasakan, yakni pelemahan pertumbuhan kredit. Khususnya kredit konsumsi untuk kredit kendaraan bermotor dan kredit kepemilikan rumah.

Diperkirakan, hingga penghujung tahun kredit konsumdi dua sektor itu akan turun 1-2 persen dari target perseroan. Namun, pelemahan kredit dua sektor itu akan terkompensasi dari pertumbuhan kredit korporasi yang hingga kini masih tumbuh positif.

"Kredit konsumsi seperti perumahan dan mobil itu relatif melemah sekarang," ujarnya.

Selain kredit korporasi, kredit untuk sektor perkebunan dan infrastruktur masih memiliki peluang untuk tumbuh positif. Proyek-proyek pemerintah yang membutuhkan pendanaan dari kredit perbankan juga masih cukup besar.

Secara akumulasi, Rohan mengatakan pertumbuhan kredit tahun ini maksimal sebesar 11-12 persen. Pertumbuhan itu, menurut Rohan masih sesuai target perseroan atau di atas dari target Otoritas Jasa Keuangan sebesar 10-11 persen.

Baca Juga: Morgan Stanley: Perang Dagang AS-China Akan Bawa Dampak Resesi Ekonomi Global

Di samping itu, Rohan mengatakan, Bank Mandiri mulai menekan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di level rendah. Itu demi mengantisipasi adanya pelebaran NPL di tengah prospek perekonomian yang bisa melemah akibat resesi.

Hingga 30 Juni 2019, NPL kredit perbankan berara di level 2,57 persen. Soal pendanaan, Rohan mengatakan Bank Mandiri cukup aman. Sebab, penerbitan obligasi yang dilakukan pada awal tahun sangat cukup dalam penyediaan dana segar untuk memenuhi kebutuhan bisnis.

Adapun tahun depan, Rohan menuturkan, perseroan bakal mencerminta berbagai risiko yang bisa muncul pada tahun depan. Apalagi, kata Rohan, sinyal pelemahan ekonomi mulai terlihat sejak saat ini. "Kita akan tinjau review budjeting lebih matang lagi dikaitkan dengan sinyal pelemahan ekonomi," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Resesi, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40