Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:19 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,02% pada level 26.725
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,89% pada level 3.141
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,05% pada level 2.939
  • 16:07 WIB. Valas - Yuan ditutup melemah 0,13% terhadap USD pada level 7,0725 Yuan/USD
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,47% terhadap USD pada level Rp. 14.080/USD 
  • 14:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,25% pada level 22.548
  • 14:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,20% pada level 2.064

Hipmi Ingin Telurkan Konglomerat Baru

Hipmi Ingin Telurkan Konglomerat Baru - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Keberadaan Organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) telah berkontribusi melahirkan pengusaha di Indonesia. Setidaknya dalam lima tahun terakhir, jumlah pengusaha telah tumbuh dari 1,6% menjadi 3,1%. Sayangnya pengusaha yang lahir belum sejajar dengan konglomerat yang ada di Indonesia.

"Sejak reformasi 98, presiden sudah berganti, menteri sudah berganti, tapi konglomerat belum berganti," ungkap Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia di hadapan Presiden Joko Widodo saat membuka Musyarawah Nasional Munas Hipmi ke XVI di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Karena itu, Bahlil meminta kepada Jokowi untuk membantu para pengusaha agar menjadi pengusaha yang lebih maju lagi, setara dengan para konglomerat yang ada di Indonesia saat ini. Menurutnya, tidak ada pengusaha di Indonesia yang menjadi konglomerat tanpa campur tangan pemerintah.

Baca Juga: Sang Konglomerat BUMN Borong Saham Krakatau Steel, Nilainya Bikin Ngiler!

Yang dibutuhkan, menurut Bahlil, adalah intervensi pemerintah sehingga para pengusaha dapat lebih maju dalam menjalankan bisnisnya. Indonesia ini kaya akan hasil laut, pertanian, tambang, hutan, dan sumber daya alam lainnya. Untuk mengelola kekayaan alam itu, para pengusaha membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit.

"Hipmi tidak minta jatah menteri, tapi minta menteri yang pro ke pengusaha Hipmi," tegas Bahlil.

Menjawab permintaan tersebut, Jokowi yang hadir dalam pembukaan Munas tersebut mengatakan, Hipmi pernah menyampaikan hal itu kepada presiden. Karena itu, presiden meminta sedikitnya 20 nama pengusaha Hipmi sebagai calon konglomerat baru.

"Menurut saya memang perlu (konglomerat baru), dan peluang itu bisa datang dari Hipmi," jawab Jokowi.

Pemerintah sendiri, lanjut Jokowi, telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada pengusaha. Di antaranya dengan mempermudah perizinan berkaitan dengan pendirian usaha dan investasi. Dengan demikian akan semakin banyak melahirkan pengusaha baru.

Pemerintah juga membantu pengusaha dalam negeri dengan membatasi investasi dari luar negeri agar jangan sampai hanya mendatangkan industri-industri barang konsumsi. Tapi juga industri penghasil bahan baru dan teknologi yang dibutuhkan para pengusaha di dalam negeri.

Baca Juga: Revisi 74 UU Perizinan dan Investasi, RI Jangan Dieksploitasi Terus!

"Hilirisasi sangat penting, supplay chain, semua dapat mendukung tumbuhnya pengusaha baru," jelas Jokowi.

Jokowi juga berharap agar pengusaha Indonesia tidak hanya bergantung pada proyek APBN dan APBD semata. Pengusaha lokal yang menangani proyek APBN dan APBD memang perlu, agar tidak dimasuki oleh pengusaha dari negara lain, tapi bergerak di sektor-sektor lain seperti pangan, kelautan, dan lainnya, juga sangat diperlukan, mengingat banyak sektor yang bisa digeluti.

"Hipmi bisa masuk ke negara-negara new emerging, ini menjadi peluang untuk bisa bersaing di tingkal global," jelas Jokowi.

Baca Juga

Tag: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), konglomerat, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,786.67 3,748.79
British Pound GBP 1.00 18,334.21 18,148.97
China Yuan CNY 1.00 2,009.80 1,988.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,202.66 14,061.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,748.71 9,650.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.10 1,793.06
Dolar Singapura SGD 1.00 10,422.44 10,317.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,845.91 15,686.83
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.73 3,359.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,093.63 12,959.76

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6198.987 7.040 659
2 Agriculture 1335.316 9.651 20
3 Mining 1590.926 2.398 48
4 Basic Industry and Chemicals 907.859 -2.236 74
5 Miscellanous Industry 1200.440 3.764 50
6 Consumer Goods 2118.599 17.332 54
7 Cons., Property & Real Estate 507.495 -0.600 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1208.713 -1.410 75
9 Finance 1260.988 0.498 90
10 Trade & Service 807.429 -1.845 166
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 1,225 1,530 305 24.90
2 KRAH 930 1,150 220 23.66
3 ABBA 183 218 35 19.13
4 BPII 8,000 9,500 1,500 18.75
5 DMMX 230 268 38 16.52
6 NOBU 860 975 115 13.37
7 KONI 630 700 70 11.11
8 AGRS 175 194 19 10.86
9 OKAS 200 218 18 9.00
10 OPMS 212 230 18 8.49
No Code Prev Close Change %
1 PGLI 197 157 -40 -20.30
2 INTD 228 191 -37 -16.23
3 CASS 620 545 -75 -12.10
4 RDTX 6,900 6,100 -800 -11.59
5 MINA 1,590 1,410 -180 -11.32
6 PALM 246 222 -24 -9.76
7 WICO 575 520 -55 -9.57
8 CLAY 5,525 5,025 -500 -9.05
9 MARI 252 230 -22 -8.73
10 ANDI 1,630 1,495 -135 -8.28
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 183 218 35 19.13
2 MNCN 1,270 1,325 55 4.33
3 MAMI 234 236 2 0.85
4 VIVA 93 93 0 0.00
5 DMMX 230 268 38 16.52
6 FREN 165 160 -5 -3.03
7 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
8 BBRI 4,170 4,120 -50 -1.20
9 ERAA 1,880 1,790 -90 -4.79
10 JPFA 1,720 1,645 -75 -4.36