Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:19 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,02% pada level 26.725
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,89% pada level 3.141
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,05% pada level 2.939
  • 16:07 WIB. Valas - Yuan ditutup melemah 0,13% terhadap USD pada level 7,0725 Yuan/USD
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,47% terhadap USD pada level Rp. 14.080/USD 
  • 14:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,25% pada level 22.548
  • 14:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,20% pada level 2.064

Mobil Listrik Moncer, Ini Negara-Negara yang Bisa Panen Duit

Mobil Listrik Moncer, Ini Negara-Negara yang Bisa Panen Duit - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Mobil listrik akan mendongkrak permintaan bahan baku pembuatan baterai. Sejumlah negara Asia dan Afrika yang menghasilkan cobalt berpeluang mendapatkan berkah tersebut, bergantung beberapa faktor, seperti tata kelola, infrastruktur, dan lainnya yang bisa menarik investor untuk menambang logam tersebut.

Moody's mengatakan, sebagaimana yang dilansir Reuters (16/9/2019), permintaan logam yang digunakan untuk baterai kendaraan listrik bisa naik enam kali lipat bila mobil listrik mencapai 8% dari lalu lintas jalan pada pertengahan 2020-an. Hal tersebut juga bisa memberikan manfaat yang besar kepada negara-negara penghasil logam tersebut, salah satunya Democratic Republic of Congo.

Baca Juga: Mobil Listrik Honda E Meluncur, Ini Spesifikasinya

Masih dari laporan Reuters, lemahnya tata kelola di negara Afrika Tengah itu bisa menghalangi investor masuk dan justru sebaliknya akan menghilangkan potensinya. Menurut Moody's, pada 2030, produksi cobalt dapat setara dengan hampir 16% dari total PDB Congo tahun lalu. Lebih dari setengah ekspor barangnya dan 133% dari pendapatan pemerintah dari cobalt. Ini pula yang secara signifikan meningkatkan saldo fiskal dan neraca berjalan Congo.

Hanya saja catatannya, tata kelola sangat lemah, infrastruktur yang buruk, dan stabilitas sosial akan memengaruhi masuknya investasi asing. Semakin buruk faktor-faktor tersebut akan menjadi penghambat investasi asing masuk. 

Selain Congo, ada negara lain yang memiliki peluang meraih keuntungan dari menggemuknya pasar mobil listrik. Chilie, Filipina, Peru, Indonesia, dan Australia. Di antara negara-negara tersebut, Chilie, menurut Moody's, akan mendapatkan dampak yang moderat. Produksi logam baterai kemungkinan mencapai lebih dari 5% dari ekspor barang 2018.

Sementara itu, peru kemungkinan akan meningkatkan pangsa pasar logam melalui proyek eksplorasi baru. Filipina juga akan melihat keuntungan ekonomi dan peningkatan pengumpulan pendapatan.

Baca Juga

Tag: Mobil Listrik, Otomotif

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Jason Lee

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,786.67 3,748.79
British Pound GBP 1.00 18,334.21 18,148.97
China Yuan CNY 1.00 2,009.80 1,988.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,202.66 14,061.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,748.71 9,650.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.10 1,793.06
Dolar Singapura SGD 1.00 10,422.44 10,317.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,845.91 15,686.83
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.73 3,359.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,093.63 12,959.76

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6198.987 7.040 659
2 Agriculture 1335.316 9.651 20
3 Mining 1590.926 2.398 48
4 Basic Industry and Chemicals 907.859 -2.236 74
5 Miscellanous Industry 1200.440 3.764 50
6 Consumer Goods 2118.599 17.332 54
7 Cons., Property & Real Estate 507.495 -0.600 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1208.713 -1.410 75
9 Finance 1260.988 0.498 90
10 Trade & Service 807.429 -1.845 166
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 1,225 1,530 305 24.90
2 KRAH 930 1,150 220 23.66
3 ABBA 183 218 35 19.13
4 BPII 8,000 9,500 1,500 18.75
5 DMMX 230 268 38 16.52
6 NOBU 860 975 115 13.37
7 KONI 630 700 70 11.11
8 AGRS 175 194 19 10.86
9 OKAS 200 218 18 9.00
10 OPMS 212 230 18 8.49
No Code Prev Close Change %
1 PGLI 197 157 -40 -20.30
2 INTD 228 191 -37 -16.23
3 CASS 620 545 -75 -12.10
4 RDTX 6,900 6,100 -800 -11.59
5 MINA 1,590 1,410 -180 -11.32
6 PALM 246 222 -24 -9.76
7 WICO 575 520 -55 -9.57
8 CLAY 5,525 5,025 -500 -9.05
9 MARI 252 230 -22 -8.73
10 ANDI 1,630 1,495 -135 -8.28
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 183 218 35 19.13
2 MNCN 1,270 1,325 55 4.33
3 MAMI 234 236 2 0.85
4 VIVA 93 93 0 0.00
5 DMMX 230 268 38 16.52
6 FREN 165 160 -5 -3.03
7 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
8 BBRI 4,170 4,120 -50 -1.20
9 ERAA 1,880 1,790 -90 -4.79
10 JPFA 1,720 1,645 -75 -4.36